-->

Iklan

Direktur Yayasan Srikandi Lestari : Udara P. Susu Tercemar, 250 Orang Perbulan Menderita ISPA Di Kawasan PLTU

Minggu, 10 November 2019, 19.22.00 WIB Last Updated 2019-11-10T12:23:44Z




Direktur Yayasan Srikandi Lestari Sumiati Surbakti (Wanita pakai topi hitam) bersama masyarakat menentang pencemaran PLTU P. Susu 

P. Susu-Metrolangkat.com


Desas desus pencemaran lingkungan dari aktifitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumatera Utara 2, DesaTanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat-Sumut, dengan daya 2 X 200 MW, terus menjadi perhatian masyarakat dan penggiat lingkungan.

Bahkan, aktifitas Tongkang pengangkutan dan bongkar muat Batubara melalui jalur Laut di paluh Lebai Akup kuala Sei Siur, Selat Malaka, diduga mencemari laut dan ekosistem sekitar. Dari aktifitas ini, kawasan hutan Mangrove di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan.

Belum lagi air limbah buangan Boiler yang di buang langsung menuju laut. Selain itu, kondisi udara di Kecamatan P. Susu juga dianggap tidak sehat, dimana masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi PLTU sering mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Hal ini disampaikan oleh, Direktur Yayasan Srikandi Lestari Sumiati Surbakti, dimana dirinya sangat prihatin dengan limbah PLTU Pangkalan Susu, yang diduga mencemari lingkungan, baik laut dan udara.

"Udara di P.Susu sudah tercemar, hal ini selaras dengan data kesehatan yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, yang menunjukkan angka yang cukup tinggi untuk penderita ISPA, untuk Puskesmas Beras Basah, yang notabene merupakan kawasan Ring I PLTU, rata-rata 250 orang perbulan menderita ISPA, dan ini masih belum terdata untuk pasien yang berobat di rumah sakit lain," ucapnya.

Keadan ini ,lanjutnya, tidak bisa di biarkan, Pemerintah harus melakukan kontrol yang lebih ketat, jika terbukti melakukan pencemaran harus ada sanksi berat, untuk mencukupi kebutuhan listrik bukan berarti harus mengorbankan masyarakat di sekelilingnya dengan cara mencemari udara dan laut.

"Kalau kita cerita tentang proyek strategis nasional, apakah harus mengorbankan masyarakat di sekitar Proyek, setiap warga Negara punya hak hidup sehat dan layak, keberadaan PLTU P. Susu diduga semakin memperparah keadaan masyarakat disana, sangat tidak seimbang antara masyarakat yang diuntungkan dengan cara menjadi pekerja kasar dari pada masyarakat yg dirugikan akibat limbah yang dihasilkan," jelas Sumiati Surbakti.





Bambang Tri Atmaja tim investigasi Yayasan Sri Kandi Lestari


Hal senada juga di ungkap Bambang Tri Atmaja, selaku tim investigasi Yayasan Sri Kandi Lestari, keresahan masyarakat bukan tanpa alasan, Pemerintah harus melakukan tugasnya demi kesejahteraan masyarakat.

Pengawasan mengenai limbah dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) harus betul-betul di jalankan, dan pihak perusahaan dalam hal ini PLN dan pihak PLTU harus betul-betul melakukan kajian bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Bongkar muat Batubara, air limbah buangan boiler, serta kondisi udara dan kerusakan lingkungan, harus menjadi perhatian serius, belum lagi masalah lain yang menyangkut tentang kemaslahatan orang banyak, yang berdampak pada kerusakan alam dan kerugian materi, semua harus diperhatikan," ucap Bambang.





Surat Kementeri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan


Sementara itu, menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pencemaran lingkungan akibat bongkar muat Batubara PLTU P. Susu, kepada Presiden RI Ir. H.Joko Widodo dan surat Deputi Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kementerian Sekretariat Negara nomor: B151/Kemensetneg/D-2/SR.00/10/2019 tanggal 17 Oktober 2019.

Kementeri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Senin hingga Rabu tanggal 11-13 September 2019, akan melakukan kunjungan lapangan guna melakukan peninjauan kegiatan operasional PLTU P.Susu.

Hal ini sesuai dengan surat Kementeri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dengan nomor: 2783/21/DLT.3/2019, yang ditandatangani langsung oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ir. Wanhar dengan NIP 196705141996031001

Dimana surat ini ditujukan kepada:
1- General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Pembangkit Sumatera.
2-General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Utara Bagian Utara
3-General Manager PT Indonesia Power UJP PLTU Pangkalan Susu. (Bud)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+