Iklan

Minggu, 29 Desember 2019, 12.38.00 WIB
Last Updated 2019-12-29T05:38:59Z
Berita Hari Ini

Dirut Bank Sumut: Pentingnya Peran Pers Bagi Kelangsungan Hidup Perbankan

Berita Viral




Medan-Metrolangkat.com


Wartawan  harus memahami Undang- Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode etik Jurnalistik. Hal tersebut karena merupakan ketentuan dan etika profesi seorang wartawan ketika menjalankan tugas profesinya.

Penyampaian hal tersebut dikatakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut) H.Hermansyah, dalam acara kegiatan ujian calon anggota muda dan anggota biasa PWI Sumut tahun 2019, Sabtu (28/12) bertempat di Ballroom Lt 10 Gedung PT Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan.

“Seorang wartawan itu harus memahami Undang-undang nomor 40 tentang Pers, serta Kode Etik Jurnalistik. Sebab jika wartawan tak paham kode etik, terkadang kerjanya bisa melebihi kerja seorang penyidik atau Polisi maupun jaksa. Jika itu terjadi, maka seorang wartawan telah melanggar kode etik," kata Hermansyah.

Hermansyah juga mengatakan, dengan adanya kegiatan ujian calon anggota PWI Sumut yang bekerjasama dengan PT Bank Sumut, diharapakan dapat meningkatkan taraf pengetahuan wartawan.

Kita ucapkan terima kasih kepada PT Bank Sumut yang telah bekerjasama dengan PWI Sumut dalam pelaksanaan ujian anggota muda dan anggota biasa PWI Sumut. Untuk itu, kita perlu beri apresiasi kepada PT Bank Sumut.

“Bank Sumut adalah Bank rakyat. Kita ingin Bank Sumut dekat dengan rakyat, sehingga Bank Sumut benar-benar dapat menjadi Bank nya masyarakat Sumut," ujar Ketua PWI Sumut.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut Mochammad Budi utomo, dalam kesempatan pelaksanaan ujian tersebut mengucapkan selamat kepada para peserta yang mengikuti ujian calon anggota PWI Sumut tahun 2019.

“PT Bank Sumut mendukung berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh PWI Sumut. Sebab majunya perkembangan dan pertumbuhan Bank khususnya Bank Sumut secara signifikan tidak terlepas dari peran media," ucapnya.

Budi menambahkan, apabila media membuat berita yang tidak sinkron sudah tentu dapat mempengaruhi pembacanya dan bisa  berakibat atau berdampak buruk, salah satunya bagi Bank

Oleh karena itu, Budi Utomo berharap terbangun kerjasama yang baik antara media dan PT Bank Sumut. Sebab jika media memahami tentang Perbankan dengan baik, maka investor akan bersedia menanamkan sahamnya atau modalnya. Akan tetapi apabila media salah membuat berita atau salah buat judul saja, tentunya akan mempengaruhi investasi di Perbankan.

‘Investor akan membeli saham atau menanamkan investasinya terlebih dahulu dan akan melihat berapa banyak pemberitaan media yang bersifat negatif. Jika banyak berita negatif sudah tentu investor tidak mau membeli dan menanamkan investasinya," sebut Budi.

Oleh karena itu, dirinya menyebutkan betapa sangat pentingnya pemberitaan. Sebab, hanya karena salah buat saja dapat mempengaruhi pasar maupun nasabah. Maka untuk itu wartawan harus memahami berita yang dibuatnya tentang Bank.

Jadi gambarannya menurut Budi Utomo, betapa pentingnya Pers dalam kelangsungan hidup Perbankan, terutama Bank Sumut, demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat Sumatera Utara," ujar Budi.

Lebih lanjut dikatakan Budi Utomo, banyak keuntungan bagi perusahaan untuk melakukan penawaran umum atau Initial Publik Offering (IPO) atau biasa disebut Go Publik.

Keuntungan indikator tersebut menurut dirinya antara lain dapat membuka akses perusahaan terhadap sarana pendanaan jangka panjang yang lebih luas dan mampu meningkatkan kinerja perusahaan dan value (nilai) Perusahaan.

Tidak hanya itu, lanjut Budi Utomo, beberapa keuntungan lainnya juga dapat meningkatkan image Perusahaan, baik dalam catatan saham Perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), atau dari informasi dan berita tentang perusahaan yang sering diliput oleh media, penyedia data dan analis diperusahaan Sekuritas. Kemudian, dapat menumbuhkan loyalitas karyawan perusahaan apabila sahan perusahaan diperdagangkan di Bursa.

Tak hanya itu saja, apabila perusahaan go public, sudah tentu dapat mempercepat penerapan GCG, yaitu perusahaan yang memenuhi persyaratan Good Corporate Governance (GCG).

Dan akan mampu mendorong pemerintah memberikan insentif pajak melalui penerbitan peraturan pemerintah nomor 56 tahun 2015 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 77 tahun 2013 tentang penurunan tarif pajak penghasilan bagi wajib pajak badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka. dan analis diperusahaan sekuritas.

Budi Utomo juga mengatakan, keuntungan lainnya ialah dapat menumbuhkan loyalitas karyawan Perusahaan apabila saham Perusahaan diperdagangkan di Bursa, serta apabila Perusahaan go public, sudah tentu dapat mempercepat penerapan GCG, yaitu perusahaan yang memenuhi persyaratan Good Corporate Governance.

"Akhirnya akan mampu mendorong Pemerintah memberikan insentif pajak melalui penerbitan peraturan Pemerintah nomor 56 tahun 2015, tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 77 tahun 2013 tentang penurunan tarif pajak penghasilan bagi wajib pajak badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka," ucap Budi mengakhiri penjelasannya. (Dep)