Korban Asusila Oknum Kasek Pesantren Sudah Belasan Orang

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Korban Asusila Oknum Kasek Pesantren Sudah Belasan Orang

Syah Putra
Wednesday, March 13, 2019


Warga saat mendatangi kantor Desa Serapuh ABC

LANGKAT-MLB.COM

Dedi Suwandi S. Ag, M. Pdi (40) seorang yang berstatus PNS, warga Dusun II Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, menyerahkan diri ke kantor Polres Langkat, Selasa (12/3) Dinihari, sekira Pukul 02.00 Wib.

Kedatangan dirinya ke Polres Langkat, sehubungan telah terjadi Tindak Pidana Pencabulan terhadap anak dibawah umur yang terjadi sekitar bulan April 2018 sampai dengan Maret 2019, di Dusun II Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, tepatnya di Pondok Pesantren Modern Al IKhwan Serapuh ABC.

"Sekitar 14 orang santri di Pondok Pesantren tersebut yang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 orang dimintai keterangannya. Bahkan tidak menutup kemungkinan korban akan bertambah," tegas Kasubbaghumas Polres Langkat, AKP Arnold, Rabu (13/3).

Menurut keterangan salah seorang korban berinisial MFR, awalnya pada bulan Februari 2019 sekira pukul 15.00 Wib, saat dirinya ingin ke kamar mandi, pelaku memanggil dirinya dan berkata “ayo ke belakang rumah kosong, nanti kubuka pintunya”.

Usai tiba dirumah kosong tersebut, korban dan pelaku terlebih dahulu mengobrol dan pelaku bertanya kepada korban prihal siapa saja santri yang merokok di Pesantren.

"Akhirnya saya pun memberitahukan hal tersebut kepada pelaku," ucap MFR.

Tak berselang lama, kata MFR, pelaku meraba kedua betisnya hingga ke paha korban sembari mengatakan bahwa ia ingin melihat bulu saya.

"Setelah itu Pelaku menyuruh saya untuk membuka celana. Saya awalnya tidak mau, namun karena pelaku terus menyuruh saya untuk membuka baju dan celana saya, akhirnya saya membuka celana dan baju saya," kata MFR, dengan nada lugu.

Tidak sampai disitu, sambung MFR, pelaku juga menyuruh dirinya untuk mempermainkan alat kelaminnya.

"Saya disuruh meng*c*k alat kelamin saya, setelah itu pelaku membuka celana dan bajunya dan ia juga meng*c*k alat kelaminnya. Saya juga disuruh untuk meng*c*k alat kelaminnya, dan ia mengocok alat kelaminnya. Setelah itu selama lebih kurang 5 menit, kami saling mengocok, akhirnya kami mengeluarkan sperma dan kami membuangnya di lantai rumah kosong tersebut," beber MFR, sembari merasa malu.

"Ya udah sana pergi. kalau mau mandi ya mandi. Tapi ini jangan bilang sama siapa siapa ya, janji Cuma kita berdua aja yang tau," kata MFR, menirukan ucapan Pelaku, sembari menyuruh dirinya agar langsung pergi meninggalkan rumah kosong tersebut.

Sementara itu, MRI yang juga menjadi korban keganasan Dedi Suwandi, juga di perlakukan kurang lebih dengan yang dialami oleh teman temannya. Petaka tersebut menurut MRI bermula pada bulan Desember 2018 sekira pukul 21.30 Wib, dimana pelaku membangunkan dirinya yang saat itu sedang tertidur.

"Bangun, bangun, kebelakang ya, ke ruang kosong," kata MRI menirukan ucapan Pelaku.

Karena disuruh bangun, akhirnya MRI mengikuti pelaku. setelah itu saat di jalan pelaku mengatakan agar mengikuti apa yang diperintahkan.

"Dia (Pelaku) tanya siapa saja Santri di tempatnya yang bermasalah. Saya jawab bahwa saya tidak mengetahui hal tersebut. Setelah itu pelaku bertanya kepada saya apakah alat kelamin saya ada penyakitnya atau tidak. Ya saya jawab tidak ada," bebernya.

Akhirnya, hal yang sama menimpa MFR, juga terjadi kepada MRI. Bahkan seorang Santri berinisial AFD juga diperlakukan yang sama oleh Pelaku. (Red)