Sakit Hati Istri Kabur, Sangkot Racuni Warga Dengan Racun Tikus

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Sakit Hati Istri Kabur, Sangkot Racuni Warga Dengan Racun Tikus

Sunday, January 13, 2019

Tersangka Elvis Sangkot

P.Brandan-Metrolangkatbinjai.com

Lima orang warga terdiri dari dua keluarga, Sabtu (12/1/19) malam, harus dirawat intensif di Rumah Sakit, akibat keracunan usai mengkonsumsi nasi goreng pemberian seseorang.

Korban harus dilarikan ke RS akibat nasi goreng yang mereka santap mengandung racun tikus merk Kimex, dimana nasi goreng tersebut diberikan oleh Elvis Sangkot (55) warga Jalan Besitang no 38, Kelurahan Brandan Barat ,Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat 

"Saat ini para korban masih menjalani perawatan di RS Pertamina Pangkalan Brandan dan di Puskesmas Pangkalan Brandan, akibat keracunan," ucap Kapolsek P.Brandan, Iptu Dahnial Saragih SH.

Adapun nama korban diantaranya, Sukarni (45) dan seorang pelajar SD bernama Rizka Ramadhani Daulay (11), keduanya warga Jalan Imam Bonjol no 60, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan.  Tiga korban lainnya bernama Sri Astuti (41), Frili Ananda Putri (20) serta Frita (16),  warga Jalan Tanjung Pura, Gang Keluarga, Desa Pelawi Utara, Kecamatan Babalan.

Kapolsek Brandan Jenguk Korban di RS

Informasi yang dirangkum MLB.com, Sabtu (12/1/19) malam sekitar pukul 18.45 Wib, tersangka Elvis Sangkot bersama seorang anak bernama Jefri mengantar nasi goreng kerumah Jebat Daulay (47) di Jalan Imam Bonjol no 60, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan.

Kemudian, nasi goreng tersebut dimakan oleh Sukarni dan Rizka Ramadhani Daulay. Tak lama berselang usai menyantap nasi goreng, keduanya mengalami mual dan muntah-muntah hingga harus dilarikan ke RS Pertamina P.Brandan.

Pada saat bersamaan, satu keluarga yang tinggal di Jalan Tanjung Pura, Gang Keluarga, Desa Pelawi Utara, Kecamatan Babalan, juga mengalami hal yang sama, dimana mereka keracunan makanan usai menyantap nasi goreng pemberian tersangka Elvis Sangkot, sehingga harus dirawat di Puskesmas P.Brandan.

Polsek P.Brandan yang menerima informasi langsung turun kelokasi dan memeriksa para saksi serta melihat kondisi para korban di RS. Dari keterangan para saksi dan korban, diketahui jika nasi tersebut didapat /diberi oleh Jefri (red-dibawah umur)

Atas keterangan ini, petugas Polsek P.Brandan yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Yudianto beserta anggota menuju kerumah Jefri, dan dari keterangan Jefri, bahwa dirinya disuruh oleh Elvis Sangkot untuk mengantar nasi goreng kerumah korban.

Atas keterangan ini, Minggu (13/1/19) sekitar pukul 04.00 Wib, petugas langsung melakukan pengembangan dan memburu tersangka di kediamannya, dan berhasil menangkap tersangka tanpa ada perlawanan.

Saat diintrogasi, tersangka mengakui perbuatannya, dimana dirinya dengan sengaja membeli nasi goreng, dan sebelum diberikan kepada para korban, nasi tersebut terlebih dahulu ditaburi (dibubuhi) racun tikus merk Kimex.

"Pelaku ditangkap dirumahnya, saat diintrogasi pelaku mengakui perbuatannya, yang mana perbuatannya ini didasari akibat sakit hati, dimana dari keterangan pelaku para korban menyembunyikan isteri pelaku yang hingga kejadian ini isteri pelaku meninggalkan rumah dan tidak pulang," ucap Kapolsek Iptu Dahnial Saragih SH, didampingi Kanit Reakrim Iptu Yudianto, sembari menjelaskan jika saat ini pelaku masih menjalani pemerikasaan.

Sementara itu, Frili Ananda Putri (20) saat ditemui MLB.com diruang rawat 3 Puskesmas P.Brandan mengatakan, bahwa beberapa hari lalu Rosmiati yang biasa dipanggil Kak Butet yang tak lain merupakan istri pelaku, Senin (7/1/19) siang datang kerumah dengan berpakaian daster dan sempat menginap dua malam dirumahnya, dan setelah itu mereka tidak mengetahui lagi keberadaan Rosmiati.

"Dulunya kami bertetangga baik dengan Rosmiati, waktu dia datang kerumah sempat kami tanya, kenapa kakak pergi dari rumah, lalu di jawabnya dirinya mau di bunuh oleh suaminya (Alvis Sangkot), dan menurut kak Butet, mereka sering bertengkar," ucap Frili Ananda Putri, menirukan perkataan Rosmiati alias Butet.

Atas kejadian ini, dirinya meminta pihak kepolisain dan hukum untuk dapat bertindak dan menghukum tersangka dengan hukuman yang seberat-beratnya.

"Kita harap hukum dapat bertindak tegas dan menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya, karena sebelum kejadian ini, kami juga sudah mendegar dan mendapat ancaman bahwa keluarga kami dan keluarga Bu Mendok (Sukarni) akan di bunuh semuanya oleh Alvis Sangkot, makanya dalam beberapa hari ini keluarga kami dihantui rasa katakutan," ucap Frili Ananda Putri. (Bud)
close