Panen Sawit Warga, Pelajar STM YPT Brandan Tewas Kesetrum Listrik

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Panen Sawit Warga, Pelajar STM YPT Brandan Tewas Kesetrum Listrik

Saturday, May 25, 2019


Keluarga korban menangisi jasad korban di Ruang IGD RSPPB

Babalan-MLB.COM

Seorang Pelajar Kelas 1 Sekolah Tehnik Menengah (STM) Yayasan Pendidikan Tehnologi (YPT) Pangkalan Brandan, Sabtu (25/5) sore, sekitar Pukul 16.00 Wib, meninggal dunia akibat kesetrum listrik tegangan tinggi Kabel HUTM.

Korban adalah Rama Sohirin Sitorus (16) warga Dusun VI Turing, Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, di mana saat kejadian korban bersama rekannya Marupa Manulang (18) sedang memanen tandan buah sawit milik salah seorang warga bernama Saiman Sitorus alias Abok, warga yang sama.

Informasi yang diterima MLB.com, saat kejadian kedua korban sedang memanen tandan kelapa sawit milik Abok, di duga korban terpeleset sehingga egrek sawit menyentuh kabel listrik (Kabel HUTM) yang terbentang di atasnya.

Akibat kejadian ini, kedua korban langsung kesetrum listrik tegangan tinggi, warga yang melihat kejadian ini teriak histeris dan beberapa saat dimana kondisi dianggap sudah aman, warga langsung mengevakuasi kedua korban guna di beri pertolongan.

Korban Marupa Manulang langsung di bawa ke Klinik Farida yang berada di Desa Teluk Meku, sementara Rama Sohirin Sitorus yang dianggap mengalami luka serius (parah) langsung di larikan ke Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan (RSPPB).

Namun sayang, nyawa korban tidak dapat di selamatkan, dan pihak RSPPB menyatakan korban meninggal dunia dengan luka kaki kanan melepuh/pecah, sementara teman korban Marupa Manulang selamat dengan luka memar akibat tersengat listrik.



Pohon sawit yang buahnya akan diegrek korban

Kapolsek P.Brandan Iptu Dahnial Saragih SH, saat di konfirmasi membenarkan kejadian ini. Dimana korban tewas akibat tersengat arus listrik saat sedang memanen buah kelapa sawit milik warga setempat.

"Korban merupakan seorang pelajar, dimana saat kejadian korban bersama temannya memanen buah kelapa sawit, saat ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan korban selamat, sementara barang bukti satu buah egrek sudah kita amankan sebagai barang bukti," ucap Kapolsek menjelaskan.

Sementara itu, pihak keluarga korban terus berdatangan ke RSPPB, di mana menurut keterangan keluarga, ibu korban sudah lama tinggal dan bekerja di Malaysia dan korban (Rama Sohirin Sitorus) tinggal bersama neneknya di Dusun VI Desa Teluk Meku. (Bud)
close