-->

Iklan

Pengusaha Peternakan Babi Diduga Tidak Kantongi Izin, Camat Hamparan Perak Berang

Rabu, 20 November 2019, 16.07.00 WIB Last Updated 2019-11-20T09:07:17Z



Camat Hamparan Perak

Hamparan Perak-Metrolangkat.com


Banyaknya bangkai Babi yang banyak ditemukan warga di Danau Siombak, Kecamatan Marelan, Kabupaten Deli Serdang, kini menjadi topik hangat pemberitaan di setiap media cetak maupun Online, maupun tempat tempat nongkrong lainnya, seperti kedai kopi dan lain sebagainya.

Hal ini dikarenakan penyebab kematian Babi diduga berasal dari Virus Hog Cholera atau Kolera Babi. Tentu saja dengan kejadian tersebut, banyak membuat masyarakat resah dan dirugikan.

Meskipun begitu, banyak peternak Babi yang nekat masih meneruskan usahanya. Hal ini dikuatkan saat awak media metrolangkat.com melakukan pantauan di salah satu daerah di Sumatera Utara, tepatnya di Desa Tandem hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.




Peternakan Babi

Adalah, Wardi (35) salah seorang warga disana saat dikonfirmasi awak media, Rabu (20/11) mengatakan aksi demo besar besaran turun ke jalan pernah dilakukan masyarakat untuk meminta agar lokasi ternak Babi segera ditutup dikarenakan kesehatan masyarakat sekitar terganggu akibat limbah peternakan tersebut.

Hasilnya, pihak DPRD Deli Serdang telah mengeluarkan surat rumah Perintah agar lokasi ternak Babi secepatnya ditutup oleh pihak berwenang.

Menurutnya, walau sudah bertahun tahun surat teguran diturunkan dari DPRD Kabupaten Deli Serdang yang memerintahkan lokasi ternak Babi di Desa Tandem Hilir, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang segera ditutup, namun kenyataannya aparat terkait seperti Satpol PP, DLH dan Dinas Perizinan, terkesan seperti tutup mata.

"Ya lihat sendirilah, terkesan tutup mata dengan membiarkan keberadaan ternak Babi tetap buka dan semakin banyak," ungkap Wardi.

Terpisah, Amos Karo Karo, selaku Camat Hamparan Perak, saat dikonfirmasi awak media mengatakan seluruh pengusaha ternak Babi sudah dikumpulkan dan diberikan himbauan untuk segera mengurus perijinan sedari 2 Bulan yang lalu. Sebab, jika dalam 5 Bulan kedepan himbauan tersebut tidak dipatuhi, maka peternakan Babi itu akan ditutup nantinya.

Surat himbauan Camat untuk seluruh pengusaha peternakan Babi sudah dibuat. Namun karena tidak ada surat izin, maka disuruh untuk membuat surat izinnya. Kalau ada surat izin, ya silahkan saja," tegas Camat Hamparan Perak.

Disinggung apakah ada Babi yang mati di lokasi peternakan tersebut, Camat menjawab tidak tau, sebab belum pernah  ke lokasi yang dimaksud.  (Dky)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+