Iklan

Kamis, 26 Desember 2019, 10.10.00 WIB
Last Updated 2019-12-26T03:10:29Z
Berita Hari Ini

Kisah Sopir Lamborghini 'Koboi' Miliki Amunisi dan Mobil Mewah Teregister Seorang Buruh

Berita Viral




Jakarta-metrolangkat.com


Polisi melakukan penggeledahan di rumah Abdul Malik, koboi jalanan ber-Lamborghini oranye, yang terletak di Jalan Jambu, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hasilnya, polisi menemukan puluhan amunisi senjata api (senpi).

"Temuan 10 peluru panjang kaliber 5,56; 11 peluru pendek kaliber 9; dan 1 peluru pendek masih utuh," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib kepada detikcom, Kamis (26/12/2019).

Polisi saat ini mendalami keterkaitan Abdul Malik dengan puluhan peluru tajam tersebut. Polisi juga akan mengecek ada atau tidaknya izin kepemilikan peluru tersebut.

"Mendalami berkaitan kepemilikan peluru dan senpi atas peluru tersebut," ucap Andi.

Lamborghini warna oranye bernopol B-27-AYR sempat membuat geger karena aksi penodongan yang dilakukan pengemudi Abdul Malik, kepada pelajar di Kemang, Jakarta Selatan. Abdul Malik akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Jakarta Selatan pada Senin (23/12) malam.

Dasar penangkapan adalah laporan orang tua salah satu korban bernama Aiman (16). Saat ditangkap, polisi menyita sepucuk pistol jenis baretta beserta 8 butir peluru tajam dari tangan Abdul Malik.

Sebagaimana diberitakan aebelumnya, mobil mewah Lamborghini warna oranye bernopol B-27-AYR sempat membuat geger karena aksi penodongan yang dilakukan pengemudi bernama Abdul Malik, terhadap seorang pelajar di Kemang, Jakarta Selatan. Kejadian itu kemudian mengungkap fakta lain mulai dari pelat palsu hingga kecelakaan di Jln.MH.Thamrin, Jakarta Pusat.

Sebagaimana dikutip dari Detik.com, Abdul Malik ditangkap Satreskrim Polres Jakarta Selatan pada Senin (23/12) malam, setelah aksi penodongan dilaporkan oleh orang tua salah satu korban bernama Aiman (16). Akan tetapi, penyidik Satreskrim Polres Jakarta Selatan saat itu belum menyita mobil tersebut, lantaran terkendala masalah teknis.

Usai penangkapan, polisi melalukan tes urine terhadap pelaku, hasilnya Abdul Malik dinyatakan positif mengkonsumsi ganja. Abdul Malik mengaku perbuatan koboinya di bawah pengaruh ganja.

Belakangan, polisi mengungkap fakta baru terkait mobil Lamborghini bernopol B-27-AYR yang dikemudikan oleh Abdul Malik. Mobil itu tidak teregister atas nama Abdul Malik, melainkan seseorang berinisial AR yang merupakan seorang buruh.

"Di STNK tertera atas nama AR, pekerjaannya serabutan atau buruh," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib, Rabu (25/12/2019).

Polisi kemudian melakukan pengecekan data-data kendaraan tersebut. Dari hasil pengecekan, diketahui 'sang pemilik' yang berinisial AR itu ternyata bekerja sebagai buruh, warga Cipulir, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kepada polisi, AR mengungkap bahwa sekitar 2013, dia pernah meminjam uang kepada temannya berinisial Y sebesar Rp700 ribu.

"AR ini pinjam uang untuk keperluan berobat anaknya," imbuhnya.

Y saat itu bersedia meminjamkan uang kepada AR, dengan syarat AR meminjamkan KTP miliknya. AR saat itu sempat menanyakan alasan Y meminjam KTP.

"Kemudian Y ini mengatakan 'kan kamu butuh uang, o,eh sebab itu saya minjam KTP kamu adalah untuk keperluan, yang penting kamu dapat uangnya'," jelasnya.

Namun KTP AR tidak pernah kembali kepadanya. AR juga tidak memiliki nomor telepon Y.

"Selanjutnya pada sekitar bulan Juli 2019, AR pernah menerima pemberitahuan pembayaran pajak dari pihak Dinas Perpajakan Negara dikarenakan belum membayar pajak atas 1 (satu) unit mobil merk Lamborghini Nopol B-27-AYR warna oranye tahun tahun 2013 atas nama AR tersebut," papar Andi.

Karena merasa tidak pernah memiliki kendaraan itu, AR saat itu tidak menghiraukan surat dari dinas perpajakan tersebut. (red)