-->

Iklan

Masyarakat Lapor Pencemaran Limbah PLTU P.Susu ke Presiden Jokowi

Jumat, 08 November 2019, 19.42.00 WIB Last Updated 2019-11-09T06:24:22Z



Air limbah PLTU P.Susu di buang langsung kelaut

P.Susu-Metrolangkat.com


Masyarakat nelayan yang ada di Kecamatan P.Susu, Sumatera Utara, melaporkan dugaan pencemaran limbah Batubara dari aktifitas bongkar muat batubara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumatera Utara 2 x 200 MW Tanjung Pasir Desa Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, ke Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini tertuang dalam surat yang disampaikan masyarakat nelayan melalui pengurus Rukun Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Desa Sei Siur Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, Kepada Presiden RI dengan nomor 05/HNSI/DS/SS/PS/IX/2019, yang ditandatangani oleh Ketua Rukun Ridwan Syah Putra, serta sekretaris Rusli Ginting.





Surat laporan masyarakat terkait pencemaran PLTU ke Presiden Jokowi

Dalam surat ini,  masyarakat melalui pengurus Rukun Nelayan minta Presiden RI Jokowi untuk meninjau langsung ke PLN, PLTU Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, karena dari aktifitas bongkar muat Batubara menimbulkan pencemaran di laut dan udara, berupa abu dan material Batubara yang jatuh ke Laut.

Dampak dari pencemaran ini sangat mengkhawatirkan bagi para nelayan, mengingat limbah hasil pembakaran Batubara Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 tahun 2014 menyebutkan FABA merupakan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

"Melalui surat yang kita sampaikan ke Presiden RI pada tanggal 23 September 2019 lalu, Kita minta Bapak Bapak Ir. H. Joko Widodo, untuk melihat pencemaran yang terjadi dari kegiatan pembongkaran Batubara, khususnya di Paluh Sei Siur, dimana Batubara serta abu jatuh dan masuk kedalam air (laut) serta abu yang mengambang di atas permukaan air mencemari laut dan ekosistem disekitarnya," ucap Ridwan Syah Putra, selaku Ketua Rukun Nelayan Desa Sei Siur, kepada Metro Langkat, Jumat (8/11/19) siang.





Syah Putra Ketua Rukun Nelayan Desa Sei Siur

Selama ini, lanjutnya, nelayan diresahkan dari bongkar muat Batubara melalui anak sungai (paluh) Sei Siur, pencemaran membuat hasil tangkapan nelayan sangat jauh berkurang.

Rusaknya hutan Mangrove serta ekosistem dan punahnya biota laut karena air terkontaminasi zat berat, bahkan nelayan budidaya udang vaname mengalami kerugian karena mengalami gagal panen dimana bibit udang mati sebelum masa panen, jelasnya.

Hal senada juga di ungkap Zulkifli, salah seorang nelayan tradisional P.Susu, dimana dari aktifitas bongkar muat batu bara PLTU Tanjung Pasir sangat mengganggu nelayan, tongkang yang melintang di paluh lebai akup kuala Sei Siur menghambat nelayan untuk beraktifitas.

"Dampak rusaknya lingkungan dari limbah batu bara sudah dapat kita rasakan, kurangnya hasil tangkapan membuat nelayan mengeluh, belum lagi tongkang yang sering melintas di dalam paluh, kita minta Pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo betul-betul melakukan pengawasan terhadap aktifitas bongkar muat batu bara dan limbah PLTU demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," ucap Zulkifli. (Bud)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+