Tak Bisa Bayar Uang Sekolah, Sisiwi SMK Buat Drama Penculikan

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tak Bisa Bayar Uang Sekolah, Sisiwi SMK Buat Drama Penculikan

Saturday, May 25, 2019

AP menjalani pemeriksaan di Polres Langkat bersama teman lelakinya yang disebut sopir angkutan. (Ma) 

Stabat,MLB.com

Berita tentang penculikan seorang siswi di salah satu SMK Swasta di Langkat beberapa waktu lalu ternyata ‘palsu’. 

AP (15) terpaksa melakukan drama penculikan lantaran dirinya tak bisa membayarkan uang sekolah yang sudah habis digunakan untuk keperluannya.

Hal tersebut disampaikan kerabat AP kepada wartawan empat hari pasca pemberitaan terkait masalah penculikan siswi salah satu SMK di Langkat. 

“Saat diperiksa penyidik di Polres Langkat dia ngaku kalau semua laporan dan kejadian yang dialaminya beberapa waktu lalu adalah rekayasa alias palsu bang,” beber kerabat korban yang tidak ingin namanya disebutkan kepada wartawan, Sabtu (25/5) sekira jam 16.00 WIB.

“Dia takut sama mamaknya, karena 3 bulan uang sekolah yang dikasih ke dia dah habis dipakeknya. 

Pas pula kemarin itu ujian, dan harus melunasi uang sekolah, makin panik dia bang,” lanjut kerabat korban.

Menurut informasi di lapangan, dalam malancarkan drama penculikan tersebut ternyata AP tidak sendirian, dirinya dibantu oleh seorang supir angkot yang juga merupakan ‘teman dekat’ nya. 

“Mungkin supir angkot itulah yang ngirim pesan messenger malalui teman AP untuk meminta tebusan ke orang tua AP saat drama penculikan kemarin bang,” sebut nara sumber.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Juraidi Sembiring, saat dikonfirmasi wartawan via pesan WhatsApp beberapa waktu lalu terkait penculikan AP membenarkan laporan tersebut. 

“Kasus ini masih kita dalami, karena keterangan korban dengan saksi-saksi banyak yang janggal, sabar dulu ya bang,” sebut AKP Juriadi.

Kerabat AP berharap agar peristiwa ini menjadi pelajaran bagi para remaja dan orangtua, bahwa harus berhati-hati dalam memilih teman bergaul. 

Karena, jika salah bergaul bisa merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. 

“Kan kasihan orangtuanya kalau dah seperti ini, kenapa kok singkat kali lah fikiran anak itu, gak habis fikir aku bang,” jelas kerabat AP. (Ma)
close