Di Kuala, Anak Bunuh Orangtua Gegara Narkoba. Warga : Pak Polisi, Tolong Tangkap Bandarnya

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Di Kuala, Anak Bunuh Orangtua Gegara Narkoba. Warga : Pak Polisi, Tolong Tangkap Bandarnya

Tuesday, May 14, 2019


Foto ilustrasi Net

KUALA-MLB.COM

Malang Nian nasib Sampurna Sembiring (57) Warga Pasar l Inpres, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Sebab, dirinya harus meregang nyawa karena ditusuk dengan Senjata Tajam jenis Pisau oleh Anak Kandungnya sendiri yang bernama Angga Juakta Sembiring (30), Senin (13/5) Malam, sekira Pukul 22.00 Wib.

Pembunuhan tersebut dipicu karena sang Anak yang juga menjadi Pelaku Pembunuhan, kerap meminta uang kepada Orangtuanya untuk membeli Narkoba jenis Sabu Sabu.

Hal itu tentunya membuktikan jika di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Peredaran Narkoba masih marak. Hal itu dilihat dari gampangnya Pelaku mendapatkanya.

Salah seorang warga Kuala yang mengaku bermarga Ginting, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (14/5) Sore, mengakui jika Penjual Narkoba masih ada di Kecamatan Kuala.

"Masih ada bang, tapi saya takut nyebutkan namanya. Nanti saya bisa dipukuli sama mereka," ucap Pria berkulit hitam ini, sembari meminta agar namanya tidak disebutkan.

Agar kejadian serupa yang dialami oleh Sampurna Sembiring tidak terjadi lagi, sambung Ginting, dirinya beserta warga meminta aparat Kepolisian dari Polres Langkat, untuk menangkap para Bandar di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

"Sebagai masyarakat, kami minta yang turun langsung  ketempat kami dari Polres Langkat," pintanya.

Diberitakan sebelumnya, Entah Syetan apa yang ada di badan Angga Juakta Sembiring (30) Warga Jalan Samanhudi Bela Rakyat, Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, hingga tega menghabisi nyawa Orangtuanya sendiri.

Adapun Korban yang merupakan Orangtuanya sendiri adalah Sampurna Sembiring (57) Warga Pasar I Inpres, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum menghabisi nyawa Orangtuanya, Pelaku yang selama ini tidak mempunyai pekerjaan tetap sudah menaruh dendam kepada Orangtuanya.

Dendam tersebut karena Pelaku kerap dilarang Orangtuanya agar tidak menggunakan atau mengkonsumsi Narkoba. Namun nasehat tersebut sama sekali tak didengarkan oleh Pelaku.

Sebelum peristiwa sadis tersebut terjadi, Pelaku baru pulang berobat bersama Orangtuanya, dan selanjutnya meminta uang. Walau memberi uang, Orangtua Pelaku tetap menasehatinya agar Uang tersebut tidak dibelikan Narkoba.

Namun, karena memang sudah menjadi pecandu, nasehat apapun dari Orangtuanya tetap tidak didengarkan. Malah uang pemberian Orangtuanya diberikan pada temannya untuk membeli Narkoba.

Menurut salah seorang Warga sekitar yang mengaku bernama Iwan, Dua hari sebelum menghabisi nyawa Orangtuanya, Pelaku juga sempat meminta Uang Rp 50.000 kepada Orangtuanya di tempat Jualan, yaitu di Pajak Kuala.

"Orangtuanya selalu menasehati anaknya (Pelaku) agar jangan membeli Narkoba. Tapi Nasehat itu tidak pernah didengar," ucap Iwan, seraya mengatakan jika rumah Pelaku berjarak sekitar 800 Meter dari Rumah Orangtuanya.

Puncaknya kemarin, Senin (13/5) sekira Pukul 22.00 Wib. Pada waktu Bapaknya mengantar Sayur kerumah Pelaku dan menanyakan Kesehatannya.

"Selama ini Pelaku mengontrak rumah sendiri, tapi yang bayar kontrakan itu Bapaknya. Pas Korban mengantar Sayur dan Pelaku menggantungkan sayur tersebut di Rak Piring, mereka sempat mengobrol di atas Tempat Tidur Pelaku, sementara Orangtuanya menanyakan kesehatan anaknya (Pelaku)," beber Iwan.

Usai ngobrol itulah, entah Syetan apa yang merasuki Pelaku, hingga dirinya langsung mengambil Pisau dan menikamkannya kearah Jantung Korban hingga Korban Roboh.

"Usai menikam Orangtuanya, Pelaku juga menidurkan bBapaknya ketempat tidur," beber Iwan.

Akibat Perbuatannya, kini Pelaku diamankan Petugas Kepolisian dari Polsek Kuala. (ian)
close