Ka Yayasan Al Ikhsan Ditahan Polisi, TerbuktI Lakukan Asusila

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Ka Yayasan Al Ikhsan Ditahan Polisi, TerbuktI Lakukan Asusila

Wednesday, March 13, 2019
Ka Yayasan yang ditetapkan tersangka atas kasus pencabulan santri. (ist) 

Langkat-MLB.com

Keresahan warga atas kasus pencabulan yang diduga dilakukan oknum kepala sekolah terhadap puluhan santri di Pesantren Al Ikhwan disikapi cepat Kepolisian Resort Langkat. 

Tak menunggu lama, petugas langsung melakukan 
pengamanan lokasi pesantren sekaligus menahan pelaku yang datang menyerahkan diri kekantor Polisi. 

Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan SIK menyampaikan pelaku pencabulan terhadap siswa di pesantren Al Ikhwan di Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat sudah ditahan. 



Hal tersebut dikatan AKBP Doddy Hermawan kepada wartawan di Stabat, Rabu (13/3), dari gelar kasus yang dilakukan pagi ini pelaku langsung ditahan, sementara penyidik juga sedang memeriksa beberapa orang saksi dan terhadap korban sedang dilakukan visum.



"Korban sementara satu orang, kemungkinan bisa saja ada korban lainnya bila mereka melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada polisi," katanya.



"Untuk itu polisi sedang melakukan pengembangan kasus ini agar secepatnya diproses ke pengadilan," sambungnya.



Menyangkut penetapan pasal yang akan dipersangkakan kepada pelaku, sementara ini belum bisa diputuskan, karena masih tahap pemeriksaan saksi korban maupun saksi lainnya.


Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, untuk sementara ini pesantren tersebut diliburkan dan aparat juga sudah ditempatkan di lokasi untuk terus melakukan pengawasan.


Terungkapnya kasus pencabulan terhadap para siswa di pesantren tersebut setelah sebelumnya 23 siswa berkeliaran di sekitar kediaman masyarakat di kawasan itu.



Hal itu disampaikan Kepala Desa Serapuh ABC Kecamatan Padang Tualang Marwan, yang langsung mengumpukan para siswa di kantor desa untuk diminta penjelasan dan keterangannya.



Dari situlah terungkap adanya dugaan pencabulan yang dilakukan oknum pimpinan pesantren berinitial DS. Pasca terungkapnya kasus memalukan ini, membuat berbagai kalangan masyarakat menyumpah serapah. (red) 
close