Hutang Tak Dibayar, Teman Semasa Kecil Ditikam dan Ditanam di Dalam Sumur

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Hutang Tak Dibayar, Teman Semasa Kecil Ditikam dan Ditanam di Dalam Sumur

Tuesday, August 13, 2019


Tersangka saat di amankan petugas

Serapit-Metrolangkat.com


Sat Reskrim Polres Langkat berhasil menangkap seorang tersangka terkait kasus tindak pidana pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan.

Tersangka Dede Sahputra (21) warga Dusun V Desa Sumber Jaya, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, dimana dirinya ditangkap pada Minggu (11/8/19) sekitar pukul 03.00 Wib di lokasi dekat rumahnya.

Saat akan ditangkap, tersangka sempat melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki tersangka. Oleh Petugas, tersangka kemudian dibawa ke rumah sakit Putri Bidadari untuk mendapat perawatan medis dan selanjutnya di boyong ke Polres Langkat.

Informasi yang dirangkum Metro Langkat, penangakapan tersangka terkait kasus tindak pidana pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan, atas nama korban RW (17) warga Klingking, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, yang terjadi pada Jumat (26/8/19) lalu, dan dilaporkan kepihak berwajib pada Sabtu (10/8/19).

Dari hasil pemeriksaan dan keterangan tersangka, terungkap jika kasus pembunuhan ini berawal dari soal hutang piutang, dimana sebelumnya pada tanggal 2 April 2019, korban (RW) menelpon tersangka untuk meminjam uang sebesar Rp 950.000, dengan alasan untuk biaya berobat orangtuanya.

Kemudian setelah bertemu di Telkom Musam Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, korban meminta tambahan sebesar Rp 1.050.000, dan pinjaman ini dipenuhi tersangka dengan janji akan dikembalikan dalam tempo 1 bulan.

Namun setelah 1 bulan, hutang tidak bisa di bayar dan korban menjanjikan dalam 1 minggu kedepan, sesuai janji seminggu kemudian tersangka menjumpai korban dan bermaksud menagih hutang yang di janjikan. Namun agi-lagi korban tak bisa membayar dengan alasan tidak punya uang, sehingga tersangka merasa sakit hati karena sudah ditipu.

Haripun terus berlanjut, hingga pada Jumat (26/7/19) sekitar pukul 15.00 Wib, tersangka yang sudah mempersiapkan senjata tajam berupa pisau dapur, menelpon korban agar datang ke Parit Kelingking, Desa Sumber Jaya.

Tak lama kemudian, korban dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio datang kelokasi. Saat bertemu, keduanya terlibat adu mulut dan bertengkar yang berujung tersangka memukul korban dengan tangan kanannya.

Kemudian korban membalas memukul pelaku dan keduanya terlibat perkelahian yang cukup lama, hingga akhirnya tersangka menendang dada korban dan terjatuh dimana kepala korban terbentur pohon sawit hingga berdarah.

Akibatnya, korban langsung jatuh tertelungkup. Melihat keadaan ini, tersangka menduduki korban dan menikam korban di atas pinggang dengan pisau yang di bawanya. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, tersangka mendorong korban kedalam sumur tua yang ada di sekitar lokasi.

Tidak hanya itu, tersangka juga berusaha menutupi tubuh korban dengan goni, dan mengubur korban dengan tanah menggunakan cangkul, setelah itu ditinggal begitu saja. Sementara sepeda motor korban di tutupi dengan daun  pelepah pohon kelapa sawit.

Keesokan harinya, Sabtu (27/8/19), tersangka kembali kelokasi dengan membawa 3 cat pilox warna silver, merah dan hitam dop serta membawa kunci pas 10-11, 12-13 dan obeng, kemudian mengecat sepeda motor korban.

Selanjutnya, sepeda motor di bawa tersangka ke bengkel untuk mengganti ban dan sarung stang, lalu di gunakan tersangka untuk beraktifitas sehari-hari, sebelum akhirnya dirinya di tangkap.

Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan SIK melalui Kasubag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan mengatakan, tersangka ditangkap terkait kasus tindak pidana pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan.

"Pada saat akan ditangkap, tersangka berusaha melawan hingga akhirnya harus dilumpuhkan," ucap AKP Arnold Hasibuan, sembari menjelaskan jika tersangka sudah di amankan sambil menunggu proses hukum selanjutnya.

Sementara itu, jasad korban (red-Regi) ditemukan warga sudah dalam keadaan membusuk dan menjadi tengkorak pada Sabtu (10/8/19) di sebuah sumur tua di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Serapit.

Jasad korban di kenali orangtua korban dari pakaian dan sandal yang dipakainya saat terakhir kali keluar meninggalkan rumah. Korban di ketahui masih berstatus sebagai pelajar kelas II SMA di salah satu sekolah yang ada di Kecamatan Serapit, dan tersangka merupakan teman kecil korban. (bud)
close