Lagi, Isu OTT Kembali Gemparkan Langkat

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Lagi, Isu OTT Kembali Gemparkan Langkat

Sunday, July 7, 2019



Langkat-Metrolangkat.com

Operasi Tangkap Tangan (OTT) kembali merebak di Pemerintahan Kabupaten Langkat. Kali ini, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Langkat, disebut-sebut diamankan unit Siber Pungli Poldasu, Sabtu (6/7).

Dua oknum Aparatur Sipil Negeri (ASN) Diskanla Kabupaten Langkat, beserta seorang tenaga honorer dan dua orang Ketua kelompok nelayan penerima bantuan dari Diskanla Langkat disebut-sebut terjaring OTT di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, tepatnya di belakang Toko Rumah Buah, kemarin sore.

Menurut informasi yang diterima, dugaan OTT tersebut berawal ketika Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Diskanla Langkat berinisial A hendak menyerahkan bantuan benih pakan ikan dan perlengkapan budidaya ikan kepada kelompok nelayan yang berasal dari Tanjung Pura. Tak selang berapa lama, masuk tim yang diduga dari Poldasu belasan orang dan langsung mengamankan Kabid Budidaya berinisial A warga Pangkalan Brandan, seorang penyuluh dari Diskanla berinisial D warga Stabat, seorang wanita tenaga honorer berinisial B warga Gebang diduga orang kepercayaan Kabid Budidaya dan dua orang ketua kelompok nelayan.

“Anehnya, tiba-tiba aja orang itu (tim Poldasu) datang dengan dua mobil. Begitu turun dari mobil, pak Kabid dan dua anggotanya beserta ketua kelompok nelayan langsung diamankan. Gak tau jelas apa masalahnya, disitu pun gak ada transaksi serah terima uang. Tau-tau kok mereka langsung dibawa aja sama mereka (tim Poldasu) bang,” beber narasumber yang tak ingin namanya disebutkan kepada awak media.

“Seperti sudah diincar Petugas pak Kabid itu, soalnya kok cuma dia dan dua anggota nya yang dibawa. Padahal ramai ASN semalam di lokasi itu. ASN yang lain gak ada ditanya-tanya. Kami semua yang ada disitu heran, soalnya kami gak tau apa permasalahannya bang,” lanjut narasumber.

Dalam OTT tersebut, selain mengamankan para ASN Diskanla Langkat dan ketua kelompok nelayan, Petugas hanya menyita barang bukti berkas serah terima bantuan yang sudah ditandatangani oleh perwakilan kelompok nelayan. Namun barang bukti bantuan yang diserahkan kepada nelayan tidak disita.

“Kalau bantuan yang diserahkan ke nelayan gak ada disita, semua dibawa oleh nelayan bang,” beber narasumber. (red)
close