-->

Iklan

Petani Mengeluh, Pupuk Subsidi Sulit Didapat

Senin, 18 November 2019, 17.16.00 WIB Last Updated 2019-11-18T10:16:23Z



Ketua Koordinator BPP Kecamatan Babalan Sampe Pintu Batu.SP

Babalan-Metrolangkat.com


Memasuki masa tanam (MT II), petani padi yang ada di Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, mengeluh atas kelangkaan pupuk Urea Subsidi yang sulit di dapat di Kios pengecer penjualan pupuk.

Pasalnya, pupuk Urea subsidi yang disalurkan Pemerintah melalui distributor sebanyak 50 ton, tidak tersalurkan secara merata di kios pengecer yang resmi sebagai penyalur pupuk subsidi ke masyarakat petani.

Dari 9 Kios pupuk yang ada di Kecamatan Babalan, hanya 4 kios yang mendapat pendistribusian pupuk Urea subsidi, diantaranya:
1. UD Setia Mandiri Desa Securai Selatan 20 ton.

2.  UD Riski Tani Desa Securai Utara 10 ton.

3. Gapoktan Arbain Desa Teluk Meku 10 ton.

4. UD Mujari Desa Teluk Meku 10 ton.

Sedangkan 5 kios pupuk lainnya tidak menerima pupuk urea subsidi, diantaranya:

1. UD Heriansyah Desa Securai Utara.

2. UD Intani Desa Securai Utara.

3. UD Citra Tani Desa Securai Selatan.

4. UD Tani Sejahtera Kelurahan Pelawi Utara.

5. UD Anugerah Desa Pelawi Selatan.

Tentunya hal ini sangat merugikan Petani yang tergabung dalam kelompok kios yang tidak menerima jatah pupuk subsidi, dimana dalam 1.kios pengecer menaungi 8 kelompok tani (Poktan), dengan catatan 1 Poktan memiliki luas areal persawahan sekitar 50 hektare.

Kordinator Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Babalan, Sampe Pintu Batu.SP, saat di konfirmasi Metro Langkat, Senin (18/11/19) siang, terkait tidak meratanya pembagian pupuk di kios mengatakan jika pendistribusian pupuk urea subsidi dari distibutor ke kios tanpa di ketahui BPP.

Menurut Sampe, selama ini distributor langsung menyalurkan ke kios. Sebelum pupuk di bagikan, pihak distributor sudah memberi sinyal (pesan) ke setiap kios jika pupuk akan di distribusikan.

"Memang betul kita dapat 50 ton pupuk Urea subsidi, dan ini jatah dari Pemerintah setelah adanya pengurangan jumlah pupuk yang kita minta sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tahun 2019 Kecamatan Babalan. Dengan adanya kekurangan pupuk ini, kita harap masyarakat dapat menyiasatinya dengan membeli pupuk non subsidi atau berusaha beli dikios yang lain (red-Kecamatan lain)," ucap Sampe Pintu Batu.SP.

Diketahui, luas areal pertanian di Kecamatan Babalan mencapai 4.000 hektare lebih, dengan luas daerah pertanian terbesar terdapat di Sendayan Desa Securai Selatan dan Desa Teluk Meku.

Suardi, selaku Ketua Gapoktan Serasi Desa Securai Selatan mengatakan, jika kekurangan pupuk Urea subsidi sangat di khawatirkan masyarakat petani, apalagi memasuki masa tanam.

Sebab menurut Suardi, Petani sangat butuh pupuk urea subsidi, karena harganya jauh lebih murah dari pupuk nonsubsidi, dimana harga perkarung (50 kg) untuk harga subsidi sekitar Rp 97 ribu, di banding harga non subsidi yang mencapai harga Rp 220-240 ribu per karung 50 kg.

"Masalah ini sudah kita sampaikan ke BPP agar bisa di atasi, dan kedepannya kita harap kejadian ini tidak terulang kembali hingga timbul masalah dan kecemburuan sosial di petani. Jika mesti di bagi dan disalurkan, sebaiknya pupuk subsidi di bagi secara merata agar setiap kios dapat menyalurkannya kepetani," ucap Suardi.

Ditempat terpisah, beberapa petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Sabar Do Sendayan mengatakan, sangat kecewa, karena kios tempat mereka yang biasanya mendapat jatah pupuk Urea subsidi, kali ini tidak menerima pupuk subsidi.

Padahal, Poktan Sabar do sebelumnya sudah menyetor uang sebesar Rp 12 juta, sebagai uang dasar pembelian pupuk subsidi, namun kenyataannya uang tersebut dikembalikan, karena kios mereka tidak kedapatan jatah pupuk.

"Kita sangat kecewa, kios kita tidak dapat jatah pupuk subsidi dan uang kita di kembalikan, kemana lagi kita cari pupuk subsidi jika tidak ada, kita minta Pemerintah melalui Dinas Pertanian dan BPP untuk segera menyikapi hal ini, karena kita petani sangat butuh pupuk, apalagi pupuk subsidi," ucap salah seorang petani Sabar Do bemarga Siburian ini. (Bud)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+