Hukuman Berat Menanti Tersangka Ayah Pembunuh Anak

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Hukuman Berat Menanti Tersangka Ayah Pembunuh Anak

Thursday, September 5, 2019


Tersangka Riki Ramadhan Sitepu


Salapian-Metrolangkat.com


Ayah Biadab asal Langkat yang tega membunuh anak tirinya yang masih berusia 2 tahun 3 bulan, Riki Ramadhan Sitepu (30) warga Desa Sei Tembuh, Kelurahan Pekan Kuala, Salapian, akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sebab, perbuatan Pria yang tega menyiksa anak tirinya yang bernama Muhammad Ibrahim Ramadhan alias Akil, sungguh merupakan perbuatan diluar batas.

Bagaimana tidak, seorang anak yang masih lucu lucunya tersebut harus menerima siksaan yang cukup berat dari sang Ayah Tiri (tersangka) dengan cara dipukul dibagian bahu, kaki, tangan dan pantat.

Tak hanya itu, sebelum ditemukan meninggal dunia dan Jasad korban dikubur di lereng Bukit Kebun Karet dengan kedalaman sekitar 50 Meter yang berada di Dusun l Desa Panco Warno, Korban juga disiksa dengan cara disulut api rokok pada bagian tangan, kuping, bahu, dan selanjutnya memasukkannya kedalam karung serta digantung diluar Gubuk.

Tragisnya lagi, setelah mengetahui Korban meninggal dunia, Ibu Kandung korban yang diketahui bernama Sri Astuti (28) malah ikut menguburkan jasad anak kandungnya tersebut tanpa memberitahukannya kepada masyarakat atau pun pihak berwajib.

Atas perbuatannya yang sangat kejam itu, tersangka Riki Ramadhan Sitepu akan diancam Pasal berlapis tentang Undang Undang Perlindungan Anak.

Hal itu ditegaskan Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan, melalui Kasatreskrim AKP Teuku Fatir Mustofa.

"Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal berlapis, yaitu Pasal 340 Jo Pasal 338 KUHP sub Pasal 80 Ayat (3) dan Ayat (4) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak," beber Perwira Polisi ini.

Lebih lanjut ditegaskan AKP Teuku Fatir Mustofa, saat ini tersangka sedang menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Langkat.

"Tersangka sedang dirawat di Rumah Sakit," ucapnya mengakhiri pembicaraan.




Diberitakan sebelumnya, entah Syetan apa yang masuk ditubuh Riki Ramadhan Sitepu (30) warga Desa Sei Tembuh, Kelurahan Pekan Kuala, Kabupaten Langkat, hingga tega menghabisi nyawa anaknya sendiri.

Tindak Pidana Penganiayaan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia tersebut dilakukan korban di Kebun Karet yang berada di Dusun I Desa Panco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat ini diduga dilakukan selama berhari hari hingga akhirnya korban menghembuskan nafas terakhir.

Sedangkan korban yang merupakan anak Tiri Pelaku diketahui bernama Muhammad Ibrahim Ramadan alias Akil yang masih berusia 2,3 tahun, yang tercatat sebagai warga Dusun III Batu Guru, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.




Menurut informasi yang diterima awak media, penyiksaan yang dilakukan Pelaku (Ayah Tiri korban) hingga akhirnya korban meninggal dunia terjadi mulai hari Senin hingga Minggu (19-25/8/2019) dengan cara memukul dibagian Bahu, Kaki, Tangan dan Pantat korban.

Penganiayaan yang diterima korban ternyata tidak sampai disitu saja. Pelaku juga menyundut rokok di bagian Tangan, Kuping, Bahu serta memasukan Korban ke dalam Goni serta di gantung diluar Gubuk. Akhirnya, pada hari Selasa (27/8/2019) sekitar Pukul 17.00 Wib, Korban meninggal dunia.

Kekejaman Pelaku tidak sampai disitu saja, mengetahui korban meninggal dunia, ia mengajak istrinya (ibu kandung korban) yang diketahui bernama Sri Astuti (28) warga Dusun VIII Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, untuk mengubur anaknya di bawah lereng Bukit dengan kedalaman sekitar 50 Meter.

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya Rabu (4/9/2019) sekira Pukul 10.00 Wib, diterima informasi dari Sekdes Panco Warno yang bernama Berma Ginting, dan diteruskan ke Bhabinkamtimbas setempat Bripka Ramidi bahwa di Kebun Karet milik Sinar Tarigan yang berada di Dusun I, Desa Panco Warno, ada sebuah Gubuk yang ditinggali oleh satu keluarga yang disuruh pemilik kebun untuk mengelola kebun karetnya.

Disinilah kecurigaan warga mulai muncul, karena sudah sekitar 5 hari, warga sekitar tidak melihat anak kecil (Korban) dari keluarga tersebut.

Merasa curiga, akhirnya Bhabinkamtibmas Bripka Ramidi, bersama Babinsa dan warga sekitar, mendatangi tempat tinggal berupa Gubuk keluarga tersebut yang berada di kebun karet.

"Setelah tiba di Gubuk tersebut, kami tidak menemukan penghuninya," beber Bripka Ramidi.

Upaya pencarian pun dilakukan sekitar Gubuk. Pada saat itulah ditemukan gundukan tanah yang disampingnya ditemukan Sandal Anak-Anak. Kecurigaan tersebut semakin bertambah setelah gundukan tersebut menimbulkan aroma tak sedap.

"Pada saat dilakukan pengorekan dibagian atas gundukan, ditemukan sehelai kain panjang," tegas Ramidi, dan selanjutnya melaporkan penemuan tersebut ke Kapolsek Salapian AKP Junaidi SH.

Tak berselang lama, Kapolsek Salapian AKP Junaidi SH, beserta Kanit Reskrim Iptu Master Purba SH, Kanit Intel Iptu Ruswandi, Kanit Samapta Ipda Suyono dan anggota, langsung berangkat ke TKP.

Pengamanan pun dilakukan untuk kepentingan olah TKP. Akhirnya, Kapolsek Salapian melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolres Langkat dan Kasat Reskrim.

Menerima laporan tersebut, Kanit Pidum Reskrim Polres Langkat Iptu Bram beserta anggota, turun ke lokasi dan melakukan olah TKP dan Identifikasi, selanjutnya Korban dilakukan Otopsi di RS Bhayangkara Medan.

Atas kejadian tersebut, pencarian pun dilakukan terhadap diduga Pelaku (Riki Ramadhan Sitepu) dan Istrinya (ibu kandung korban) dengan membagi menjadi 3 Tim.

Akhirnya, pada hari Rabu ( 4/9/2019) sekira Pukul 21.30 Wib, didapat informasi dari masyarakat bahwa Suami Istri tersebut tampak mencurigakan dan berjalan di sekitar Jalan umum, tepatnya di Jalan Binjai-Bukit Lawang.

Masyarakat pun akhirnya melaporkannya kepada Personil Polsek Salapian. Pencarian pun langsung dilakukan oleh Aiptu Wahyu, Aiptu Darman dan Aiptu Chandra. Kerja keras Petugas Kepolisian akhirnya membuahkan hasil. Sebab, Suami Istri yang dicari sesuai ciri ciri yang ada terlihat oleh Petugas.

Penghadangan dengan menggunakan Sepeda Motor pun langsung dilakukan Petugas. Selanjutnya, keduanya langsung diamankan di Polsek Salapian.

"Setelah dilakukan introgasi, Suami Istri tersebut mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap Korban," tegas Kapolsek Salapian AKP Junaidi SH.

Tidak hanya mengamankan Pasutri tersebut, Petugas Kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa Sendal anak-anak, KTP asli Sri Astuti, Gelang, Cincin, HP merk Mito, Dompet, Sepatu Merk Adidas dan Baju serta Celana anak-anak. (red)
close