Iklan

Tiga Bocah Naik Skuter Listrik di Fly Over Bikin Gerah Pemerintah

Wednesday, December 4, 2019, 3:51:00 PM WIB Last Updated 2019-12-04T08:51:14Z



Foto net

Jakarta-Metrolangkat.com


Pengamat transportasi dari ITB Sony Sulaksono Wibowo menilai penggunaan skuter listrik (skutik) atau otopet listrik seperti GrabWheels harus dibatasi dan tidak sembarang orang bisa menggunakannya.

"Terlebih jika digunakan oleh anak di bawah umur, di jalan besar yang tidak disertai dengan pengawasan," ujar Sony seperti dikutip dari Detik, Rabu (4/12/2019) sore.

Sony mendorong agar penyedia skutik harus tegas dalam membuat aturan. Jika perlu ada sanksi kepada pengguna skutik yang melanggar aturan.

Seharusnya penggunaannya hanya di daerah terbatas seperti kampus, taman atau mal. Harus ada pembatasan ketat agar tidak masuk ke jalan raya, kalau perlu dilarang," katanya.

Selain itu, ia meminta agar penyedia membatasi umur pengguna skutik.

"Termasuk menyiapkan alat keselamatan dan tidak digunakan berdua," ucap Sony.

Menurut Sony, sejauh ini Indonesia belum memiliki regulasi terkait penggunaan skutik. Namun aturan mengenai keselamatan berkendara di jalan raya sudah ada. Sehingga dengan aturan tersebut pengendara dan polisi bisa menerapkannya hingga ada regulasi yang baru.

Sekadar diketahui, tiga bocah menggunakan skuter GrabWheels hingga ke jalan layang (pla Pasupati, Kota Bandung, terekam dan viral di media sosial. Video berdurasi 9 detik itu viral di medsos pada Selasa (3/12/2019).

Menurut Sony, sejauh ini Indonesia belum memiliki regulasi terkait penggunaan skutik. Namun aturan mengenai keselamatan berkendara di jalan raya sudah ada. Sehingga dengan aturan tersebut pengendara dan polisi bisa menerapkannya hingga ada regulasi yang baru.

Dalam video terlihat dua orang tampak berdiri. Bocah paling belakang memegang pundak bocah di depannya yang berdiri sambil mengemudikan skuter tersebut.

Sementara satu bocah lainnya terlihat duduk di bagian depan. Mereka tampak mengendarai skuter itu di jalan layang Pasupati. 

Terkait hal tersebut, Dishub Jabar mengakui belum ada regulasi yang mengatur penggunaan skutik. Hanya saja transportasi tersebut kini disamakan dengan kendaraan non motor seperti sepeda.

"Kita berlakukan seperti kendaraan non motor yang seharusnya berjalan di jalur-jalur yang sudah disediakan. Di Kota Bandung contohnya ada
trotoar yang diperkenankan untuk masuk sepeda," kata Kadishub Jabar Hery Antasari via telepon, Rabu (4/12/2019).

Idealnya, kata Hery, pengguna skutik harus dilihat dari segi usia. Pengguna juga wajib menggunakan alat keselamatan seperti helm, pelindung badan, hingga lampu.

"Kalau usia itu tergantung kepentingannya buat apa. Kalau tempat terbatas bukan jalan raya itu bisa (anak-anak). Tapi kalau untuk luar (jalan raya) harus sesuai dengan usia-usia yang berhak menggunakan seperti SIM," katanya.(red)
Komentar

Tampilkan

Terkini

close