-->

Iklan

Sikapi Laporan Masyarakat, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan RI Kunjungi PLTU P. Susu

Selasa, 12 November 2019, 20.55.00 WIB Last Updated 2019-11-12T13:55:59Z





Kepala Sub Direktorat Lingkungan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan meninjau PLTU P.Susu

P. Susu-MetroLangkat.com


Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) melalui Kepala Sub Direktorat Lingkungan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Bayu Nugroho, Selasa (12/11/19) siang, mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumatera Utara 2, di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumut, Selasa (12/11/19).

Kedatangan Dirjen Gatrik ini, dalam rangka menyikapi laporan masyarakat rukun nelayan yang di sampaikan ke Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo, terkait adanya dugaan pencemaran lingkungan dari aktifitas bongkar muat batu bara PLTU P. Susu, melalui jalur laut di paluh (anak sungai) lebai Akup Kuala Sei Siur, Selat Malaka.

Selain meninjau lokasi bongkar muat batu bara dan pembangunan dermaga Jetty Conveyor, Bayu Nugroho juga melakukan rapat tertutup dengan jajaran Direksi PT Indonesia Power (IP) PLTU, yang tak lain merupakan anak Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang dipercaya sebagai pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu berkapasitas 2 x 200 MW.





Dirjen Gatrik rapat dengan Direksi PT Indonesia Power  PLTU

Dalam kesempatan ini, Bayu Nugroho mengatakan, kedatangan dirinya mewakili Dirjen Gatrik dalam rangka menyikapi laporan rukun nelayan yang disampaikan ke Presiden.

"Disini kita punya semangat dalam membangun energi, dimana semangat Pemerintah sekarang adalah membangun untuk kemakmuran rakyat, salah satunya lewat listrik di wilayah Pangkalan Susu Langkat Sumatera," ucap Bayu Nugroho.

Lanjutnya, ini merupakan salah satu atensi Pemerintah terhadap pembangunan bagi masyarakat, dan kita memperbaiki tata kelola lingkungan agar dapat diterima di masyarakat dalam membangun energi demi kepentingan masyarakat.

Hal senada juga di sampaikan Hendri Aman Purba, selaku penanggung jawab Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Lingkungan PT Indonesia Power (IP). Dirinya mengatakan, jika sebelumnya aduan masyarakat melalui surat ke Presiden, dimana nelayan hanya melaporkan ada indikasi limpahan dan pencemaran jetty sungai.

Dan hal ini sudah di konfirmasi Ke dinas-dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat, dimana pihak PLTU dalam hal ini pihak PT IP, terus melakukan perbaikan disegala bidang sesuai dengan yang disepakati bersama.

Bahkan, lanjut Hendri, dua hari lalu, kita juga di panggil ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi melalui Bu Risma, disini kita juga sudah sampaikan perbaikan yang kita lakukan, dimana hasil kordinasi dengan DLH, ada 5 poin yang kita sepakati diantaranya:

1-Melakukan sampling lab.

2-Mengukur lab udara amnia terkait debu batu bara.

3-Melakukan trietmen jika batu bara beterbangan di tongkang harus di siram air.

4-Membersihkan tepi jetty temporary.

5-Menggiatkan CSR ataupun bantuan-bantuan resmi yang bisa dikeluarkan perusahan kepada nelayan dan masyarakat sekitar, dan ini semua sudah kita lakukan.

"Kita juga sudah melakukan kordinasi bersama Pak Sofyan selaku sekretaris HNSI Kabupaten Langkat, dan secara garis besar Himpunan Nelayan sudah dapat menerima secara positif perbaikan-perbaikan yang kita lakukan," ucap Hendri Aman Purba menjelaskan.

Diketahui sebelumnya, adanya dugaan pencemaran baik laut dan udara, dari aktifitas PLTU P. Susu, membuat masyarakat dan aktifis pecinta lingkungan menjadi resah.

Untuk itu masyarakat berharap, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan dinas terkait lainnya, betul-betul melakukan pengawasan terhadap dampak lingkungan, pengawasan mengenai limbah dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) harus betul-betul di jalankan, dan pihak perusahaan dalam hal ini PT. PLN (Persero) dan pihak PLTU harus betul-betul melakukan kajian bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), demi kesejahteraan masyarakat. (Bud)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+