Ka Yayasan Pesantren Diserbu Orang Tua Santri, Diduga Lakukan Perbuatan Tercela

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Ka Yayasan Pesantren Diserbu Orang Tua Santri, Diduga Lakukan Perbuatan Tercela

Wednesday, March 13, 2019
Orang tua santri menyerbu pesantren mencari oknum Ka Yayasan yang dituding lakukan Perbuatan Cabul terhadap puluhan santrinya.(bud) 


Padang Tualang-MLB.com

Hingga menjelang dini hari, Selasa (12/3/19) ratusan orang tua siswa dan warga setempat, terus mendatangi Pesantren Al-Ikhwan yang berada di Desa Serapuh Kec. padang Tualang Kab. Langkat.

Kedatangan para orang tua siswa ini guna melihat dan membawa anaknya pulang, dari tempatnya belajar menuntut ilmu di Pasantren ini, setelah mendapat kabar kepala yayasan yang juga kepala pasantren DS, melakukan perbuatan tercela (sodomi) kepada puluhan santrinya.

Informasi yang di terima MLB.com dari salah seorang santri yang namanya tak ingin di sebutkan, mengataka, awalnya peristiwa memalukan ini terungkap, pada Sabtu (9/3/19) selapas sholat Dzuhur, dimana salah seorang santri Aliyah bercerita bahwa dirinya di lecehkan oleh DS yang tak lain kepala Pesantren, sehingga cerita ini terus menyebar ke para santri lainnya.

Ternyata dari percakapan ini, korban kelakukan sex menyimpang sang guru terus bertambah, hingga akhirnya siang itu juga, para santri di kumpulkan DS untuk meminta maaf." Kalau saya ada salah, saya minta maaf", ucap Dedi saat itu, namun para santri tidak terima, dan korban perbuatan tidak senonoh ini terus bertambah, hingga malamnya para santri melakukan aksi demo.

Puncaknya, Selama (12/3/19) malam, kasus ini terkuak dan di dengar oleh para orang tua para santri dan masyarakat sekitar, sungguh tidak disangka, korban perbuatan sodomi sang guru mencapai 24 santri bahkan ada yang mengatakan hingga 32 santri, dan perbuatan ini sudah di lakukan sejak lama.

Parahnya lagi, perlakuan sex menyimpang sang guru, di awali dengan memperlihatkan (mempertontonkan) adegan film dewasa, kepada para santrinya yang masih di bawah umur melalui hanphone.

"Kami para santri, selama ini takut dan malu menceritakan kejadian ini kepada teman maupun keluarga, namun setelah satu bercerita, teman lain juga bercerita tentang apa yang di alaminya", ucap salah seorang santri yang menjadi korban kebejatan sang guru saat di temui di kantor Desa serapuh ABC.

Para orang tua dan warga, yang mengengetahui peristiwa ini, langsung menanyai para santri, alhasil 8 santri yang di duga kuat menjadi korban perbuatan sang guru, langsung di amankan kekantor Desa Serapuh ABC, di antaranya berinisial, Mfa, Nss, Saf, Mlk, Kml, Hk, Afd dan Bt.

Sementara Kepala Yayasan DS yang di duga telah melakukan perbuatan tidak senonoh sodomi, saat di cari pihak keluarga dan warga untuk di mintai keterangan, telah melarikan, dan menurut keterangan beberapa warga, dirinya terlihat lari dengan melompat dari pagar pasantren dan hilang di kegelapan malam.

Atas dugaan perbuatan sodomi yang di lakukan oleh DS, pihak yayasan pasantren Al-Ikhwan terkesan masih tertutup dan enggan berbicara, sementara para orang tua yang ingin membawa pulang anaknya hanya bisa bekordinasi dengan pihak 
Pasantren di depan pagar yayasan.

Terlihat beberapa anggota kepolisian dari Polsek Gebang Polres Langkat berjaga-jaga di sekitar lokasi guna mengantisifasi hal-hal yang tidak di inginkan, dan kasus ini sudah ditangani pihak Polres Langkat. (bud)