Iklan

Selasa, 24 Desember 2019, 12.32.00 WIB
Last Updated 2019-12-24T05:32:11Z
Anak Negeri

Muhri Fauzi : #bunuhpolitikuang Untuk Memberikan Edukasi Terkait Bahaya Politik Uang

Berita Viral




Binjai-Metrolangkat.com


#bunuhpolitikuang

adalah sebuah Judul buku yang ditulis oleh Putra asal Kota Binjai, Muhri Fauzi Hafiz. Bahkan, jelang Pilkada 2020, istilah "bunuh politik uang" banyak diperbincangkan oleh Netizen atau Warganet melalui Media Sosial (Medsos).

Walau tampilan buku tersebut terkesan sederhana, namun istilah "bunuh politik uang" terkadang menjadi pro dan kontra antar sesama Netizen saat membicarakan di Media Sosial. Hal itu (sepertinya) dikarenakan ketidakfahaman seseorang (Netizen) dalam meartikan ataupun menelaah arti yang terkandung didalam buku berjudul #bunuhpolitikuang.

Pun begitu, guna menjawab tentang maksud atau pun arti dari #bunuhpolitikuang, awak media ini mencoba menghubungi sang penulis, Muhri Fauzi Hafiz.





Menurut Pria yang pernah menjadi Legislator di DPRD Provinsi Sumatera Utara ini, #bunuhpolitikuang adalah tanda pagar (tagar) dari judul buku Muhri Fauzi Hafiz yang berisi tentang pengalaman dirinya sebagai calon anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, periode 2019-2024, serta pengalaman lainnya saat menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, periode 2014-2019.

Lebih lanjut dikatakan Pria berdarah Melayu yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Andalas ini, latar belakang terbitnya buku ini selain dari pengalaman pribadi yang dialami penulis, juga rasa prihatin dirinya terhadap kondisi prilaku oknum-oknum elite Politik yang mengabaikan pesan, baik dari Politik dan Demokrasi.

"Politik Uang yang dimaksud adalah prilaku oknum elite Politik yang melakukan transaksi kepada pemilih untuk mempengaruhi keputusan pilihannya dengan sejumlah nilai uang rupiah atau materi lainnya," ucap Muhri, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (24/12).




Muhri Fauzi Hafiz (kanan/kemeja Putih) sang penulis buku berjudul #bunuhpolitikuang

Lanjut Muhri, sedangkan tagar #bunuhpolitikuang dari satu judul buku, ternyata sudah melahirkan gerakan yang tersusun rapi, diisi oleh kaum muda milineal yang tergabung dalam organisasi perkumpulan masyarakat "Gerakan Bunuh Politik Uang Indonesia" atau disebut GBPU Indonesia.

"Saat ini organisasi tersebut sudah memiliki kepengurusan dari pusatnya di kota Medan, dan sudah menjalar ke kota Binjai, Padang Sidempuan, Sibolga, Bandung, Makasar," beber Muhri, seraya mengatakan akan menyusul beberapa Kota dan Kabupaten lainnya.


Dikatakan Muhri Fauzi Hafiz, kegiatan organisasi GBPU Indonesia diawali dengan rekrutmen relawan, pendidikan dan Pelatihan relawan untuk selanjutnya melakukan edukasi dan Sosialisasi terhadap bahaya politik uang di tengah-tengah masyarakat.

"Tujuannya adalah me-edukasi dan juga melakukan sosialisasi terhadap bahaya Politik uang di tengah-tengah masyarakat," ungkap Muhri meakhiri pembicaraannya. (red)