-->

Iklan

Nelayan Budi Daya Udang Paname Di Sekitar PLTU P. Susu Merugi

Kamis, 14 November 2019, 11.50.00 WIB Last Updated 2019-11-14T04:50:03Z





Warga menunjukkan udang yang mati didasar kolam



P. Susu-Metrolangkat.com


Kembali, nelayan budi daya udang Paname di sekitar lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumatera Utara 2, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, mengalami kerugian akibat gagal panen.

Udang yang berumur sekitar satu Bulan mendadak mati sebelum memasuki masa panen, sehingga para nelayan budi daya mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Hal ini di ungkap oleh para nelayan budidaya udang Paname, Dusun IV Panton, Desa Sei Siur, Kecamatan P. Susu, Kabupaten Langkat, kepada Metro Langkat, Kamis (14/11/19).




Asap hitam keluar dari cerobong PLTU P. Susu cemari udara

Menurut nelayan, persentase kematian udang mencapai 90 persen, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengobatan, diduga penyebab kematian di akibat pencemaran air yang terkontaminasi limbah batu bara.

"Persentase kematian cukup besar,  selama ini jika udang mati hanya sekitar 10-30 persen dan masih bisa kita obati, namun ini sudah sangat luar biasa, dalam satu hari hampir separuh yang mati,' ucap Nur Aisyah (39) salah seorang pembudidaya udang Paname.

Hal senada juga di ucap Muchtar. S (62), dimana dirinya mengalami kerugian mencapai belasan juta, akibat udang Paneme di kolamnya dalam waktu 3 hari mengalami kematian.

"Baru kita keringkan airnya, dan udang yang mati terlihat didasar kolam, bahkan yang mati dalam dua hari ini sudah busuk kemerahan hingga menimbulkan bau busuk," ucapnya.

Menurut keterangan warga, kematian udang Paname sudah wajar disebabkan berbagai faktor, namun semenjak berdiri dan beroperasinya PLTU P. Susu, persentase kematian udang semakin meningkat, sehingga nelayan terus mengalami penurunan hasil panen hingga gagal panen total.

"Kita tidak tau penyebabnya, namun semenjak beroperasinya PLTU, kita terus merugi, bukan saya saja yang lain juga demikian," tambah Nur Aisyah diamani warga lainnya.

Kuat dugaan warga, kematian udang Paname akibat air kolam tercemar dan terkontaminasi zat berat dari limbah air dan debu batubara yang mana menurut warga, jika angin kencang berhembus dan hujan, abu yang beterbangan di udara jatuh ke kolam, dan permukaan air kolam menjadi gelap tertutup abu. (Bud)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+