-->

Iklan

Maraknya Kabar Bangkai Babi, GNPF Ulama Kota Binjai Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Kamis, 21 November 2019, 11.32.00 WIB Last Updated 2019-11-21T04:32:44Z


Sanni Abdul Fattah

Binjai-Metrolangkat.com


Merebaknya kabar bangkai Babi yang di buang sembarangan di Danau Siombak, Kecamatan Marelan, Kabupaten Deli Serdang, beberapa hari lalu, hingga ditemukannya bangkai Babi di aliran Sungai Wampu Stabat, Kabupaten Langkat, hingga saat ini masih terus menjadi pembicaraan hangat bagi masyarakat.

Di Binjai Contohnya, disetiap sudut Kota atau pun di warung maupun di Kedai Kopi, pada umumnya warga masih terus membicarakan bangkai Babi.

Sebab, hal itu tentunya berdampak luas bagi masyarakat, khususnya para Nelayan. Selain Ikan hasil tangkapan mereka yang tidak laku dijual, tentunya sangat berimbas bagi kebutuhan ekonomi mereka sendiri, seperti kebutuhan biaya pendidikan bagi anak anak mereka.

Menyikapi hal itu, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, angkat bicara. Menurutnya, teror bangkai Babi yang sudah mencapai ribuan, bahkan puluhan ribu ini sangat meresahkan warga masyarakat, bukan hanya di Kota Medan saja, akan tetapi sudah merambah hingga sebagian besar Daerah di Provinsi Sumatera Utara.

Bahkan, Pria yang selalu aktif di kegiatan keagamaan ini menilai jika Pemerintah terkesan tidak serius dan lamban menangani masalah ini.

"Padahal banyak masyarakat, terkhusus lagi adalah Ummat Islam yang menjadi resah dengan teror bangkai Babi ini," ucap Ustadz Sanni, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (21/11).

Tidak hanya itu, lanjutnya, para pencari Ikan atau Nelayan pun ikut menjadi imbas dari banyaknya pembuangan bangkai Babi ini.

"Kasihan warga yang ikut merasakan dampaknya. Sebenarnya kan sudah ada Undang Undang No 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup. Seingat saya pada Pasal 104. Disitu tertulis bahwa para Pelaku yang membuang bangkai Babi itu bisa di pidanakan," tegasnya.

Untuk itu, sebagai Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, dirinya meminta kepada aparat Pemerintahan untuk segera tanggap dan serius menangani masalah teror bangkai Babi ini.

"Tunggu apalagi. Mengapa masalah bangkai Babi ini tidak selesai juga. Padahal sudah terjadi selama beberapa pekan. Ada apa ini," ucapnya penuh tanya sembari berharap agar aktor utama dibalik pembuangan bangkai bangkai Babi ini segera ditangkap.

Pun begitu, Pria yang juga dipercaya menjadi Ketua Satgas Anti Narkoba (SAN) Kota Binjai ini berharap agar aparat Pemerintahan, baik Pemprovsu maupun Pemko Medan serta lainnya, untuk bisa memproses para peternak Babi yang melanggar Undang Undang, bahkan menimbulkan kegaduhan di tengah tengah masyarakat. (red)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+