Jelang Pilpres, Ketua GNPF Ulama Kota Binjai Terima Laporan Adanya Intervensi Kepada Pengurus Masjid

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Jelang Pilpres, Ketua GNPF Ulama Kota Binjai Terima Laporan Adanya Intervensi Kepada Pengurus Masjid

Friday, March 15, 2019



Ust Sanni Abdul Fattah

BINJAI-MLB.COM

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, mengakui jika pihaknya banyak mendapatkan laporan dari berbagai pihak, terutama para Pengurus Masjid yang merasa tertekan bahkan ketakutan Jelang Pilpres 2019.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melihat jika saat ini (jelang Pemilu Pilpres) suasana makin tidak kondusif. Ini di tandai dengan banyak pihak, terutama Oknum Pejabat Pemerintahan beserta Oknum Aparat Penegak hukum yang tidak menjalankan Tupoksi nya, yaitu bersikap netral dalam Pilpres kali ini.

"Ada apa dengan semua ini? Mengapa sampai sejauh ini tugas mereka," kata Ust Sanni penuh tanya, saat di konfirmasi awak media, Jumat (15/3).

Menurutnya, banyak diantara mereka yang ikut ikutan secara langsung maupun tidak langsung memihak kepada salah satu Capres.

"Khususnya Capres Petahana. Hal tersebut tentunya yang membuat suasana ditengah tengah masyarakat menjadi kisruh dan menjurus tidak kondusif," bebernya.

Lebih lanjut dikatakan Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Anti Narkoba (SAN) Kota Binjai, pihaknya juga mendapat laporan adanya intervensi yang dilakukan di Masjid.

Bayangkan saja, sambung Ust Sanni Abdul Fattah, masih ada Oknum Pejabat Pemerintahan yang ikut ikutan secara pelan pelan mengintervensi pengajian pengajian yang akan dilaksanakan di Masjid.

"Apalagi jika yang akan mengisi pengajian atau Tabligh Akbar itu adalah tokoh atau Ustadz yang berseberangan dengan salah satu Capres, terutama Petahana, maka akan coba dibatalkan," ungkapnya.

Untuk itu, kata Ust Sanni, pihaknya menghimbau agar menghentikan perbuatan perbuatan itu, karena perbuatan itu hanya akan membuat suasana Pemilu tidak kondusif dan tidak nyaman.

"Biarkanlah masyarakat atau ummat yang menentukan pilihannya sesuai dengan hati nuraninya, mana yang sesuai mereka anggap layak untuk memimpin Bangsa kita," harap Ust Sanni, sembari mengingatkan agar Aparat Pemerintahan beserta Aparat Penegak Hukum wajib netral sebagaimana yang diamanahkan oleh Undang Undang.

Untuk itu, lanjutnya, jangan sampai mereka ikut ikutan berkompetisi atau mengarahkan kesalah satu pasangan Capres atau bahkan mengintervensi orang orang yang telah memiliki pilihan.

"Kami mengingatkan juga agar jangan sampai adalagi intervensi atau bentuk apapun kepada orang orang yang akan mengisi pengajian di Masjid maupun Tabligh Akbar yang diadakan oleh masyarakat," demikian Ust Sanni. (Red)
close