Iklan

Jumat, 27 Desember 2019, 00.10.00 WIB
Last Updated 2019-12-28T04:16:32Z
Berita Hari Ini

Oknum Kader PKS Cegah Dan Usir Wartawan, Saat Liput Kegiatan Tifatul Sembiring

Berita Viral



Binjai-Metrolangkat.com


Seorang oknum kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Binjai, cegah dan mengusir sejumlah wartawan media online, saat melakukan peliputan Reses Pemahaman mengenai 4 Pilar Kebangsaan oleh Ir. Tifatul Sembiring, anggota DPR RI yang juga Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Kamis (26/12) malam di Aula RM Pondok Punakwan, Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat.

Kronologis pencegahan dan pengusiran wartawan saat peliputan Reses Ketua Fraksi PKS di DPR RI, bermula dari seorang wartawan media online dari Metrolangkat hendak masuk menyusul kedua rekannya sesama jurnalis media online ke dalam aula tempat reses berlangsung. Saat hendak memasuki ruangan, seorang pria yang mengenakan kaos berlogo Partai PKS melarang memasuki ruangan tempat kegiatan reses berjalan.

Sangat miris, setelah mencegah seorang jurnalis/wartawan untuk masuk, sang oknum kader PKS tersebut, malah masuk ke ruangan aula untuk meminta kedua juranalis lainnya yang telah berada didalam untuk segera keluar dari dalam aula.

Padahal, masuknya kedua jurnalis atau wartawan tersebut karena sebelumnya sudah meminta ijin kepada beberapa orang yang menjaga di depan pintu masuk, sekaligus mengatakan maksudnya yang hendak meliput.

Ketika ditanya, soal tindakan pengusiran terhadap awak media, pria yang diketahui berperawakan berkulit sawo matang itu, mengatakan bahwa polisi sekalipun tidak boleh masuk kedalam ruangan tanpa undangan dari pihaknya.

"Polisi sekalipun, kami tidak ijinkan masuk kalau tidak ada surat undangan hadiri reses. Apalagi awak media terlebih gak punya surat undangan, maaf dilarang masuk untuk meliput acara ini,"ujar bedol, jurnalis media online metrolangkat meniru ucapan pria kader PKS tersebut.

Namun saat ditemui kembali, pria yang cegah dan usir sejumlah wartawan saat akan meliput kegiatan reses anggota DPR RI dari Fraksi PKS tersebut, mengatakan, dirinya hanya menjalankan perintah dan tugas penjagaan saat acara berlangsung.

“Saya udah di tugaskan bang, gak boleh masuk ya, Polisi sekalipun tidak boleh masuk kedalam bang,”ucap pria berkaos PKS mengulang lagi.

Terkait pencegahan serta pengusiran sejumlah jurnalis saat hendak liputan kegiatan reses Tifatul Sembiring, Akhmad Taib, Bendahara Umum DPD PKS Kota Binjai, dikonfirmasi melalui aplikasi whatsapp, menyampaikan permohonan maafnya serta mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari protokoler.

“Maaf ya bang, ini merupakan bagian dari protokoler pak Tifatul,”ungkap Akhmad.

Perlu diketahui para pembaca dalam menjalankan tugas peliputannya, bahwa awak media dilindungi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dalam fungsinya sebagai sosial kontrol dan juga sebagai wahana komunikasi ke publik. Adanya pencegahan dan pengusiran itu, menimbulkan ‘Tanda Tanya’ besar terhadap acara yang sedang berlangsung tersebut.

Seperti yang diketahui sejumlah Anggota MPR/DPR RI memang diberikan tugas pokok untuk mensosialisasikan dan menerangkan 4 (empat) pilar kebangsaan kepada masyarakat pada umumnya, dan jurnalis atau wartawan dapat menyampaikan ke publik dalam bentuk informasi berita agar semua itu dapat dipahami dan diimplementasikan publik kedalam kehidupan yang semua tujuannya demi menjaga kesatuan serta keutuhan NKRI sebagai negara yang memiliki beragam suku maupun budaya.(Ars/Red)