Puluhan Tahun Jalan Menuju Telaga Said Dibiarkan Rusak

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Puluhan Tahun Jalan Menuju Telaga Said Dibiarkan Rusak

Thursday, July 4, 2019



Kondisi jalan menuju Desa Telaga Said di Dusun II Desa Securai Utara, Kecamatan Babalan

P.Brandan-Metrolangkat.com

Siapa yang tidak kenal dengan Telaga Said, salah satu kawasan atau Desa yang berada di Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat, dengan Ibukota Pangkalan Brandan.

Pada tahun 1883, Telaga Said sempat menjadi daerah yang sangat di kenal dengan sumur bor perminyakan pertama Indonesia yang berproduksi menghasilkan minyak sehingga Indonesia dikenal Dunia.

Namun, dari tahun ketahun, kehidupan masyarakat sekitar Desa Telaga Said seperti terisolir dari dunia luar dan tanpa ada pembangunan infrastuktur yang dapat menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat, seperti halnya infrastruktur jalan.

Hal ini di ungkap oleh beberapa warga kepada Metro Langkat, bahwa jalan menuju Desa Telaga Said sampai sekarang belum tersentuh pembangunan.

"Kemerdekaan Indonesia akan memasuki usia yang ke-74 tahun, namun kita sebagai warga sepertinya belum Merdeka, sudah puluhan tahun jalan ini tak pernah dibangun, apa ini yang di namakan Merdeka," ucap Suyanto (56) warga sekitar, Kamis (4/7/19).

Dari pantauan wartawan di lokasi, terlihat jalan menuju Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, masih merupakan jalan Desa yang belum beraspal, dengan kondisi jalan tanah bebatuan dimana jika musim kemarau akan sangat berdebu dan jika musim penghujan akan becek dan berlumpur hingga sangat sulit untuk di lalui kendaraan.

Kerusakan jalan mulai terlihat sekitar beberapa ratus meter masuk dari simpang bukit Tugu 100 tahun Dusun II Desa Securai Utara, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, sehingga menyulitkan warga untuk beraktifitas sehari-hari, terutama dalam pendistribusian hasil panen.

Bahkan menurut warga, jika malam hari, jalan ini sangat rawan akan kejahatan dan kecelakaan, karena kondisi jalan yang rusak tanpa penerangan, tak jarang jika musim penghujan warga yang sudah kemalaman ingin pulang ke Desa Telaga Said mengurungkan niatnya dan bermalam dengan menumpang di rumah warga sekitar.

"Jika di lihat dari luar, jalan tugu 100 tahun ini mulus bak wajah seorang putri, namun itu hanya di luar sebagai pencitraan, jika sudah masuk kedalam kondisinya bagai langit dan bumi, jalannya hancur dan rusak tanpa ada pembangunan jalan aspal yang layak, dan keadaan ini di biarkan sejak puluhan tahun silam," ucap Patarmin (49) warga lainnya.

Kekesalan warga bukan hanya sebatas permasalahan jalan, masih banyak persolan lainnya menyangkut kesejahteraan masyarakat, seperti jauhnya akses Pendidikan (Sekolah), Kesehatan (Puskesmas) dan jarak Desa ke Kantor Kecamatan.

"Dengan kondisi jalan yang rusak, kita pasti mengeluarkan biaya lebih dalam kegiatan sehari harinya. Tentunya ini menambah beban keluarga dari segi biaya. Kita harap Pemerintah Kabupaten Langkat mendengar keluh kesah masyarakat dan secepatnya membangun berbagai infrastruktur terutama jalan yang layak," ucap warga sebari berharap agar Pemerintah tidak tutup mata dengan kondisi jalan Desa Telaga Said saat ini. (Bud)
close