Iklan

Nelayan Jaring Halus Terancam Kelaparan

Monday, November 18, 2019, 5:51:00 AM WIB Last Updated 2019-11-17T22:51:43Z
Desa Jaring Halus


Langkat, Metrolangkat.com

Sepekan terahir nelayan ikan Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang,Kabupaten Langkat,Sumatera Utara dibuat gelisah. 

Pasalnya,ikan hasil tangkapan mereka melaut tak laku dijual dipasaran. 

Toke pengepul ikan yang biasanya menampung hasil tangkapan mereka, sekarang ini mengaku belum bersedia membeli ikan dengan alasan warga didarat tidak makan ikan.

Hal itu disebabkan merebaknya kabar bangkai babi yang terindikasi penyakit banyak dibuang kesungai maupun danau hingga kelaut. 
Nelayan gelisah ikan tak laku

Menurut Syarum (50) salah seorang nelayan kepada metrolangkat.com Minggu (17/11) mengatakan,kondisi nelayan ikan sekarang ini benar-benar terjepit

Bagaimana tidak,untuk mencari ikan didekat sini sudah tak memungkinkan lagi, oleh sebab itu nelayan harus pergi ketengah laut dengan menempuh perjalanan bermil mil. 

Sialnya ikan yang ditangkap ditengah lautan,malah tidak laku dijual kepada toke ikan. Padahal untuk bisa menangkap ikan kami harus meempuh perjalanan 5 jam ketengah laut. 

Kalau sudah ikan tidak laku dijual, mau makan apa keluarga kami. ? Bagaimana kami memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak. 

Kalau nelayan mata pencarianya hanya satu yakni kelaut, kalau warga didarat mungkin banyak pilihan bisa kerja ini dan itu.

Menurut toke ikan, sementara waktu ini ikan tak laku dijual dipasaran, orang tak mau makan ikan laut karena diisukan ikan laut makan bangkai babi

Padahal tidak ada hubungan nya ikan laut dengan babi, sebab kami mencari ikan ditengah laut, ikan yang kami jual ikan laut dalam bukan ikan sungai. " Ujar Syahrum. 

Keresahan warga nelayan tersebut dibenarkan Kepala Desa Jaring Halus, H Usman. 

Menurut Kepala Desa yang baru beberapa bulan menjabat ini,ia sangat berharap dinas terkait segera turun memberikan solusi kepada para nelayan yang kini terancam tak makan. 

" Kasian kali nelayan disini bang, ngak tau lagi mau gimana, sebab mata pencarian mereka cuma kelaut, eh malah ikan yang dicari ngak laku dijual.

Biasanya nelayan setiap turun kelaut  ngutang sama toke untuk belanja dapur.  Nanti pulang dari melaut baru dibayar, kalau seperti ini apa ngak mati kelaparan nelayan bang,?ikan yang ditangkap tak laku dijual sementara biaya hidup terus berjalan. 

Saya berharap kepada masyarakat belilah ikan nelayan, karena tidak ada hubunganya dengan bangkai babi yang katanya sampai kesungai dan laut. 

Kami pastikan kalau dilaut ikanya aman karena tangkapan nelayan ikan tengah laut atau laut dalam yang jarak tempuhnya ribuan mil dari daratan." Ujar Usman. (yong)  









Komentar

Tampilkan

Terkini

close