Iklan

Jumat, 27 Desember 2019, 13.39.00 WIB
Last Updated 2019-12-27T06:39:24Z
Berita Hari Ini

Satma Peduli Binjai Demo,Berbagai Kasus Disoal

Berita Viral


Binjai-Metrolangkat.com

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Satuan Pelajar Mahasiswa dan Pemuda Peduli Kota Binjai, menggelar aksi unjuk rasa damai di gedung DPRD Kota Binjai, yang beralamat di Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Jumat (27/12).

Dipimpin oleh Kordinator aksi, Mhd Windy Danu dan Zulham Effendi selaku kordinator lapangan, unjukrasa yang berjalan damai tersebut ditemui langsung oleh Ketua DPRD Binjai, H Noor Sri Alamsyah Putra, didampingi oleh beberapa anggota DPRD Kota Binjai lainnya.

Dengan membentangkan beberapa spanduk serta duplikat Keranda Mayat yang bertuliskan "Hukum Mati Koruptor dan Kubur Koruptor, Pemuda peduli kota Binjai Tangkap Koruptor dan DPRD Jangan Kerja di Kolam" kordinator aksi terus menyuarakan tuntutannya dihadapan wakil rakyat.

"Kami nempertanyakan status pembangunan gedung DPRD Kota Binjai yang tak kunjung selesai dengan nilai anggaran Rp 19.432.236.000, dan dengan jangka waktu 450 hari pengerjaan yang dimulai pada tanggal 27 April 2018," ucap Mhd Windy Danu

Tidak hanya itu, massa unjuk rasa juga mempertanyakan anggaran sewa menyewa gedung DPRD Binjai yang selama ini digunakan.

Sementara itu, Zulham Effendi yang dipercaya menjadi Kordinator lapangan, juga mempertanyakan pelimpahan tentang perkara kasus pengrusakan lahan Eks PTPN2 dengan tersangka Syamsul Tarigan. Sebab dari informasi yang ditemukan sudah dilimpahkan kepada Kejari Kota Binjai.

"Kami juga mempertanyakan sampai dimana Kasus Dana Hibah KNPI Kota Binjai yang di ketuai Arif Rahman Nasution pertahun 2016-2018," beber Zulham.

Lebih lanjut dikatakan Zulham, Satuan Pelajar Mahasiswa dan Pemuda Peduli Kota Binjai juga mempertanyakan dan meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai terkait dana BOS dan dana BOP tahun 2019 yang diduga kurang transparan.

Pantauan awak media, tak berselang lama saat unjukrasa sedang berlangsung, sekitar 6 orang massa dari AMPI dengan mengendarai mobil, juga ikut bergabung dengan puluhan massa aksi unjukrasa damai. Massa juga melakukan aksi membakar duplikat keranda mayat dan ban bekas. Namun segera dipadamkan oleh Petugas Kepolisian.

Sementara itu, Ketua DPRD Binjai H Noor Sri Alamsyah Putra, saat menemui para pengunjukrasa mengaku jika pihaknya belum menerima pemberitahuan dari peserta aksi terkait aksi unjuk rasa hari ini.

"Kita ketahui bahwa status pembangunan gedung DPRD dengan sistem Multi Years, yakni 2 tahun anggaran," beber H Kires, sapaan akrab Ketua DPRD Binjai, seraya menegaskan, untuk tahun anggaran 2019 dengan jumlah Rp 15 Miliar dan sisanya dianggarkan pada tahun 2020 sebesar 5 Miliar.

Sedangkan terkait sewa menyewa Gedung DPRD, sambung H Kires, sepenuhnya menjadi domain Sekretaris DPRD, karena semua dokumen lengkap dan boleh ditanyakan langsung ke Sekretariat DPRD Kota Binjai.

Sedangkan terkait dengan penetapan tersangka Syamsul Tarigan dan Hibah KNPI, ungkap H Kires, hal itu merupakan ranah hukum dan kami tidak bisa masuk kesana.

Untuk itu, lanjut H Kires, kita akan segera memanggil Kepala Dinas PU Kota Binjai agar mengklarifikasi terkait pelaksanaan gedung DPRD Kota Binjai dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai untuk mengklarifikasi penggunaan dana BOS dan dana BOP tahun 2019 yang diduga kurang transparan.

Ditempat yang sama, Kasi Intel Kajari Binjai, Erwin Nasution, juga menyampaikan permintaan maaf dari Kajari Binjai yang tidak bisa hadir pada hari ini karena sedang Cuti.

"Untuk perkara Syamsul Tarigan, masih di proses di Polda Sumatera Utara. Sedangkan Putra Tarigan sudah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Binjai dan sudah masuk proses persidangan di pengadilan Negeri Binjai.

Diketahui, sebelum menuju Kantor DPRD Binjai, puluhan Mahasiswa ini terlebih dahulu melakukan persiapan di sekitaran Lapangan Merdeka Kota Binjai. Selanjutnya, sekira pukul 10.00 Wib, massa bergerak menuju kantor DPRD Kota Binjai dengan menggunakan 1 unit Becak bermotor dan Sepeda Motor, dengan pengawalan mobil patroli Satlantas Polres Binjai. (red)