Iklan

Terdakwa Kasus Pencabulan Belasan Anak Dituntut 16 Tahun Penjara

Tuesday, October 22, 2019, 7:00:00 PM WIB Last Updated 2019-10-22T12:00:06Z


Beberapa orangtua korban berada di Kantor PN Stabat

Stabat-metrolangkat.com


Hari ini, Selasa (22/10) Siang, digelar sidang tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rio Bataro Silalahi SH dari Kejaksaan Negeri Langkat, terkait kasus pencabulan Siswa.

Dalam sidang tersebut, Jaksa menuntut 16 tahun penjara dan denda Rp 800 Juta terhadap Terdakwa Dedi Suwandi (40) dalam kasus pencabulan terhadap belasan Siswanya di salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, yang dilaporkan ke Polisi oleh Orangtua Siswanya tersebut yang terjadi pada Maret 2019 lalu.

Pada Sidang tersebut, JPU membacakan tuntutan tersebut dalam sidang tertutup dihadapan Majelis Hakim yang di Ketuai oleh Effendi SH, diruang sidang Garuda Pengadilan Negeri Stabat, Langkat.

Kasi Pidum Kejari Langkat Anggara Hendra Setya Ali SH. MH, saat ditemui usai sidang menyebutkan bahwa Terdakwa dituntut 16 tahun penjara, denda Rp 800.000.000, dengan subsider 6 bulan kurungan Penjara, serta membebankan kepada Terdakwa untuk membayar restritusi kepada para korban.

"Tuntutan maksimal sebenarnya 15 tahun penjara. Namun karena ada pemberatan pemberatan lain, sehingga Terdakwa dituntut 16 tahun penjara, ditambah membayar Restitusi," ucap Hendra.

Dirinya juga mengatakan, sidang selanjutnya dengan agenda pembacaan pembelaan Terdakwa akan digelar pekan depan, tepatnya pada Selasa, 29 Oktober 2019 mendatang.

Sementara itu, UPTD P2TP2A Provinsi Sumatera Utara, M Mitra Lubis SH, memberikan apresiasinya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang telah menuntut tersangka diatas hukuman penjara maksimal dalam kasus pencabulan terhadap anak tersebut.

"Kami sangat meapresiasi JPU yang telah menuntut terdakwa Dedi Suwandi, dengan hukuman diatas maksimal," sebut M Mitra Lubis SH, didampingi Kepala Seksi UPTD Dinas P2TP2A Provinsi Sumatera Utara.

Mitra yang didampingi Enis Safri Aldin, Koordinator P2TP2A Kabupaten Langkat, juga menyatakan pihaknya dan para orangtua korban yang hadir dalam sidang Kedua ini mengaku puas. Sebab, Walau sempat dibantah oleh terdakwa, namun dalam Sidang tersebut terungkap fakta di Persidangan adanya kesaksian 3 korban yang menyatakan mengalami Sodomi dari Terdakwa.

Di tempat yang sama, beberapa orangtua korban yang hadir di ruang Pengadilan Negeri saat sidang berlangsung,  mengaku jika mereka menginginkan hukuman yang seberat beratnya bagi Terdakwa. (Dky)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+
close