Iklan

Tak Ada Dokter, Pasien Puskesmas P. Brandan Pulang Dengan Kecewa

Monday, October 21, 2019, 9:30:00 PM WIB Last Updated 2019-10-21T14:30:20Z



P.Brandan-Metrolangkat.com


Pasien Puskesmas P. Brandan kembali menelan Pil pahit. Sebab, karena tidak adanya Dokter jaga, keluarga pasien yang akan membawa anaknya untuk berobat dan ditangani langsung oleh Dokter, harus kembali dan membawa anaknya pulang dengan rasa kecewa.

Hal ini di alami Dwi Rahayu (19) seorang ibu rumah tangga warga P.Brandan, yang mana pada Senin (21/10/19) malam sekitar pukul 19.30 Wib, datang membawa anaknya yang bernama Intan Maisyaroh (3) untuk berobat ke Puskesmas P.Brandan.

Namun sesampainya di sana, dirinya merasa sangat kecewa, karena salah seorang perawat mengatakan tidak ada Dokter.

"Tidak ada Dokter, kalau ibu mau rawat inap, biar kami infus dan kasih obat," ucap Dwi, menirukan perkataan salah seorang perawat saat itu.

Sebelumnya, Intan Maisyaroh (3) mengalami gejala demam, panas tinggi serta muntah mengeluarkan darah kehitaman dari mulut dan hidung. Sementara itu, dirinya tidak memiliki kartu kesehatan dari Pemerintah.

Dwi Rahayu saat ditemui Metro Langkat di rumah orangtuanya di Kelurahan Sei Bilah Timur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, kepada Metro Langkat mengatakan jika Suaminya saat ini sedang merantau ke Negeri Sebrang, Malaysia.

 "Suami saya baru berangkat merantau ke Malaysia, sementara si kecil gak ada kartu kesehatan, saat di bawa ke Puskesmas Brandan dokter gak ada," ucap Dwi Rahayu sedih sambil melumuri anaknya dengan ramuan tradisional.

Saat ini, kondisi Intan masih terbaring lemas dengan badan panas tinggi dan menggigil. Didampingi ibunya, terlihat pihak keluarga sedih kebingungan melihat kondisi Intan, bersyukur dengan biaya seadanya selepas pulang dari Puskesmas P.Brandan, Intan dibawa ke bidan yang membuka praktek di Sei Bilah.

Sementara itu, beberapa warga yang ditemui wartawan mengatakan, jika kejadian ini bukan baru pertama kali,  dimana pasien harus kecewa dengan pelayanan Puskesmas P.Brandan.

"Sudah sering warga mengalami nasib seperti ini, saat mau berobat selalu alasannya tidak ada Dokter, sementara kita pasien butuh penanganan cepat yang bersipat darurat," ucap warga kecewa. (Bud)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+
close