-->

Iklan

Perseteruan Gubernur Edy dan Bupati Tapteng Harus Dihentikan

Kamis, 19 Desember 2019, 16.24.00 WIB Last Updated 2019-12-19T09:24:56Z









Medan-metrolangkat.com 


Perselisihan antara Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dengan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani, merupakan peristiwa memalukan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR Yaqut Cholil Qoumas, menyikapi permasalahan kedua pemimpin yang berbeda kedudukan serta kewenangannya itu, serta meminta agar pemerintah pusat segera turun tangan.

"Menurut saya, ini sangat memalukan dan disayangkan. Keduanya, meskipun beda tingkatan, sama-sama dipilih rakyat. Seharusnya, apapun yang mereka katakan dan lakukan, diorientasikan untuk kepentingan rakyat," kata Yaqut kepada wartawan, Kamis (19/12/2019).

Yaqut menegaskan Edy dan Bakhtiar seharusnya saling melengkapi satu sama lain. Dia menilai tidak pantas keduanya berseteru di depan publik.

"Kalau ada kekurangan, harusnya saling dukung dan melengkapi satu sama lain, bukan saling menghujat di ruang publik seperti itu," jelasnya.

Politikus PKB itu meminta Edy dan Bakhtir untuk memperbaiki pola komunikasi. Dia meminta pihak pemerintah pusat turut menyelesaikan konflik Edy dengan Bakhtiar.

"Pola komunikasi yang tidak sehat ini harus segera dibenahi. Pemerintah pusat sebaiknya turun tangan untuk kasus-kasus seperti ini," ucap Ketua DPP PKB itu.

Diberitakan sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi menyebut Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani tidak sayang ke rakyat. Hal itu disampaikan Edy saat menyinggung kondisi masyarakat di Tapteng.

"Waktu saya mau jadi gubernur, dibawa saya sama relawan ke Tapanuli Tengah. Begitu saya masuk ke sana, orang miskin semua. Nggak jadi saya kampanye," kata Edy di Aula Raja Inal Siregar kantor Gubernur, Jl Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (17/12).

Edy menceritakan kunjungan ke Tapteng yang seharusnya digunakan untuk kampanye itu diganti menjadi makan bersama masyarakat. Saat inilah Edy menyinggung kinerja Bakhtiar yang dinilai tak memuaskan.

"Akhirnya saya sekarang mau balik ke Tapanuli Tengah sana, eh bupatinya begitu. Tak cocok jadi bupati, gimana tak miskin rakyatnya? Tak ada sayangnya sama rakyat, kok ia jadi pemimpin?" tutur Edy.

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani meminta Edy bicara sesuai data bukannya sentimen pribadi. Bahkan, dia mempersilakan Edy membuat survei.

"Gubernur kalau bicara harus sesuai data, jangan karena sentimen terhadap saya," kata Bakhtiar saat dihubungi, Rabu (18/12).

"Silakan buat survei, apa yang dilakukan Gubernur untuk Sumatera Utara, dan apa yang saya lakukan untuk Tapanuli Tengah," imbuhnya. (red)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+