Tak Terima Abangnya Ditagih Hutang, Asen dan Temannya Aniaya Awin

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tak Terima Abangnya Ditagih Hutang, Asen dan Temannya Aniaya Awin

Friday, April 12, 2019


Kedua Pelaku yang mengorok Awin ditahan di Polsek Binjai, Asen (Kanan) dan Tobing

TANDEMHULU-MLB.COM

Awin (32) Warga Jalan Saudara, Dusun VI Pasar 5,5 Desa Tandem Hulu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (12/4) Pagi terpaksa dilarikan ke Klinik Asia Medica Tandem, karena mengalami muntah muntah setelah dirinya di pukul oleh Dua orang di depan rumahnya.

Saat disambangi awak media di Klinik Asia Medica Tandem, tepatnya di ruang Anggrek 3, Jumat (12/4) Sore, Jarum Infus tampak menghiasi tangan kanan Awin. Dirinya juga menceritakan awal mula kejadian tersebut terjadi hingga dirinya terpaksa harus dirawat ke Klinik.

Menurutnya, kejadian bermula pada hari Rabu (10/4) Sore, sekira Pukul 17.30 Wib, dimana dua orang Pria bertandang kerumahnya dengan mengendarai Honda Beat berwarna Putih.

Tiba tiba, salah seorang dari dua Pria tersebut yang diketahui bernama Candra Wales alias Asen, dengan nada tinggi langsung bertanya dengan Awin terkait Utang Piutang abangnya (abang Asen).

"Kenapa kamu ikut campur masalah utang abang saya," kata Awin menirukan ucapan Asen.

Pertanyaan dari Asen tersebut langsung dijawab oleh Awin yang saat itu sedang ingin istirahat selepas pulang kerja.

"Ya saya ikut campur karena saya karyawannya. Daripada ribut disini bagus kita ke Kantor Polisi untuk menyelesaikannya," jawab Awin dihadapan keduanya, seraya mengakui jika dirinya pernah mendatangi rumah Abang Asen guna meminta pertanggung jawaban terkait Utang sejumlah Rp 60 Juta, namun tidak bertemu dengannya.

Mendengar jawaban dari Awin, akhirnya Asen meiyakannya. Bersama temannya, Asen langsung keluar dari halaman rumah Awin dengan mengendarai Sepeda Motornya.

Apes bagi Awin, saat dia hendak berangkat ke Polsek Binjai, Sepeda Motor miliknya tidak bisa hidup. Tak berselang lama saat Awin lagi sibuk memperbaiki Sepeda Motornya, Asen bersama rekannya kembali lagi ke rumah Awin.

"Tiba tiba Asen memukul saya berkali kali, sedangkan kawannya memukul saya dengan kayu broti. Saya langsung terjatuh di halaman rumah saya. Padahal pada waktu itu Asen melihat saya kalau Sepeda Motor (Kereta) saya mogok," beber Awin menceritakan kejadian itu dihadapan awak media.

Menurut Awin, keduanya berhenti memukuli dirinya setelah tetangganya meneriaki para Pelaku dengan ucapan "Maling". Akhirnya, Asen dapat diamankan oleh Warga di lokasi, sedangkan seorang temannya lagi berhasil kabur.

"Pada saat dipukuli dengan Kayu Broti dan terjatuh, tetapi saya masih tetap sadar. Namun saya sempat muntah muntah pada saat itu," beber Awin, sembari menjelaskan jika sebelumnya Asen pernah ngomong sama orangtua saya kalau dirinya mengancam akan memberi pelajaran pada saya.

Tidak hanya Awin yang mengalami pukulan dari keduanya, Kakak Awin yang saat itu mencoba menghalangi kedua pelaku yang terus memukuli Awin, juga mengalami memar pada Paha Kirinya karena dilempar Helm oleh Asen saat akan melerai.

Tak berselang lama usai dipukuli dan dengan ditemani oleh keluarganya, Awin akhirnya melaporkan Pengeroyokan yang menimpa dirinya ke Polsek Binjai. Laporan tersebut terbukti dengan adanya Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan dengan nomor : STPL/4 4/IV/2019/Binjai, tertanggal 10 April 2019.

"Saya diantar ke Polsek Binjai untuk membuat laporan. Pihak Polsek menyarankan ke saya untuk Visum," ungkap Awin.

Dua hari berselang, rasa sakit yang di derita Awin setelah dipukuli oleh kedua Pelaku akhirnya tak tertahankan. Dengan diantar Orangtuanya, akhirnya Awin diantar ke Klinik Asia Medica untuk menjalani perawatan.

Atas kejadian tersebut, Awin beserta keluarganya meminta kepada Aparat Pebegak hukum agar memberikan hukuman yang setimpal para Pelaku.

Dari pengakuan Awin, awak media mencoba mendatangi Polsek Binjai, dan melihat Asen bersama temannya yang mengaku Tobing sudah ditahan di Polsek Binjai.

"Ya, Asen sama Tobing sudah kami amankan," kata seorang Personil Polisi yang sedang berjaga bernama Dedi.

Saat akan dikonformasi terkait kejadian tersebut serta meminta ijin untuk memoto Pelaku, Kanit Reskrim Polsek Binjai, Ipda J Sitanggang, mengaku sedang di Polres Binjai. Begitupun, dirinya memerintahkan anggotanya dan mempersilahkan awak media untuk memoto Pelaku.

Namun, saat Petugas memanggil para Pelaku, keduanya seolah melawan dan tidak mau menuruti perintah Petugas yang menyuruhnya untuk di foto.

"Ngapain di Foto foto, macam apa kali pun," ucap salah seorang Pelaku.

Tidak hanya itu, seorang Pelaku yang bernama Asen yang juga mengaku sudah pernah masuk Penjara mengatakan akan kembali melaporkan Awin ke pihak Kepolisian.

"Nanti kulaporkan balik dia (Awin)," kata Asen, tanpa mengatakan alasannya untuk melaporkan Awin. (Red)
close