-->

Iklan

REMPALA Indonesia Langkat Kecam Oknum Yang Membuang Bangkai Babi Di Sungai Wampu

Rabu, 13 November 2019, 21.22.00 WIB Last Updated 2019-11-13T14:22:10Z




REMPALA Indonesia Kabupaten Langkat

Langkat-Metrolangkat.com


Masih segar diingatan kita ditemukannya bangkai Babi yang dibuang di Kawasan Danau Siombak, Kecamatan Marelan, Kota Medan, beberapa waktu lalu, kini hal yang sama terjadi di Kabupaten Langkat.

Kini, hal yang serupa juga terjadi di langkat, tepatnya Rabu (13/11) pagi, ditemukan beberapa bangkai Babi mengapung di Sungai yang membentang diantara Kecamatan Wampu dan Stabat.

Temuan itu tentunya membuat masyarakat, khususnya warga Langkat, menjadi resah. Reaksi dan kecaman pun muncul dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satu yang ikut mengecamnya adalah Keluarga Besar Remaja Masjid Pecinta Alam (REMPALA) Indonesia Kabupaten Langkat. Melalui Ketuanya Agung kurniawan S.sos, di dampingi Sekretaris Umum Tengku Hasdrey Fauzi, angkat bicara terkait temuan bangkai Babi di Sungai Wampu.

Bahkan, Ketua DPD Laskar Melayu Indonesia kabupaten Langkat, Ibnu Us'ud, serta Ketua Hulu balang Satria Negeri Langkat, Kahiruddin Spd. Msi, juga ikut mengecam keras tindakan oknum yang melakukan pembuangan bangkai Babi ke Aliran Sungai yang ada di Langkat ini.

"Tindakan itu tentunya sangat membahayakan kesehatan masyarakat yang berada di sekitar aliran Sungai yang notebane Ummat Islam dan menggunakan air Sungai sebagai tempat mencuci, mandi dan Keperluan lainnya untuk ibadah," ucap Agung Kurniawan dengan nada kesal, Rabu (13/11).

Menurutnya, dibuangnya bangkai Babi di aliran Sungai Wampu ini merupakan perbuatan yang sangat Dzolim dilakukan oleh peternak Babi yang tidak memikirkan Kesehatan warga dan sangat mengganggu masyarakat Pesisir yang mayoritas adalah etnis Melayu.

"Sebab bukan hanya akan menimbulkan penyakit saja, tapi Babi itu binatang kotor dan Haram bagi Ummat Islam," tegas Agung Kurniawan.

Pria yang saat ini juga dipercaya menjadi Wakil Ketua Dunia Melayu Dunia Islam Sumut ini berharap agar aparat yang berwajib segera melakukan tindakan tegas kepada pelakunya.

"Kami minta aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan tegas. Pelakunya harus mendapat efek Jera agar tidak lagi melakukan hal yang serupa," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Agus, dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten Langkat menertibkan para Peternak Babi dan segera mengambil sikap melalui Dinas terkait.

"Seperti halnya yang terjadi di daerah lain di Sumatera Utara. Jangan sampai masyarakat yang mengambil sikap karena hal ini sangat meresahkan," ungkap Agus. (red)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+