-->

Iklan

Anak Tuan Guru Babussalam : Walau Sakit, Ayah Tidak Pernah Mengeluh

Sabtu, 16 November 2019, 22.40.00 WIB Last Updated 2019-11-16T15:40:41Z




Langkat-Metrolangkat.com


Ratusan bahkan ribuan masyarakat mulai mendatangi Pondok Pesantren Tuan Guru Babussalam Syekh H Hasyim Al Syarwani, yang beralamat di Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat.

Kedatangan masyarakat tersebut karena mereka mendengar kabar duka atas meninggalnya Pimpinan Pondok Pesantren Tuan guru Babussalam, Syekh H Hasyim Al Syarwani, Sabtu (16/11) Siang.

Pantauan awak media, Jenazah almarhum Tuan Guru Syekh H Hasyim Al Syarwani, tampak disemayamkan sementara diatas tilam berbalut Sprai putih. Jenazah juga ditutupi oleh sehelai kain putih.

Sementara itu, beberapa keluarga dan masyarakat yang datang mengelilingi jenazah almarhum, terus melantunkan ayat-ayat suci Alqur'an.

Salah seorang anak almarhum Tuan Guru Muhammad Zamroni, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, selama ini almarhum Orangtuanya memang memiliki riwayat penyakit jantung, namun almarhum tidak pernah mengeluh.

"Bapak di Diagnosa oleh Dokter mempunyai Penyakit Jantung, namun tidak dirasakan oleh Beliau. Bahkan kami bersama almarhum sempat jalan jalan ke Jakarta dan sempat ketemu dengan Pak Dahlan Iskan," ucap Muhammad Zamroni.

Lebih lanjut diceritakan Muhammad Zamroni, pada saat ke Jakarta, tepatnya tahun 2012, dirinya bersama almarhum sempat mendatangi RS Meditra Jakarta. Disana saat beliau diperiksa, Dokter terkejut dengan kondisi Tuan Guru. Sebab, saat diperiksa detak jantungnya tertutup hingga 80-90 persen.

"Disinilah keajaiban jika kita mengikuti pengajian Tarikat Naqsabandiyah. Jadi meski jantung ini tak bekerja sesuai dengan hasil medis, namun kondisi kita sehat, memang sih secara umum itu tidak mungkin. Namun itulah yang terjadi. Karena dalam pengajian ini kita berdzikir, mulut tidak berbicara atau berucap. Namun hatilah yang berdzikir sehingga hati kita bersih," jelasnya.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, lanjut Muhammad Zamroni, beliau kerap mengeluhkan penyakit urat kejepit yang akhir-akhir ini menyerangnya. Karena kerap mengalami nyeri, hingga akhirnya beliau kerap meminum obat penahan nyeri.

Ternyata diduga obat penahan nyeri inilah yang membuat perut beliau kerap mengalami sakit. Sebab, beliau sering berpuasa dan akhirnya mengalami muntah-muntah.

"Kondisi ini akhirnya yang membuat keluarga membawa ayah ke rumah sakit Colombia Medan, tepatnya tanggal 15 November kemarin," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Muhammad Zamroni, pada saat berada di Rumah Sakit, beliau pun tidak pernah mengeluh. Bahkan selama satu malam, saya dan beberapa keluarga terus mendampingi ayah untuk berbincang dan berzikir bersama.

"Hingga hari ini, akhirnya ayah menghembuskan nafas terakhirnya," tutup Muhammad Zamroni. (red)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+