Tanpa Plank, Proyek "KOTAKU" Kelurahan Sei Bilah Menjadi Sorotan Warga

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tanpa Plank, Proyek "KOTAKU" Kelurahan Sei Bilah Menjadi Sorotan Warga

Sunday, June 2, 2019


Proyek Kotaku pemasangan paving block di Jalan Sei Bilah, Gang toba, tanpa ada plank proyek

Sei Lepan-MLB.COM

Proyek Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) progres dari Kementrian Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mana dananya mencapai ratusan Milyar Rupiah (Rp) bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

Secara umum, tujuan program Kotaku guna meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya pemukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.

Seperti yang terlihat di Kelurahan Sei Bilah Timur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, di mana program Kotaku sudah memasuki tahap kedua (tahun kedua 2018-2019), namun pembangunan yang di laksanakan menjadi sorotan warga sekitar, pasalnya proyek yang dianggarkan menelan biaya sekitar Rp 1,5 Milyar, dikerjakan tanpa memasang plank proyek.

Hal ini di ungkap beberapa warga kepada MLB.com, "Kita heran, Proyek sudah berjalan namun plank apapun tidak terpasang,kita curiga jika pengerjaan proyek Kotaku ini menyalahi bestex," ucap Am (46) salah seorang warga Sei Bilah kepada wartawan, Minggu (2/6/19).

Dari pantauan wartawan di lokasi, tidak ada satupun pengerjaan proyek yang di pasangi plank, seperti yang terlihat dalam pengerjaan pemasangan paving block di Jalan Sei Bilah, Gang Toba, dan pembuatan parit beton di Jalan Pasar Pipa Sei Bilah, serta proyek lainnya yang tersebar di beberapa titik di Lingkungan I dan II Kelurahan Sei Bilah Timur.

Bahkan, terlihat salah seorang pekerja sedang membongkar satu susunan batu bata bibir penahan paving block yang sudah terpasang, saat di tanya kenapa di bongkar, salah seorang pekerja menjawab, " Salah ukur, ketinggian, makanya harus di bongkar," ucapnya mengatakan jika pengukuran di lakukan oleh tukang.

Jelas terlihat, tukang pelaksanaan pemasangan paving block tidak memahami atau mengetahui volume pengerjaan ,sehingga salah ukur dan membongkar ulang batu bata yang sudah terpasang beberapa puluh meter.

Sementara itu, Apriyanto, Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Bina Mandiri Sei Bilah didampingi Emi Rantiana selaku sekretaris, saat di konfirmasi mengatakan, "Masalah plank nanti kita pasang, mungkin senin sudah ada," ucap Emi singkat.

"Tanpa plank, pekerjanya aja salah, bagaimana kita masyarakat yang tidak ikut di dalamnya, berapa panjang,lebar dan tingginya serta biaya yangvdigunkan kita tidak tau, lagian dari pantauan kita, masih banyak kejanggalan dalam pelaksanaan pengerjaan proyek Kotaku ini, kita lihat aja nanti kedepannya bagaimana, yang jelas kita selaku warga juga mengumpulkan data, karena kita berharap pembangunan yang di laksanakan sesuai dengan yang di harapkan," tambah Am, di amini warga lainnya. (Bud)
close