-->

Iklan

Antisipasi Banjir Jakarta, Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Minta Semua Siaga

Kamis, 19 Desember 2019, 11.06.00 WIB Last Updated 2019-12-19T04:06:11Z



Sepeda motor 'tenggelam' akibat banjir di Jalan Asia Afrika, Jakarta, kemarin.(Foto/Ist)

Jakarta-metrolangkat.com 


Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, menyinggung soal banjir yang terjadi di Jakarta Selasa (10/12) lalu. Gatot mengimbau kepada jajaran memetakan lokasi-lokasi rawan untuk mengantisipasi agar banjir tidak terulang.

"Saya minta kepada kita semua, peristiwa beberapa hari yang lalu ketika curah hujan tinggi menimbulkan kemacetan di beberapa titik. Langkah pertama adalah kita mengantisipasi dengan me-mapping terlebih dahulu lokasi-lokasi mana yang terdapat genangan air atau banjir yang dapat mengganggu kelancaran arus lalulintas," ujar Irjen Gatot Eddy saat memberikan sambutan pada Apel Pasukan Operasi Lilin Jaya 2019 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Selain itu, Gatot juga meminta kepada jajarannya untuk siaga di lokasi rawan banjir. Polisi harus memberikan pelayanan kepada masyarakat saat banjir.

"Antisipasi tiap wilayah dengan menempatkan anggotanya baik untuk antisipasi banjirnya atau lalu lintas. Koordinasikan dengan pihak terkait, TNI, Pemda setempat," imbuhnya.



Kapolda Metro Jaya-Pangdam Jaya pimpin Apel Pasukan Operasi Lilin Jaya 2019.(Foto/Net)


Dalam kesempatan yang sama, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono juga meminta pasukannya untuk siap siaga menghadapi banjir. Dia mengimbau pasukan untuk segera turun menolong korban banjir.

Tadi Bapak Kapolda Metro sudah menyinggung, berkaitan dengan tugas kita TNI dan Polri dalam menghadapi bencana, yang di depan mata kita adalah apabila Jakarta mengalami kebanjiran, di sini tidak ada lagi siapa yang harus duluan. Apabila ada suatu banjir maka secara spontan semua kesatuan terdekat melakukan bantuan untuk menolong masyarakat yang kebanjiran," kata Eko.

Eko juga menyinggung hujan deras pada Selasa (10/12) lalu yang menimbulkan banjir Jakarta.

"Kemarin baru hujan sebentar saja sudah mengalami genangan air, tapi dampak dari genangan air tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu bila terjadi kemacetan atau lain sebagainya untuk membantu kalaupun ada mobil mogok, ikut bantu," imbuh Eko.

Lebih lanjut, Eko mengimbau masyarakat, terutama pemotor untuk tidak berteduh di bawah terowongan atau jembatan penyeberangan orang (JPO) saat turun hujan. Sebab, hal itu dapat menimbulkan kemacetan yang meluas.

"Bagi pengendara motor jangan berhenti di terowongan, karena dampak dari itu semua kemacetan akan terjadi di mana-mana. Saya berharap sekali lagi dan berdoa semoga perayaan Natal dan tahun baru ke depan bisa berjalan dengan lancar dan aman," tandas Eko.

Sehari sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyebut banjir di sejumlah titik dipicu material proyek revitalisasi trotoar yang menyumbar saluran air. Hal itu membuat air sulit masuk ke saluran air hingga menimbulkan genangan saat hujan deras.

"Ya memang tadi juga habis dibahas ya memang karena ada beberapa pekerjaan yang belum selesai ada bahan material di lokasi bisa juga mengakibatkan saluran tersumbat. Material di situ," kata Juaini Yusuf, Rabu (18/12/2019), menanggapi banjir yang melanda dibeberapa titik di Jakarta, kemarin. (red)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+