-->

Iklan

Boat Karam Dipukul Ombak, 7 Nelayan Langkat Menyabung Nyawa Ditengah Laut

Jumat, 08 November 2019, 23.52.00 WIB Last Updated 2019-11-08T16:52:16Z

para nelayan saat di rawat di RS Pertamina P. Brandan

P.Brandan-MetroLangkat.com

Satu unit boat berisi 7 orang nelayan asal P.Brandan, dengan nama boat KM Sabana  PB 2214,
Jumat (8/11/19) dinihari sekitar pukul 02.00 wib, karam ditengah laut  perairan Selat Malaka akibat di hantam ombak besar. 

Beruntung tidak ada korban jiwa, namun ke-7 nelayan ini harus bertahan hidup ditengah laut dengan kondisi cuaca eksrim, dengan berpegangan tutup peti (tutup palka ikan) selama lebih kurang 10 jam di dalam air, sebelum akhirnya diselamatkan oleh boat nelayan lainnya. 

Adapun ke-7 nelayan ini bernama, Zainal Abidin alias Buyung (48) selaku Nakhoda kapal dan enam (6) Anak Buah Kapal (ABK) diantaranya Razak (25), M NurLian Syah (20), Zulham (43) Anarullah Putra (26), M Toha (39) serta M Sofyan (18), semunya warga Jalan Babalan Kelurahan Brandan Timur Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat. 

Keterangan yang di peroleh Metro Langkat dari Zainal Abidin alias Buyung (nakhoda kapal) saat di Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan (RSPPB), mengatakan, saat itu boat yang dibawanya sedang menuju pulang dari melaut, saat tiba di line 2, boat di hantam ombak besar, hingga karam ditengah laut.

"Cuaca malam itu sedang hujan deras, angin dan berombak, tiba-tiba ombak besar langsung menghantam boat kami, dengan keadaan boat penuh muatan ikan, boat tak sanggup bertahan dan karam", ucap Buyung dengan keadaan lemas didampingi istrinya. 

Dengan keadaan hujan badai dan ombak, para ABK berusaha mencari pelampung untuk menyelamatkan diri, saling bergandengan agar tidak hilang satu sama lain, para nelayan yang terombang ambing di tengah laut ini berusaha mencari pegangan guna bertahan hidup. 

Beruntung dalam keadaan gelap gulita di tengah laut dan terhempas ombak kesana kemari, para nelayan ini berhasil mendapatkan tutup palka ikan yang terbuat dari sterofoam fiber glass, dan menjadi penyelamat hingga akhirnya mereka diselamatkan nelayan lain. 

"Kami diselamatkan nelayan lain sekitar pukul 12 siang, keadaan kami sangat lemas dan kedinginan", ucap Anarullah Putra salah seorang ABK. 

Sementara itu, Syahril Suryadi alias Saleh, pengusaha ikan yang tak lain toke dari para nelayan yang mengalami musibah, mengatakan, kalau ini merupakan musibah, walaupun mengalami kerugian harta benda namun yang paling utama, nyawa para nelayan selamat dan semua dalam keadaan baik-baik. 

"Alhamdulillah mereka semua selamat, saat ini mereka masih mendapatkan perawatan medis, 10 jam didalam air bukan waktu yang singkat, tentunya kesehatan mereka harus diperiksa dan mereka harus istirahat", ucap Saleh. 

Saat ditemukan terapung ditengah laut sekitar pukul 12.00 wib, para nelayan ini harus menempuh perjalan pulang ke kota Brandan lebih kurang  sekitar 9-10 jam, hingga sekitar pukul 21.00 wib, sesampainya di Brandan, para nelayan ini langsung di larikan ke RS Pertamina P. Brandan untuk mendapatkan perawatan medis.  (Bud) 


Nb:foto para nelayan saat di rawat di RS Pertamina P. Brandan
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+