-->

Iklan

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Tambang Ilegal di Binjai

Kamis, 21 November 2019, 12.45.00 WIB Last Updated 2019-11-21T05:45:32Z



Penggerebekan galian C di Bakti Karya beberapa waktu lalu

Binjai-Metrolangkat.com


Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menetapkan siapa tersangka kasus pertambangan dan galian C ilegal di Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, Sumatera Utara.

Koordinator Humas PTPN II, Sutan Panjaitan mengaku, bahwa aktifitas galian C di Kelurahan Bhakti Karya, sudah mereka laporkan ke pihak kepolisian.

"Hingga saat ini, PTPN II masih memiliki hak guna usaha lahan itu. Kita sudah lapor ke polisi dan sertifikatnya sudah sama pihak PTPN II," kata Sutan, Kamis (21/11).

Direktur Pusat Studi Hukum dan Pembelaan Peradilan (Puspa) Muslim Muis mempertanyakan kinerja pihak kepolisian Polres Binjai.

Dia mengatakan, penambangan ilegal telah berlangsung bertahun-tahun dan berdampak pada lingkungan hidup.

"Itu kan jelas bisa melanggar sejumlah Undang-undang, ada Undang-Undang Lingkungan Hidup, pertambangan. Artinya kerusakan lingkungan hidup sudah kewajiban Polisi melakukan penindakan. Itu pidananya jelas, apalagi itu penambangan ilegal," tegasnya.

Masih kata Muslim Muis, kini muncul dugaan ketidakseriusan Polres Binjai dan sikap pembiaran penambangan Galian C Ilegal. Polda Sumut diharapkan mengambil alih penanganan.

"Berarti Polisi di Binjai ini tidak serius menangani kasus ini," duganya.

Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting, saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dua unit alat berat yang ditangkap Polisi saat menggerebek galian C di Kelurahan Bakti Karya tersebut.

"Polisi serius dalam perkara galian C yang tidak berizin karena telah merusak lingkungan hidup," katanya.

Siswanto melanjutkan akan menghubungi pihak Sat Reskrim Polres Binjai untuk menanyakan kembali sejauh mana penanganan kasus tersebut.

Sebelumnya, Senin 19 Agustus 2019 polisi menggerebek galian C di Bakti Karya dan mengamankan Dua unit alat berat. Saat itu Polisi telah memasangi garis Polisi dan melarang siapapun masuk dan melakukan aktifitas.

Kemudian, Selasa 17 September 2019, Polisi kembali menggerebek galian C dan mengamankan 7 orang penambang ilegal serta 3 unit truk bermuatan tanah yang akan dijual. (tim)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+