-->

Iklan

Rusak Dan Amblas, Jalinsum Simpang Susu-Besitang Intai Korban

Jumat, 22 November 2019, 19.54.00 WIB Last Updated 2019-11-22T12:54:12Z




Para pengendara melambatkan laju kendaraannya saat melintas di Jalinsum yang rusak

Langkat-Metrolangkat.com


Kerusakan jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Banda Aceh, yang berada di Dusun III Desa Sei Tualang, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, terus di keluhkan para pengguna jalan.

Pasalnya, para pengguna jalan yang melintas dari arah Medan menuju Aceh maupun sebaliknya, harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan ini, tepatnya sekitar 200 meter dari simpang 3 Pangkalan Susu menuju Besitang, dimana jalan mengalami kerusakan yang cukup parah dengan kondisi jalan amblas hingga kedalaman mencapai lebih kurang 50 Cm dengan panjang lebih kurang 10 Meter.

M. Musliadi (46) salah seorang supir angkutan umum asal kota Kuala Simpang Provinsi NAD, saat ditemui wartawan di sekitar lokasi mengatakan, bahwa kerusakan jalan ini sudah berlangsung cukup lama, dan sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

"Sudah sering kita dengar terjadi kecelakaan disini, bahkan sampai memakan korban jiwa, apalagi saat malam hari. Tentunya keadaan ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan lainnya yang tidak memahami kondisi ini," ucap Musliadi yang mengaku setiap hari melintasi jalan ini dan meminta Pemerintah segera memperbaiki jalan yang rusak

Sementara itu, keterangan yang di terima Metro Langkat dari warga sekitar,  awalnya kerusakan jalan hanya berupa patahan dan retakan di tengah jalan. Namun lama kelamaan kerusakan semakin membesar hingga separuh bagian badan jalan amblas.

"Awalnya hanya kerusakan kecil, namun makin lama semakin parah hingga amblas, dan perbaikan dari Dinas Bina Marga sudah di lakukan, namun kondisinya rusak kembali, bahkan perbaikan baru beberapa bulan lalu di lakukan dan  kini sudah rusak kembali," ucap Junaidi (35) salah seorang warga sekitar.

Bahkan menurutnya, akibat kerusakan ini, banyak pengendara roda dua (motor) dan roda empat mengalami kecelakaan, dari truck yang terbalik, hingga pengendara motor yang meninggal dunia.

"Kemarin warga kita meninggal akibat kecelakaan di jalan ini, waktu itu mau menyambut Idul Fitri, keretanya (Septor) selip dan jatuh di jalan yang amblas," tambah Junaidi.

Dari pantauan wartawan dilokasi, Jum'at (22/11/19) sore, jalan yang rusak sangat berbahaya bagi para pengendara, dimana jalan hanya di pasangi Police Line, minimnya rambu tanda pemberitahuan membuat para pengendara harus lebih ekstra hati-hati saat melintas, apalagi saat di malam hari, kurangnya penerangan di malam hari, seakan kondisi jalan ini bagai jebakan yang menanti mangsa.

Guna mengantisipasi kecelakaan, warga sekitar berinisiatif mengatur dan menjaga dari kedua sisi (arah), dimana kendaraan yang lewat dari kedua arah saat bersamaan, harus menunggu dan antri hingga kendaraan yang berada didepannya melintas terlebih dahulu, menggunakan sisi jalur jalan yang masih bagus. (Bud)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+