Iklan

Jumat, 06 Desember 2019, 20.28.00 WIB
Last Updated 2019-12-06T13:28:47Z
Berita Hari Ini

KontraS : Polri Seperti Ketakutan Ungkap Pelaku Kasus Novel Bawesdan

Berita Viral




Koordinator KontraS, Yati Andriyani. (Foto/Ist)

Jakarta-metrolangkat.com


Pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan masih belum terungkap. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menganggap pihak kepolisian telah gagal menangani kasus tersebut.

"Artinya Polri begini ya, dia mengorbankan nama baiknya, mengorbankan nama baik institusinya, Polri mengorbankan legitimasinya sebagai penegak hukum dalam kasus Novel dengan cara tidak mau mengungkap kasus Novel sampai sekarang atau belum juga berhasil mengungkap kasus Novel. Jadi ya kalau kita bilang Polri gagal, ya pasti sudah gagal," kata Koordinator KontraS Yati Andriyani kepada wartawan, di Kantor KontraS, Jalan Kramat II, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).

Yati mengatakan kekuasaan dari dalang pelaku penyiraman Novel telah menjerat negara ini, bahkan menurutnya juga menjerat institusi Polri.

"Kasus Novel ini menurut saya semakin jelas sih bahwa kekuasaan para terduga pelaku nih mengangkangi negara ini. Mengangkangi hukum. Dan Polri sebagai badan institusi yang paling bertanggung jawab itu sudah dikangkangi. Dikangkangi apa ya? Di occupy, dijerat oleh para pelaku, oleh kekuasaan," kata Yati.

Yati menambahkan Polri bukan hanya gagal dalam menjalankan tugasnya. Dia mengatakan Polri takut dengan pihak-pihak tertentu apabila kasus ini diungkap.

Yati pun meminta Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk bisa tegas dalam mengusut kasus Novel siapapun pelakunya. Menurut dia kasus ini tidak hanya mewakili Novel, namun juga mewakili keadilan untuk publik.

"Jadi dorongannya, ya Kapolri harus harus berdiri tegak siapapun itu pelakunya, apapun itu temuannya. Dibuka dan dibongkar. Jangan disembunyikan, jangan ditahan-tahan dan jangan takut. Karena ini adalah, apa ya, kasus ini mewakili rasa keadilan publik gitu. Kasusnya bukan hanya soal Novel, kasus ini adalah keadilan publik apalagi Novel adalah penyidik senior untuk pemberantasan korupsi," ujar Yati.

Dalam kesempatan itu, Yati juga mengatakan, apabila kasus ini dapat diselesaikan, akan memberikan legitimasi yang baik bagi Presiden Joko Widodo dan Polisi sebagai institusi dalam mendukung pemberantasan korupsi.

Kalau Pak Idham Aziz dan Pak Jokowi berani pasang badan ada di depan untuk memyelesaikan kasus ini artinya sangat baik untuk tidak hanya citra tapi legitimasi Jokowi dan polisi sebagai pihak atau institusi atau sebagai presiden yang punya keberpihakan untuk pemberantasan korupsi," tutur Yati.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi meminta Kapolri segera menuntaskan pengungkapan kasus teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dengan tenggat awal Desember. Jokowi juga akan meminta laporan Kapolri Jenderal Idham Azis terkait perkembangan penanganan kasus teror terhadap Novel Baswedan pada Senin (9/12/2019).

Polri memastikan masih berupaya mengungkap kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.(red)