Bos Besar Pemilik Pabrik Mancis Ilegal Berhasil Diamankan di Hotel Bintang 5 Medan

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Bos Besar Pemilik Pabrik Mancis Ilegal Berhasil Diamankan di Hotel Bintang 5 Medan

Saturday, June 22, 2019


Indra

BINJAI-Metrolangkat.com

Pasca terjadinya kebakaran disalah satu rumah warga yang dijadikan Home Industri di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat (21/6) Siang, Aparat Kepolisian langsung memburu Pemilik (Bos Besar) Pabrik Mancis ilegal.

Pengejaran Pemilik Pabrik tersebut dilakukan setelah Petugas berwajib melakukan olah TKP dan pemyelidikan di lokasi kebakaran.

Akhirnya, Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Binjai dan Ditkrimum Polda Sumut, serta atas perintah Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto SH Sik MH, memerintahkan Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Wirhan Arif, serta Kanit I Pidum Ipda Hotdiatur Purba, berhasil mengejar dan mengamankan Pemiliknya.

Adalah, Indra (59) Pemilik Pabrik Mancis ilegal di Dusun IV Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, berhasil diamankan pada hari Sabtu (22/6) Sore, sekira Pukul 17.00 Wib.

"Dia (Indra-red) selama ini berdomisili Di Jakarta. Sore tadi berhasil kami amankan saaat sedang berada di salah satu Hotel Bintang Lima di Kota Medan," tegas Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Wirhan Arif.




Diberitakan sebelumnya, Pengusaha dan Manager Pabrik mancis ilegal yang terbakar hingga menewaskan 30 pekerjanya telah resmi ditahan oleh Pihak berwajib. Adalah, pengusaha Pabrik yang bernama Burhan (37) selaku warga Jalan Bintang Terang No. 20, Dusun XV, Desa Mulyo Rejo, Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang dan Lismawarni (43) selaku Manager, telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Binjai.

"Keduanya sudah ditahan dan masih diperiksa secara intensif," kata Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto.

Informasi yang berhasil diperoleh, Pabrik tersebut merupakan rumah milik Sri Maya (47) yang disewakan kepada Burhan. Selama ini rumah tersebut selalu terkunci rapat dari dalam. Bahkan pintu depan rumahnya sudah dikunci mati, sehingga tidak dapat dibuka kembali.

Menurut warga setempat, seluruh pekerjanya masuk melalui pintu belakang yang menjadi akses satu satunya jalan keluar masuk. Setiap bekerja biasanya mereka menghabiskan seluruh waktunya di dalam rumah tersebut.

"Ya itu, orang itu kalau mau keluar masuk ya cuma bisa lewat dari pintu belakang itu," ujar warga setempat.

Dikatakan warga, alasan pintu depan ditutup kabarnya supaya kegiatan pekerja di dalam rumah tersebut tidak diketahui pihak luar. Sebab, pabrik mancis tersebut diduga belum memiliki izin karena hanya bersifat home industri.

"Kalau orang nengok dari luar mana ada yang tau karena pintunya memang sengaja ditutup, paling kalau mau masuk dari pintu belakang lah," ujar warga.

Disana mereka bekerja secara borongan. Dimana setiap bahan (mancis) masuk, para pekerja yang semuanya adalah wanita tersebut langsung berdatangan untuk mengambil orderan merakit mancis sampai proses pengepakan.

"Orang yang kerja disitu jarang pulang untuk makan siang, biasanya orang itu bawa bontot dari rumah dan makan di pabrik, makanya siang pas kejadian itu, semuanya terjebak dalam rumah tersebut," kata warga. (ian)
close