Iklan

Jumat, 13 Desember 2019, 20.59.00 WIB
Last Updated 2019-12-13T13:59:01Z
Hukum dan kriminal

Duuhhh... Oknum PNS Disdik Langkat Diduga Menganiaya Tenaga Honorer Di Dalam Musholla

Berita Viral



Korban saat menjalani perawatan di Rumah Sakit 

Langkat-metrolangkat.com


Seorang wanita berinisial YN, yang diketahui merupakan salah seorang Tenaga Honorer yang bekerja di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, diduga kuat menjadi korban Penganiayaan rekannya, Jumat (13/12).

Dugaan penganiayaan tersebut dilakukan oleh oknum PNS berinisial ET, yang diketahui menjabat sebagai Kepala Seksi Ketenagaan dan Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Kabupaten Langkat. Mirisnya lagi, hal itu dilakukan sang oknum PNS di dalam Musholla yang ada dibelakang halaman Kantor Disdik Langkat.

Karena dianggap tindakan oknum PNS tersebut diluar batas kewajaran, korban pun akhirnya mencari keadilan.

"Ya, tadi ada peristiwa penganiayaan terhadap Tenaga honor diduga dilakukan oleh ET, yang menjabat sebagai salah seorang Kasi di Disdik Langkat," ucap Mas'ud SH MH, yang bersedia menjadi Advocat untuk mendampingi korban.

Diceritakan Mas'ud, dugaan penganiayaan yang dilakukan ET didalam sebuah Musholla, terjadi sekira Pukul 15.40 Wib.

"Pada saat Adzan sholat Ashar berkumandang, tiba tiba ET langsung mendobrak pintu Musholla dan masuk kedalam tanpa melepaskan Sepatu dan langsung menyerang korban yang pada saat itu dalam posisi duduk sembari mendengarkan adzan untuk menunaikan sholat Fardhu Ashar berjamaah," tutur Mas'ud.

Selanjutnya, sambung Mas'ud, tanpa ada basa basi, ET langsung meninju dan menerjang hingga korban tersungkur.

Tidak sampai disitu, kata Mas"ud, seorang Mua'zzin yang sedang mengumandangkan adzan, terpaksa menghentikan adzannya karena mencoba melerai penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban.

"Adzan Sholat Ashar sempat dihentikan, karena Mua'zzin melerai penganiyaan tersebut," ungkap Advocat asal Tanjung Pura tersebut yang saat ini masih berada di Polres Langkat guna melaporkan penganiayaan yang dialami kliennya.

Akibat penganiayaan tersebut, korban langsung melakukan perawatan medis di RS Putri Bidadari yang berada di Kecamatan Wampu.

Terpisah, salah seorang pegawai Dinas Pendidikan Langkat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sebelum terjadi penganiayaan di Musholla tersebut, sebelumnya telah terjadi percekcokan antara pelaku dan korban karena sesuatu permasalahan yang tidak di ketahui Pegawai tersebut.

"Sebelum terjadi tindak kekerasan terhadap korban didalam Musholla tersebut, di dahului dengan pertengkaran mulut hingga diakhiri tindak kekerasan yang menimpa korban," tuturnya. (Dky)