-->

Iklan

Bangkai Babi Dibuang Sembarangan, Ralin Sinulingga : Pemkab Langkat Harus Klarifikasi

Senin, 18 November 2019, 18.02.00 WIB Last Updated 2019-11-18T11:03:04Z



Ralin Sinulingga (foto net) 

Langkat-Metrolangkat.com


Merebaknya kabar bangkai Babi yang terindikasi terkena penyakit sehingga banyak di buang ke Sungai, Danau hingga ke Laut, tentunya merugikan para nelayan maupun warga yang berprofesi sebagai pencari Ikan.

Sebab, Ikan yang mereka dapat, baik dari Laut maupun Sungai atau Danau, tidak laku dijual kepada pengepul.

Hal itu tentunya merugikan mereka para nelayan maupun pencari Ikan lainnya. Sebab, hanya dengan mencari Ikan, mereka bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dan kebutuhan anak anaknya untuk Sekolah.

Seperti yang terjadi di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Akibat merebaknya kabar bangkai Babi yang dibuang sembarangan dan terindikasi penyakit, sudah berhari hari para nelayan di Desa tersebut harus gigit jari karena hasil tangkapan Ikan mereka tidak laku dijual kepada Pengepul Ikan. Padahal para Nelayan harus pergi ketengah Laut dengan menempuh bermil mil untuk mendapatkan Ikan.

Terkait hal itu, Wakil DPRD Kabupaten Langkat, Ralin Sinulingga, angkat bicara. Sebagai Wakil rakyat, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Langkat untuk bertindak cepat menyikapi hal tersebut.

"Pemkab Langkat harus bertindak cepat untuk melakukan klarifikasi bahwa dampak dari penyakit kolera babi tersebut," tegas Ralin, Senin (18/11).

Legislator dari Partai PDI Perjuangan ini menambahkan, agar para nelayan tidak terus merugi, Pemkab Langkat juga harus menyampaikan dampak ekonomi masyarakat terkait isu tersebut.

"Karena masyarakat takut makan Ikan, sehingga di pasar Ikan turun omset penjualan mereka yang mengakibatkan nelayan merugi," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Ralin Sinulingga juga meminta kepada Pemkab Langkat, untuk berkordinasi dengan MUI. Hal itu agar tidak ada gesekan SARA.

Lebih lanjut dikatakan Pria berkacamata ini, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten akan membentuk Posko penanggulangan penyebaran Virus Kolera Babi di setiap Kecamatan se-Kabupaten Langkat.

"Menurut mereka dipastikan Langkat tidak terjangkit. Karena hanya 13 Kabupaten Kota di Sumatera Utara yang terjangkit penyakit sehingga banyak Babi yang mati," bebernya.

Tidak hanya para nelayan atau pun para pencari Ikan. Akibat merebaknya kabar bangkai Babi yang dibuang sembarangan, para pedagang rumah makan juga terkena imbasnya.

"Peternak Babi pun ikut menjadi korban karena masyarakat takut terjangkit virus tersebut," tutup Ralin Sinulingga. (red)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+