Praktek Ilegal Gudang Truck Tanki Menjamur di Langkat, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Praktek Ilegal Gudang Truck Tanki Menjamur di Langkat, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Wednesday, July 10, 2019


Salah satu kawasan gudang ilegal di Kecamatan Gebang

Langkat-Metrolangkat.com

Maraknya usaha ilegal berupa lokasi gudang penampungan Crude Palm Oil (CPO) yang di ambil dari muatan truck tanki pengangkut CPO tersebar di sejumlah titik yang ada di Kabupaten Langkat.

Seperti yang terlihat di Jalinsum Medan-Banda Aceh, khususnya di kecamatan Tanjung Pura, Gebang, Babalan, Sei Lepan, Brandan Barat, Kecamatan Besitang dan Kecamatan lainnya kian menjamur. Bukan rahasia umum lagi jika keberadaan gudang ini merupakan tempat persinggahan bagi para supir truck tanki guna mengurangi isi muatan yang lebih dikenal dengan istilah "Kencing".

Selain truck tanki pengangkut CPO, truck tanki bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi keperluaan perusahan/industri juga sering terlihat memasuki gudang ilegal tersebut, bahkan, disalah satu lokasi di Kecamatan Babalan, truck tanki BBM  berlogo Pertamina dan truck tanki Liquified Petroleum Gas (LPG) sering terlihat parkir yang diduga melakukan aktifitas ilegal mengurangi volume muatan.

Namun keberadaan lokasi gudang ilegal bisnis hitam ini seperti di biarkan oleh aparat penegak hukum sehingga bebas beroperasi, baik siang maupun malam setiap harinya, tanpa ada penertiban dari pihak penegak hukum di jajaran Polres Langkat.

"Bukan rahasia umum lagi, jika Kabupaten Langkat disepanjang Jalinsum Medan-Banda Aceh banyak di temui lokasi dan gudang ilegal mobil tanki kencing. Namun keberadaannya seperti teorganisir tanpa tersentuh hukum," ucap Patarmin (46) salah seorang warga Gebang kepada Metro Langkat.




Dirinya menambahkan, jika para supir di arahkan untuk singgah kelokasi gudang yang sudah ditentukan. Selain ada kesengajaan dan kerjasama supir untuk mencari uang tambahan dengan mengurangi volume muatan, tak ayal juga ada paksaan dan ancaman dari pihak pengelola dengan memaksa para supir untuk singgah dan berhenti.

"Ada paksaan dari orang-orang suruhan mafia pemilik tempat dengan mengancam, tentunya para supir merasa takut akan keselamatannya," ucap  Patarmin, mantan supir truck tanki CPO yang di temui Rabu (10/7/19) pagi, disalah satu rumah makan yang ada di Kecamatan Gebang.

Dari pantauan wartawan di salah satu lokasi di Jalinsum Medan-Banda Aceh tepatnya di Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang-Langkat, terlihat kawasan gudang yang sangat lebar dimana di dalamnya banyak tumpukan drum plastik IBC Tank/tanki Tendon Kempu dengan kapasitas berpariasi yang di duga dijadikan sebagai tempat penampungan minyak ilegal di tutupi terpal biru.

Namun keberadaannya yang tepat di pinggir Jalinsum ini seperti tidak tersentuh hukum, bahkan menurut warga sekitar gudang ini sudah lama beroperasi menjalankan bisnis hitamnya.

"Hampir setiap hari tidak siang maupun malam, mobil tanki CPO masuk ke gudang ini, bahkan jika malam beberapa orang dengan menggunakan alat penerangan seadanya terlihat mengarahkan para mobil tanki yang melintas untuk masuk kedalam gudang,' ucap salah seorang warga yang identitasnya tidak ingin disebutkan.

Menanggapi hal ini, Ramlan (40) salah seorang koordinator LSM Sidik Kasus mengatakan, jika keberadaan lokasi gudang penampungan ini merupakan tindakan melanggar hukum dan harus di tertibkan.

"Maraknya lokasi gudang ilegal penampungan minyak (mobil kencing) merupakan perbuatan melanggar hukum, kita minta kepada pihak penegak hukum khususnya Polres Langkat untuk segera menertibkan lokasi ini, dan siapa oknum yang membecking di belakangnya juga harus di tindak demi tegaknya supremasi hukum di Negeri ini," ucap Ramlan, sembari meminta Polres Langkat untuk bertindak tegas menertibkan lokasi ilegal mobil tanki kencing yang ada di Kabupaten Langkat  (red)
close