Muhri Nyatakan Serius Maju Jadi Calwakot Di Pilwako Kota Rambutan



Muhri Fauzi Hafiz


Binjai-Metrolangkat.com


Mantan Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat, Muhri Fauzi Hafiz, menyatakan jika dirinya siap dan serius maju menjadi Calon Walikota pada Pilwako Kota Binjai 2020 mendatang. Hal itu disampaikannya, Jumat (4/10) tadi sore di salah satu Cafe di Kota kecil ini.

Bang Fauzi, sapaan akrab dari pria kelahiran Binjai 25 Desember 1979 lalu itu menyebutkan, ketegasan dirinya menyatakan siap menjadi salah satu kontestan Calon Walikota di kota yang berjuluk kota rambutan ini untuk menjawab pertanyaan warga Binjai terkait ikut atau tidaknya ia dalam Pilwako serentak 2020 nanti.

Diakui mantan Ketua Komisi A DPRD Sumut itu, menghadapi Pilwako Binjai 2020 ini, ia sudah melakukan lobi-lobi Politik dengan beberapa Parpol untuk menjadi sampan Politiknya sebagai Calon Walikota Binjai.

“Peluang dari jalur Parpol masih ada, meski tidak besar,” ujar pria keturunan melayu serta alumnus SMA Plus Matauli Tapanuli Tengah itu.

Sambungnya lagi, jika dirinya gagal atau tidak mendapatkan Partai Politik sebagai perahunya dalam di Pilwako Binjai 2020 nanti, Muhri mengaku akan memastikan maju dari jalur Independen atau perseorangan.

“Saya 100 persen akan maju sebagai Calon Walikota Binjai, dan saya siap bersaing dengan nama-nama besar yang akan tampil di Pilwako nanti,” tegas Muhri.

Ungkap Muhri lagi, keseriusannya untuk maju di Pilwako Binjai 2020 nanti, tak lain memiliki keinginan mewujudkan daerah yang berjuluk “Kota Rambutan” ini, menjadi daerah layak huni dan mengangkat ekonomi masyarakat Binjai melalui kemandirian.

“Siapa yang tidak mendambakan tinggal di kota layak huni (livable city)? Selain bisa menikmati kenyamanan, penduduk yang tinggal di dalamnya tentu mendapat berbagai kemudahan yang lebih daripada di kota-kota lain," ujar Muhri Fauzi Hafiz.

Putra daerah, yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Binjai, menyebutkan, untuk menjadikan Kota Binjai ini sebagai Kota Layak Huni, tentunya harus memenuhi sejumlah indikator.

“Ketersediaan kebutuhan dasar seperti perumahan, air bersih, jaringan listrik, dan sanitasi. Tentu saja kebutuhan transportasi dan fasilitas kesehatan juga terpenuhi. Itulah indikator yang harus dipenuhi untuk menuju kota layak huni," ujarnya seraya menambahkan itulah keinginannya membangun Kota Binjai.

Masih terkait kota layak huni, menurut Muhri, Goal Kota Layak Huni itu, dengan sendirinya akan tercapai kesejahteraan rakyat, karena semua kebutuhan telah tercukupi. Tentunya, sambung Muhri, program yang diusungnya ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumut “Membangun Desa Menata Kota” yang merupakan perpanjangan pemerintah pusat.

“Untuk dapat menjadi suatu kota yang layak huni, tentu dapat dilihat dari berbagai aspek fisik yang menyiapkan beragam fasilitas seperti infrastruktur, perencanaan, hubungan sosial, kegiatan ekonomi. Dan ending dari kota layak huni nantinya tidak ada lagi warga yang bekerja di luar daerah," ujarnya seraya menambahkan keinginan ini tidak akan terwujud, tanpa adanya partisipasi masyarakat dalam pembangunan, termasuk dukungan fungsi ekonomi, sosial, budaya, serta kualitas lingkungan itu sendiri.

Tidak kalah penting lagi, sambungnya, bagaimana adanya ruang publik sebagai wadah berinteraksi antar komunitas, agar tetap nyaman.

“Faktor tersebut sangat mempengaruhi keamanan dan keselamatan anggota masyarakat yang tinggal di dalamnya," ujarnya.

Tak hanya itu, Muhri Fauzi juga berkeinginan menjadikan Kota Binjai ini terbebas dari peredaran narkoba. Hal itu diungkapnya, karena saat ini kota ini merupakan kota terbesar kedua di Sumut setelah Medan, menjadi kota dengan maraknya peredaran narkoba terutama jenis sabu-sabu.

“Saya akan membawa Binjai kearah kota yang nyaman dan bebas narkoba. Saya akan usung itu di Pilwako Binjai mendatang,” ujarnya seraya menambahkan itu impian semua masyarakat Kota Binjai saat ini. (Ars/put)
Previous Post Next Post