Iklan

Jumat, 13 Desember 2019, 08.27.00 WIB
Last Updated 2019-12-13T01:27:39Z
Hukum dan kriminal

Mendapat Pelecehan Dari Madia, KR RN Cs Jalani Sidang Perdana Di Pengadilan Negeri

Berita Viral


Madia Lagan (Saksi Korban/Terdakwa) saat dimintai keterangannya oleh Majelis Hakim

Binjai-Metrolangkat.com


Kasus tindak pidana pengeroyokan yang melibatkan KR Rajati, KR Rani dan Muklis terhadap Madia Lagan alias Aboi, kemarin sore, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Klas IB Kota Binjai.

Sidang Perdana dengan agenda membacakan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta meminta keterangan dari saksi korban Madia Lagan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Dedy SH. 
Seusai Benny Avalona Surbakti, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Binjai membacakan dakwaanmya, Ketua Majelis Hakim Dedy SH pun memintai keterangan dari saksi korban Madia Lagan (Terdakwa-red) terkait kronologis pengeroyakan yang dialaminya. 

Oleh Madia Lagan dihadapan Ketua Majelis Hakim menjelaskan, bahwa pengeroyokan tersebut dilakukan para tersangka karena terkait kasus utang piutang, Saat terjadi pengeroyokan ini berawal saat tersangka yang bernama KR Rani meludahi korban disaat berselisih jalan di depan tempat jualan korban, tidak senang di ludahi korban langsung membalas dengan meludahi kembali sehingga terjadi keributan.

Saat kejadian itu para kerabat tersangka yang berjumlah 3 orang pun langsung datang mengeroyok memukul korban di tempat jualannya yang kebetulan saling berhadapan.

Serunya, keterangan saksi korban Madia Lagan itupun dibantah oleh KR Rani seusai Ketua Majelis Hakim mempertanyakan kepada KR Rani terkait keterangan dari Madia Lagan (Saksi Korban). 

Menurut KR Rani dihadapan Ketua Majelis Hakim, awal mula terjadinya pengeroyakan itu dikarenakan Madia Lagan mengucapkan kata-kata pelecehan terhadap dirinya. “Dia (Madia) pak hakim, telah menyebut saya lonte. Ucapan itu tidak saya terima. Hingga terjadi keributan,” ucapnya menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim.

Seusai mendengarkan keterangan saksi korban dan bantahan dari KR Rani, Ketua Majelis Hakim Dedy SH pun mempertanyakan kesedian dari Madia Lagan (Saksi Korban) untuk berdamai dengan KR Rani Cs. 

Oleh Madia Lagan pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda dirinya bersedia berdamai dengan KR Rani cs.

Sebelum sidang perdana kasus tindak pidana dugaan pengeroyokan itu ditutup oleh Ketua Majelis Hakim, penasehat hukum dari pihak KR Rani cs yang dipimpin oleh Surya Wahyu Danil SH pun mengajukan berkas penangguhan penahanan terhadap KR Rani (28), KR Rajati (27), Mukhlis (27) serta saksi korban Madia Lagan.

Oleh Ketua Majelis Hakim Dedy SH, berkas penangguhan penahanan itu pun diterima dan menyebutkan pengajuan ini akan dipelajari terlebih dahulu. 

Sidang ini ditunda Ketua Majelis Hakim Dedy SH dan akan dilanjutkan kembali pada 16 desember 2019. Sidang lajuntan itu nantinya, oleh majelis hakim diagendakan mendengar keterangan saksi.

Untuk diketahui, sebelumnya kronologis kejadian penganiayaan ini terjadi dikedai (kios jualan) saksi korban Madia Lagan alias Aboi di Pasar Tavip terjadi pada 27 Juni 2019 sekira pukul 05.00 Wib pagi silam. 

Menariknya, kedua belah pihak yang berseteru ini saling lapor tindak pidana pengeroyokan ini ke Mapolres Binjai. (Ars).