-->

Iklan

Calon Ketua Umum Partai Golkar : Karakter Adalah Modal Utama

Rabu, 06 November 2019, 08.24.00 WIB Last Updated 2019-11-06T03:38:13Z





“Negarawan memotong Domba, Politisi mengulitinya"

                         (Austin O’Malley, 1858–1932)





Ditulis oleh : Mohammad Radius Anwar 


Peneliti di The Gondangdia Institute



Menjelang Munas partai Golkar Desember 2019 mendatang, Calon Ketua umum haruslah memiliki kemampuan dan pengalaman yang mampu mengangkat perekonomian serta menjaga stabilitas dan suasana Politik yang kondusif (tidak gaduh) serta mampu menjadikan Partai sebagai mitra strategis Pemerintah dalam lima tahun ke depan.

Kemampuan itu lahir dari tempaan Organisasi, jam terbang di Pemerintahan, serta memiliki karakter yang kuat, karakter pribadi itu terkait dengan integritas, kapabilitas, loyalitas dan profesionalitas.

Karakter, kata Abraham Lincon Presiden Amerika Serikat  ke–16, ibarat seperti pohon, bayangan pohon itu adalah reputasinya yang kita pikirkan, dan pohon itu adalah sesuatu yang nyata adanya. Setiap manusia memiliki karakter yang berbeda–beda dan unik antara satu dengan yang lainnya.

Karakter berasal dari bahasa Latin “kharakter”, “kharessin”, “kharax” dalam bahasa Inggrisnya “character”, sementara menurut para ahli psikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan seseorang pada suatu tindakan. Sebab itu, Jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu diketahui,  maka dapat pula diketahui individu tersebut akan bersikap untuk sebuah kondisi–kondisi tertentu.

Jadi, karakter adalah nilai–nilai yang khas, baik watak, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan yang diyakini dan dipergunakan sebagai cara pandang, berpikir, bersikap, berucap dan beritingkah laku dalam kehidupan sehari–hari.

Dari karakter yang ada pada diri manusia, terdapat nilai–nilai karakter berdasarkan budaya bangsa seperti religius, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat, kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Demikian nilai–nilai yang dapat dirangkum dari berbagai sumber (liputan6.com dan maxmanroe.com).

Oleh sebab itu kiranya penting sekali ketika menghadirkan seorang kandidat Caketum Partai Golkar haruslah memiliki karakter yang kuat, karakter layaknya seorang pemimpin yang lengkap utuh, dan otentik. Seperti halnya diibaratkan sebuah pohon tadi, kebetulan lambang Partai Golkar adalah pohon Beringin (nama Latinnya ficus benjamina), karakter  pohon ini kuat, besar, akarnya banyak dan punya nilai magis dibelahan negara Asia, afrika dan Australia.

Itulah karakter Beringin, demikian halnya dengan profil Calon Ketua Umum partai Golkar harusnya memiliki karakter yang kuat dan mumpuni. Cakap dalam berkomunikasi politik, diterima dikalangan Stakeholder oleh pasar dan Partai Politik, terutama di akar rumput partai Golkar, dan harus memiliki reputasi di dalam dan di luar Negeri selama bertugas, berpengalaman dalam memimpin.

Hal ini penting sebagai Credit Point agar Ketua Umum Partai Golkar kedepan memiliki rekam jejak yang bisa diterima, tidak hanya di Partai Politik, tetapi juga di hati masyarakat Indonesia.

The Gondangdia Institute (GI) telah menjaring dan mengkaji nama–nama Caketum yang akan atau berpotensi masuk ke dalam bursa Caketum partai Golkar Desember 2109 mendatang, yang semula ada 5 nama mengerucut menjadi 3 nama saja. Tiga nama itu dilihat cakap menjadi penantang dan bersaing di Munas Partai Golkar bulan Desember mendatang. Dalam pengamatan kami, ketiga orang itu adalah (1) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A, M.M.T. (2) H. Bambang Soesatyo,SE,.M.B.A (3) Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, SH,ME.



Profil Caketum Partai Golkar

“Pentingnya Branding Produk untuk memenangkan persaingan” 

 


Airlangga Hartarto


Airlangga Hartarto dinilai cakap karena beliau memiliki pengalaman dan karakter yang mumpuni aktif sejak muda di berbagai organisasi tak menghalangi Airlangga Hartarto menuntaskan pendidikannya. Sukses di dunia usaha, ia terjun ke politik. Puncaknya, ia berhasil mengikuti jejak sang ayah menjadi menteri industri.

Airlangga Hartarto lahir di Surabaya, 1 Oktober 1962 dari pasangan Hartarto Sastrosoenarto–R.Hartini Soekardi. Meski lahir di Surabaya, ia meneruskan sekolah menengahnya di SMA Kolese Kanisius Jakarta. Ia dikenal sebagai pribadi yang aktif. Saat di SMA, ia menjadi ketua OSIS.

Setelah lulus SMA, Airlangga Hartarto melanjukan kuliahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengambil Jurusan Teknik Mesin di Fakultas Teknik dan lulus pada tahun 1987.

Di UGM pun, ia tak sekadar menimba ilmu melainkan aktif berorganisasi. Ia diberi kepercayaan menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Kecintaannya pada dunia aktivis tak membuat ia melupakan bangku kuliahnya. Justru semangat belajarnya, ia teruskan hingga master dan diraihnya di luar negeri.

Dari UGM, ia melanjutkan program S2 di Wharton School University of Pennsylvania, Philadelphia, Amerika Serikat, program Master of Business Administration (MBA), Monash University Australia, dan terakhir ia menuntut ilmu di Melbourne Bussiness School University of Melbourne.

Berbekal ilmu yang dimilikinya, Airlangga pun mengokohkan dirinya sebagai pengusaha yang sukses. Ia memiliki banyak bisnis dengan berbagai perusahaan. Di antaranya,  PT. Graha Curah Niaga yang bergerak di bidang agraria (pupuk), di PT. Jakarta Prime Crane, PT. Bisma Narendra, dan Komisaris PT. Sorini Corporation Tbk.

Pria yang memiliki darah Pasundan dari sang kakek ini, memulai kiprah di dunia politik sebagai Wakil Bendahara DPP Golkar periode 2004-2009. Selanjutnya, Airlangga berhasil menjadi Anggota DPR-RI periode 2009-2014, 2014-2019 dengan Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat V.

Pada tahun 2016, terjadi perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja Jilid II. Putra dari mantan Menteri Perindustrian ternama di era Presiden Soeharto, Ir. Hartarto, ini pun terpilih untuk menduduki kursi yang sama dengan sang ayah. Airlangga mewakili Partai Golkar menggantikan Saleh Husin dari Partai Hanura. (AC/DN)

     

KELUARGA      


Istri        : Yanti K. Isfandiary
Anak     : Adanti, Audi, Bianda, Ravindra, Dines, Latasha, dan Mesar


PENDIDIKAN


SMA Kolese Kanisius Jakarta (1983)
Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1987)
AMP Wharton School University of Pennsylvania, Philadelphia, USA (1993)
Master of Business Administration (MBA), Monash University Australia (1996)
Master of Management Technology (MMT), Melbourne Business School University of Melbourne Australia (1997)


KARIER


Pemilik PT. Graha Curah Niaga
Presiden Komisaris dari PT. Fajar Surya Wisesa Tbk (1989)
Presiden Direktur PT. Jakarta Prime Crane (1991)
Presiden Komisaris PT Ciptadana Sekuritas (1994)
Presiden Direktur PT. Bisma Narendra (1994)
Ketua Kompartemen Agro Industri Kadin (1999 - 2004)
Ketua Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) (2001 - 2005)
Anggota Majelis Wali Amanah UGM (2002-2012)
Bendahara Balitbang Golkar (2003)
Anggota Pokja OKK DPP Partai Golkar (2003)
Ketua Umum BM Kosgoro 1957 (2004 - 2000)
Komisaris PT. Sorini Corporation Tbk. (2004)
Sekjen ASEAN Federations of Engineering Organizations (AFEO)
Pemimpin Umum Harian Suara Karya
Wakil Bendahara dalam Pengurus DPP Partai Golkar (2004-2009)
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 3 periode (2005–2014)
Ketua, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) (2006-2009)
Anggota DPR-RI 3 periode (2004-2019)
Ketua Dewan Insinyur PII (2009-2012)
Ketua Usaha Kecil dan Menengah Koperasi DPP Partai Golkar (2011 - 2014)
Menteri Perindustrian RI (2016-2019)
Menko Perekonomian RI (2019- Sekarang )

“Negara harus mengambil inisiatif mendorong semua elemen masyarakat lebih peduli kepada era Industri 4.0.”
           
       

Bambang Soesatyo  


Bamsoet panggilan akrab Bambang Soesatyo lahir di Jakarta 10 September 1962 tahun yang lalu dari keluarga tentara, dia lahir di asrama dan besar di sana. Bamsoet mendapat didikan keras dari ayahnya, "Keras, pokoknya kalau ada urusan nggak selesai nggak boleh pulang, kalau ada tugas disuruh apa, kalau belum dapet nggak boleh pulang," ujar Bambang Soesatyo (Grid.id)

Sejak duduk dibangku kuliah ia sudah mulai terasah insting bisnisnya, saat itu ada OSPEK kampus, dan menggunakan kaos dalam pengenalan, dari situlah dia mengambil order kaos untuk mendapatkan keuntungan, namun selepas dari universitas ia malah bergiat di bidang jurnalistik lalu meniti karirnya dibidang politik sampai sekarang ini.


Pendidikan umum: 


- SD Negeri VIII, Jakarta (1974)
 - SMP Negeri 49, Jakarta (1977)
 - SMA Negeri XIV, Jakarta (1981)
 - Akademi Accounting Jayabaya, Jakarta (1985)
 - IPPM Jakarta Program Pre-MBA, Jakarta (1987)
 - Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Terbuka (UT), Jakarta (1988)
 - Jurusan Manajemen Perusahaan, Fakultas Ekonomi Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI), Jakarta (1992)
 - Master of Business Administration, Institut Manajemen Newport Indonesia (IMNI) (1990)



Pendidikan khusus:


 - Kewaspadaan Nasional dan Belanegara (1990)
 - Manggala BP-7 Tingkat Nasional (1996)
 - Diklat Kader Fungsional Pusat Golkar (1998)
 - Diklat Jurkam Nasional Partai Golkar (1999)
 - Lemhannas RI - KSA XIII (2005)
 - Orientasi Fungsionaris Pusat Partai Golkar (2007)




Perjalanan karier:


 - Komisaris Utama PT Mapindo Mulathama
 - Direktur Utama PT Info Persada Laksana Citra (IPLC)
 - Komisaris Utama PT Infobec Pena Utama
 - Komisaris Utama PT Dasa Kharisma Promosindo
 - Direktur Utama PT Gapura Utama Ekacipta
 - Direktur Utama PT Kepindo Info Link
 - Direktur Utama PT Info Jaya Abadi - Direktur PT Delta Muda Utama
 - Komisaris Radio ONE 101.25 FM Jakarta
 - Direktur Videotron depan bunderan HI
 - Direktur Pengelola Cafe Taman Semanggi Jakarta
 - Direktur PT Info Buana Abadi (Holding Company)
 - Direktur Independen PT Sima, Tbk
 - Direktur PT Kodeco Timber
 - Direktur Harian Umum Suara Karya
 - Staf Auditor Kantor Akuntan Publik Drs. Imam Syafei & Co (1984)
 - Managing Editor Penerbit PT Batu Karang Emas Sejati (1985)
 - Wartawan Harian Pagi Prioritas (1986)
 - EDP Finance Departemen PT Sistemas Media Nusantara (1987)
 - Manager EDP PT Vista Yama (1988)
 - Wartawan & Sekretaris Redaksi Majalah Vista (1989-1992)
 - Manager Promosi Majalah Vista (1989- 992) - Dosen Sekolah Tinggi Ekonomi &
 - Keuangan Perbankan Indonesia (Stekpi) (1991-1992)
 - Pemimpin Redaksi Majalah Info Bisnis (1991-2007)
 - Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Karya (2004-2006)
 - Direktur Independen PT SIMA Tbk (2006-2013)
 - Direktur Kodeco Timber (2007-2013)  
Pemerintahan:

- Manggala BP7 Pusat (1996-1998)


Legislatif:


- DPR dari Partai Golkar (2009-2014)
- DPR dari Partai Golkar (2014-2019)
- Ketua DPR RI (2016-2019)
-Ketua MPR RI (2019- Sekarang)


Kegiatan lain:


- Pengurus Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI)
- Anggota PWI Jaya
- Hubtelinfo DPP Partai Golkar (2004-2009)
- Korwil Jawa Tengah DPP Partai Golkar (2004-2009)
- Bappilu Pusat Partai Golkar (2004)
- Pengurus Pusat Ikatan Alumni Lemhannas (Ikal) (2005-2009)
- Bendahara PPK Kosgoro 1957 (2008-2013)
- Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distribusi Indonesia (2008-2013)
- Bappilu Pusat Partai Golkar (2009)
- Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar (2009-2015)
- Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (2012-2015)



Publikasi: 


- Rahasia Sukses & Biografi Pengusaha Indonesia (1988)
- Mahasiswa & Lingkaran Politik (1989)
- Kelompok Cipayung, Gerakan & Pemikiran (1990)
- Mahasiswa & Budaya Kemiskinan di Indonesia (1990)
- Masa Depan Bisnis Indonesia 2020 (1998)


Penghargaan:


 - Adhi Karya Award (1995)
- Penghargaan Top Eksekutif Indonesia (1996) ,




 “Pada saatnya saya akan kembali untuk berkiprah dan berkontribusi lebih besar lagi di dalam pemerintahan di waktu–waktu yang akan datang “

         

Yuddy Chrisnandi


Tokoh yang satu ini kita tentu tidak asing lagi, Yuddy Chrisnandi, lahir di Bandung 29 Mei 1968 dari pasangan Yess Chrisman Tisnaawijaya dan Tien Yuniartieny. Masa kecil Yuddy dihabiskan di kota Cirebon  dari SD, SMP dan SMA setelah itu ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Univeristas Padjadjaran. DNA politik Yuddy apabila di telusuri bermuara pada seorang ayahandanya seorang aktifis, pengurus Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Jawa barat, sekretaris MKGR Jawa Barat dan pernah duduk sebagai Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Golkar. Sementara DNA sebagai intelektual merujuk kepada kakeknya Prof. Dr. Doddy Tisnamidjaya mantan Rektor Institut Teknologi Bandung, Kepala LIPI, dan Duta Besar RI untuk Perancis.

Bakat kepemimpinannya makin terasah ketika duduk dibangku kuliah dan aktif di intra dan ekstra organisasi, dimulai dari Himpunan Mahasiswa Jurusan lalu dipercaya menjadi Koordinator Senat Gabungan Mahasiswa Universitas Padjadjaran. Di organisasi ekstra kampus ia berkecimpung aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sampai ketingkat Badko HMI Jawa Barat, dan ditunjuk menjadi Koordinator Kelompok Cipayung-Bandung, sehingga membuat pergaulannya semakin luas.

Tidak berhenti di situ saja, ia malah semakin menampakkan keberpihakan empatinya kepada masyarakat yang kurang mampu, ia mendirikan LSM memberikan pendampingan pendidikan, dalam hal ini pengajaran Bahasa Inggis bagi anak yang kurang mampu, aktifitas beliau sampai  kepada parlemen jalanan dengan melakukan demontrasi menuntut agar pemerintah lebih pro rakyat, ia menjadi Presidium Badan Koordinasi Mahasiswa Bandung.

Selepas dari bangku kuliah, Yuddy sempat bekerja di Bank Bukopin namun ia tidak kerasan  dan panggilan jiwanya lebih memilih ke jalur politik dan akademisi. Tahun 1993 Yuddy bersama koleganya mendirikan kelompok diskusi Forum Dialog Indonesia (FDI), di zaman Orde Baru boleh dikatan unit, dimana anggota FDI terdiri dari aktivis-aktivis mahsiswa dan perwira- perwira muda TNI yang bertemu berdiskusi dan saling membicarakan hal persoalan-persoalan bangsa. Hal ini diceritakan panjang lebar di dalam buku 50+ Sahabat Bicara Yudy Chrisnandi (2018). Terus bergerak meniti karir dengan tekun dan konsisten dalam pengabdiannya sebagai pendidik, politisi dan intelektual sampai sekarang ini. Mari kita lihat profil beliau.


Pendidikan :


Sekolah Dasar : SD Negeri Pamitran III Cirebon 1974—1980.
Sekolah Lanjutan Pertama : SMP Negeri I, Cirebon, 1980—1983.
Sekolah Lanjutan Atas : SMA Negeri I, Cirebon, 1983—1986.
Perguruan Tinggi S-1 : Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen
                                                   Universitas Padjadjaran, 1986–1991.
   Perguruan Tinggi S-1 : Fakultas Hukum, Jurusan Hukum Perdata/Bisnis.
  Universitas Nasional, 2013-2018.
Pascasarjana S-2 : Program Studi Ilmu Ekonomi Manajemen Keuangan,
                                  Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia 1994—1997.
Doktoral  S-3 : Program StudiIlmu Politik, FakultasIlmu Sosial
                                            dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia 2001- 2004.
Research Fellow Ph.D. : IDSS Nanyang Technological University
                                  Singapore 2002–2003.
Profrsor Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS), 23 Mei 2015.


Pendidikan Khusus :


1. Kursus Kepemimpinan Advance Training Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), 1990.
2. Kursus/Penataran P4 Tingkat Pusat, PT Bank Bumi Daya, Februari 1992.
3. Kursus singkat Kepemimpinan Pemuda, sebagai utusan Partai Golkar dalam    “Forum Democratic Leaders - Asia Pacific”, Seoul, Korea Selatan, Agustus 2000.
4. Kursus singkat mengenai pertahanan “Good Governance and The Position and Role of the Armed Forces in a Democracy”, Clingendale Institute, Netherlands, diselenggarakan oleh LESPERSSI, sebagai wakil Komisi I DPR RI, Juni--Juli 2005.
5. Kursus Diplomat/ Pendidikan Calon Duta Besar RI, Kementrian Luar Negeri RI, Januari-Maret 2017.


Pengalaman Tugas :


1. Pegawai PT Bank Bukopin, Staf Perencanaan SDM Kantor Pusat, 1991--1992
2. Pegawai PT Giz Cipta Pratama Jakarta, Staf Pemasaran, 1992--1994
3. Pegawai PT Bank Bumi Daya, Staf Akuntansi Keuangan Kantor Cabang Kebon Sirih, Jakarta Pusat, 1992--1994
4. Dosen tetap Fakultas Ekonomi, Universitas Nasional 1995--securing
5. Staf Peneliti Bidang SDM, Lembaga Manajemen FE Universitas Indonesia 1996--1997
6. Dosen FE Jurusan Manajemen, UniversitasTrisakti, 1997--2001
7. Anggota MPRRI No.CA-743 Fraksi PartaiGolkar, 1998--1999
8. Penasihat Kepala BPPN Bidang Asset Security Manajemen, 1998--1999
9. Direktur Utama PT Prakarsa  Ciptabhakti  Utama, 1998--2000
10. Direktur Utama PT Khatulistiwa Utama Abadi, 1998--2000
11. Penasihat Ahli Kapolri Bidang Politikdan Kepemudaan, 1999--2001
12. Komisaris Utama PT Prakarsa Ciptabhakti Utama, 2000--2001
13. Staf Khusus Wakil Presiden RI BidangPolitik/Keamanan, 2001--2002
14. Anggota DPR RI Komisi I, Periode 2004--2009
15. Dosen PPS StudiIlmu Politik, FISIP, Universitas Indonesia, 2005--2009
16. Dosen Kehormatan/Dewan Penyantun STIE Satya Darma Singaraja, Bali, 2008--2010
17. Dosen Kehormatan/Dewan Pendiri Program S-2 STIE Latifah AlMubarokah, SuryalayaTasik Malaya, 2010 - Sekarang
18. Dosen  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Sekolah Pascasarjana  Ilmu    Politik, Universitas Nasional, 2010 -Sekarang
19. Komisaris Utama PT Solo Bara Mining Coal 2012-2014
20. Dosen Pascasarjana  Ilmu Komunikasi  Universitas Jayabaya, 2012-2014
21. Vice  Chairman  PT TEAMINDO Sejahtera  Mining Coal,  2013-2014
22. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara  dan Reformasi Birokrasi Republik
Indonesia pada Kabinet  Kerja, Periode 2014-2016
23. Tim Ahli Wakil Presiden RI bidang Luar Negeri pada Kabinet Kerja Periode 2016—2017
24. Duta Besar LBBP Indonesia untuk Negara Ukraina-Georgia-Armenia, 2017-2021



Penugasan  :


1. Kunjungan ke Universitas Kebangsaan Malaysia, Agustus 1996
2. Kunjungan persahabatan  ke Gubernur Mindanao, Philipina, Mr. Nur Misouri,
    1996
3. Pembicara pada Sarasehan  Mahasiswa Indonesia di Manila, Philipina, Agustus,
    1996
4. Kunjungan  ke Perhimpunan  Mahasiswa Indonesia  di Eropa: Belanda, Belgia,
    Perancis, Juli 1997
5. Kunjungan kepada Presiden Korea Selatan, YM Kim Dae Jung di Blue Palace,
 Seoul, Agustus  2000
6. Peserta Forum Democratic Leaders, Asia Pasific,  Seoul, Korea Selatan, Agustus
    2000
7. Kunjungan Persahabatan  ke China: Beijing, Shanghai, Guangzhou, Zhen-zhen,
    Oktober--November 2002
8. Comparative Study  bidang  Sejarah Militer di National Defense Uiversity  of China, Beijing, Oktober  2002
9. Research Study  bidang Politik Militer di  Institute of Defense and Strategic  Studies, Nanyang Technological  University  of Singapura 2002--2003
10. Delegasi Parlemen  Indonesia untuk Solidaritas Demokrasi Myanmar (Workshop of Asean Parliamentarians  on the Myanmar Issue), JW Marriot Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia, 26--28 November 2004
11. Delegasi Parlemen Indonesia untuk Konvensi Internasional pasca tsunami di Jakarta, Januari 2005
12. Kunjungan kehormatan bersama Ketua DPR kepada Ketua Parlemen Singapura, PerdanaMenteri Singapura, dan Presiden Singapura, 22--23 Maret 2005
13. Tim Monitoring Komisi I DPR  RI untuk Pembebasan 3 WNI awak kapal Tunda“Bonggaya 91” yang disandera oleh sekelompok orang bersenjata di perairan Mindanao, Filipina Selatan, Mei 2005
14. Kursus singkat mengenai pertahanan, Good Governance and the Position and Role of the Armed Forces in a Democracy, di Clingendael Institute, Netherlands, yang diselenggarakan oleh LESPERSSI, sebagai wakil dari Komisi I DPR RI, Juni--Juli 2005
15. Menjadi Pembicara dengan Thema, “The Parliamentary Dimension of Arms Procurement” pada Workshop, “Parliementary Accountability and Security Sector Governance in SEA”, 7--10 Februari 2006, Siem Reap/Cambodia.
16. Delegasi Komisi I DPR RI kepada Perdana Menteri Australia, Menteri Luar Negeri Australia, Menteri Imigrasi Australia, Komisi Gabungan Luar Negeri dan Pertahanan Parlemen Australia, membahas hubungan bilateral pasca pemberian visa tinggal sementara oleh Pemerintah Australia kepada WNI asal Papua pencari suaka, Canberra, Melbourne, 12--16 Juni 2006
17. Anggota Delegasi Ketua DPR RI ke Washington DC, 13--15 September 2006
1) Pertemuan dengan kedua Co-Chairs Congressional Indonesia Caucus, Rep Robert Wexler (D-Florida) dan Rep Burton (R-Indiana)
2) Pertemuan dengan kedua Co-Chairs House Democracy Assistance Commission, Rep David Dreier (R California) dan Rep David Price (D-North Carolina)
3) Pertemuan dengan Undersecretary for Political Affairs, Nicholas Burns,State Debt
4) Pertemuan dengan Senator Christopher  Kit Bond (R-Missouri)
5) Pertemuan dengan John Hannah, Asst. to the Vice President for National Security Affairs
6) Pertemuan dengan Participant USINDO di USINDO Office,Washington DC
18. Delegasi BKSAP DPRRI ke Helsinki, Finlandia, 27 November s.d.1 Desember 2006
1) Pertemuan dengan Mr. Seppo Tiitinen, Sekjen Parlemen Finlandia
2) Pertemuan dengan Mr.Paavo Lipponen, Ketua Parlemen Finlandia
3) Pertemuan dengan Deputy Speakers Finland
4) Pertemuan dengan Chancellery Commission Finlandia
5) Pertemuan dengan Parliamentary State Auditors
19. Delegasi Komisi I DPR RI sebagai studi KMIP, Pertemuan dengan Parlemen Inggris Komisi Pertahanan, 19--26 Mei 2007, London, Inggris.
20. Delegasi Komisi I DPR RI sebagai kunjungan kerja, 27 Oktober s.d. 3 November  2007, Syria.
21. Delegasi Komisi I DPR RI sebagai kunjungan kerja ke Parlemen Jordania, November 2007
22. Delegas iKomisi I DPR RI sebagai kunjungan kerja, 10--21 Desember 2007, Uzbekistan dan Polandia
23. DelegasiKomisi I DPRRI kunjungan kerja, tanggal 24--31 Agustus 2008,Hanoi, Vietnam
24. Two Day Workshop and Conference, The Future of Indonesia Beyond 2014: Emerging Leaders and Their Challenges, 3--4 November 2008,Singapore
25. Misi Perdamaian di Israel dan Palestina bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), 2011
26. Komisi Perdamaian Timur Tengah bersama JK di Jenewa, Juni 2011
27. KunjungankeIstambul,Turki, studi perkembangan Pembagunan Turki, Juni  2011
28. Pembicara Seminar Antar bangsa bertema “Strategic Pratnership” diUniversitas Sabah Malaysia bersama delegasi Universitas Nasional, Juli 2011
29. Peserta Delegasi Indonesia / Participant, pada Pertemuan Internasional:Singapore Dialog bertrurut-turut sepanjang tahun 2011--2013
30. PesertaDelegasi Indonesia/Partisipant pada Pertemuan Internasional Former Leader Forum di Phnompenh,Kamboja. Pertemuan dengan PM Kamboja Hunsen dan Former PM Thailand Thaksin Shinawarta, 2012
31. Peserta Delegasi Indonesia/Partisipant pada Pertemuan Internasional di KLCC Malaysia, Dialog of Moderates. Pertemuandengan PM Malaysia Najib Razak dan former PM Abdullah Badawi, 2012
32. Pembicara pada Seminar Hasil Penelitian “The Politics of Pride“ Indonesia Malaysia di Departement Political Study, Universitas Sabah Malaysia, Kota Kinabalu, 2013
33. Delegasi Indonesia/Participant, pada Singapore Summit-Hotel Shangrila Spore, 2013. Pertemuan dengan Aung San Su Kyi
34. Kunjungan kerja pada Asean ROK CEO Summit, di Busan Korea Selatan, Desember 2014
35. Kunjungan kerja dalam menjalin kerja sama Penandatanganan MoU e-Gov dengan Pemerintah Korea Selatan di Korea Selatan, Desember 2014
36. Kunjungan kerja dalam menjalin kerja sama Penandatanganan MoU e-Gov dengan Singapore Cooperation Enterprise (SCE) di Singapura, Januari 2015
37. Kunjungan kerja Pertemuan Global Government di Dubai, Uni Emirat Arab, Februari 2016
38. Kunjungan kerja pada 4th World Government Summit, Februari 2016
39. Pembicara pada Seminar dan Kuliah Umum di RSIS-National University of Singapore, Agustus 2016
40. Kunjungan kerja Wakil Presiden RI pada Gerakan KTT Non-Blok ke-17 di Venezuela, September 2016
41. Kunjungan kerja Wakil Presiden RI pada Sidang Majelis Umum PBB ke-71 di Amerika Serikat, September 2016
42. Pembicara sekaligus Memotivasi Siswa/Siswi di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Oktober 2016
43. Pembicara pada Ceramah Hubungan Indonesia-Malaysia, di Universitas Malaysia Sabah, Kota Kinabalu, Malaysia, Oktober 2016
44. Kunjungan/Undangan Mengunjungi PT Mandom Internasional, Osaka, Jepang, Oktober 2016
45. Kunjungan Kerja Wakil Presiden RI pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ekonomi Asia Pasific (APEC) di Lima, Peru, November 2016
46. Pembicara pada Forum Bisnis Meeting Indonesia-China, Beijing, Desember 2016




Organisasi :



1. Anggota Pokja DPP Golkar, Dept, PemenanganPemilu/OKK, 1993--1998
2. Anggota BAPPILU Pusat DPP Golkar, Dept. Pemuda, Olahraga dan Seni,1996--1998
3. Ketua Yayasan Memajukan Indonesia, 1996--1998
4. Caleg DPR  RI, Daerah pemilihan Jawa Barat, 1997
5. Ketua Umum Yayasan Insan Cita, 1997--1999
6. Anggota Tim Asistensi Bidang GBHN, PAH I FKP MPR RI, 1997—1998
7. Ketua Bidang Khusus Gerakan Pemuda Reformasi Indonesia (GPRI),1998—2000
8. Ketua Umum Yayasan Bhakti Pemuda Cirebon (Badar), 1998
9. Pengurus DPP Partai Golkar, Dept. Pemuda, 1998--2001
10. Caleg DPR  RI, Daerah pemilihan Jawa Barat, 1999
11. Ketua Umum Yayasan Kebangsaan Bersatu, 1999--2004
12. Anggota Forum Democratic Young Leaders–Asia Pasific (FDL- AP), 2000
13. Anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), 2000
14. Direktur Institute of Society and Democracy’s Development, 2001--2004
15. Pengurus DPP PartaiGolkar, Dept Hukum dan Perundangan, 2001--2004
16. Ketua Bidang Litbang Lemkari (Lembaga Karate-Do Indonesia), 2002--2005/ 2005--2010
17. Majelis Pakar, Pimpinan Majelis Nasional KAHMI, 2003--2007
18. Anggota DPR  RI, Daerah pemilihan Jawa Barat  VII, 2004-2009
19. Panitia Konvensi Nasional Capres Partai Golkar, 2004
20. Tim Sukses Capres Partai Golkar, Bidang Operasi, 2004
21. Ketua Departemen Organisasi, Keanggotaandan Kaderisasi DPP PartaiGolkar, 2004--2009/Calon KetuaUmum PartaiGolkar 2009
22. Koordinator Koalisi Muda Parlemen Indonesia, 2005--2009
23. Ketua Ormas DPP MKGR, 2005--2010
24. Ketua PMN KAHMI, Bidang Luar Negeri, 2007--2010
25. Ketua Dewan Penasihat Gentra Sunda, 2011--2016
26. Ketua Harian PB LEMKARI/ Lembaga Karate-Do Indonesia, 2011--2016
27. Majelis Dewan Pakar ICMI, 2012--2017
28. Dewan Pendiri Yayasan Pusaka Nusantara, 2010
29. Tim Pemenangan Kampanye Nasional Capres Jokowi--JK, 2014
30. Wakil Ketua Umum Ormas Rumah Kreasi Indonesia Hebat  (RKIH) 2014-2019
31. Ketua Umum Pengurus Besar Lembaga Karate-DO Indonesia, 2016-2020
32. Pendiri / Ketua Yayasan Nusantara Leadership Foundation, maret 2017-sekarang
33. Dewan Pembina Angkatan Muda Siliwangi (AMS) periode 2016-sekarang
34. Dewan Pembina Paguyuban Pasundan periode 2017-sekarang
35. Ketua Dewan Pembina Karukunan Tatar Sunda (KTS) periode 2017- sekarang
36. Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, 2018- sekarang.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+