Sakit Hati Digaji Rp. 20 Ribu, Angga Tega Bantai Suhaida

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Sakit Hati Digaji Rp. 20 Ribu, Angga Tega Bantai Suhaida

Saturday, March 9, 2019
Angga Pelaku penganiayaan terhadap Suhaida

Gebang-MLB.com

Jajaran Polsek Gebang Polres Langkat  berhasil menangkap Rona Erlangga alias Angga (19) tersangka pelaku penganiayaan terhadap wanita paruh baya pengembala lembu, di Kecamatan Gebang.

Tersangka merupakan warga Dusun X Tangkahan Pinang Desa Air Hitam  Kec. Gebang Kab. Langkat, dirinya di tangkap Jum'at (8/3/19) pagi sekitar pukul 06.30 wib di salah satu kawasan yang berada di Kecamatan Padang Tiji NAD oleh Personil Polres Pidie.

Kapolres Langkat Doddy Hermawan.SIK melalui Kapolsek Gebang AKP Henri David Bintang Tobing, saat di konfirmasi mengatakan." Dari keterangan pihak keluarga tersangka, berangkat ke Padang Tiji Saulawan Nangro Aceh Darussalam (NAD).

Lalu kita buru keberadaan tersangka yang lari ke Aceh, kita juga bekerja sama dengan personil Polres Pidie dalam menangkap tersangka, dimana tersangka usai melakukan penganiayaan melarikan diri ke Padang Tiji Saulawan NAD menemui orang tuanya disana yang bekerja bangunan", ucap Kapolsek Gebang.

Dari hasil pemeriksan pihak kepolisian, tersangka mengakui perbuatannya, di mana aksi penganiayaan ini di latar belakangi karena dendam dan sakit hati.

Dimana selama ini, tersangka sering membantu pekerjaan korban mengangon (mengembalakan) lembu hanya di kasih upah sekitar Rp 20.000, bahkan dua hari sebelum kejadian, korban di tuduh mencuri ternak unggas milik korban.

Puncaknya pada Kamis (7/3/19) sekitar pukul 16.30 wib, tersangka dengan memakai sepatu but hijau dan memakai baju warna hitam serta celana pendek boxser warna hitam les merah, pergi mencari telor semut untuk dijadikan umpan pancing di kebun sawit.

Saat itu, tersangka bertemu dengan korban (Suhaida), dan dirinya sempat menegur " Sendiri ngangonnya kak", lalu di jawab korban "iya", saat itu tersangka yang sudah merasa sakit hati dan menaruh rasa dendam melanjutkan niatnya mencari telur semut.

Namun, pada saat korban hendak pulang dari mengangon (mengembala) lembu, tersangka kembali berjumpa dan berselisih jalan, langsung seketika tersangka mengambil kayu bulat yang terletak di samping pelaku, dan memukulkannya di bagian leher dari belakang.

Korban langsung roboh dan jatuh kedalam paret dengan posisi tertelungkup, korban yang masih sadar berusaha bangun dan berusaha membalikan badan, namun tersangka dengan bringasnya kembali memukuli bagian kepala korban sebanyak 3 kali, korban sempat berusaha menangkis dengan tangan, namun usahanya sia-sia, dengan luka cukup serius di kepala dan berlumuran darah akibat luka diderita, korban tidak sadarkan diri.

Melihat korbannya tidak berkutik dengan luka robek serta darah bercucuran di kepala, tersangka langsung meninggalkan korban di dalam paret, lalu pulang kerumah guna mengambil kunci serap kereta Yamaha Mio Soul miliknya BK 4484 PBB, pergi ke Tanjung Pura, mencari tukang untuk di ajak pergi bekerja di Aceh, namun tukang yang di ajak tidak mau, dan sekitar pukul 21.00 wib (red-malam itu juga), tersangka berangkat ke Padang Tiji NAD dengan menumpang bus Harapan Indah.

Sementara itu, tersangka di temukan oleh menantunya bernama Lisa, sekitar pukul 19.00 wib, di dalam parit cacing kebun kelapa sawit yang berjarak sekitar 150 meter di belakang rumah tempat tinggalnya, di mana kondisi korban sangat mengenaskan tidak sadarkan diri, dengan darah bercucuran dan luka robek menganga di kepala.

"Penganiayaan ini terjadi Dusun X Desa Air Hitam Kec.Gebang Kab.Langkat, tepatnya di perkebunan kelapa sawit si belakang rumah korban, dari hasil pemeriksaan sementara, perbuatan tersangka dilatarbelakangi karena dendam dan sakit hati.

Saat ini tersangka dan barang bukti alat yang di gunakan sudah kita amankan guna proses hukum selanjutnya, dan penangkapan tersangka sesuai dengan laporan yang kita terima dengan No.Pol.LP/  13  / III / 2019/SU/LKT / Sek Gebang tanggal 07 Maret 2019 ", ucap Kapolsek Gebang AKP Henri David Bintang Tobing.

Dirinya juga menjelaskan, jika saat ini kondisi korban sudah mulai membaik, dan masih menjalani perawatan intensive pasca operasi di RS Adam Malik Medan. (Bud)



close