Iklan

Jumat, 17 Januari 2020, 10.30.00 WIB
Last Updated 2020-01-17T03:30:29Z
Berita Hari Ini

Aset PT KAI "Diduga" Diperjual Belikan

Berita Viral




Langkat-Metrolangkat.com


Aset milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang berada diwilayah Desa Securai Selatan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, diduga hendak diperjualbelikan oleh seorang warga.

Kronologis yang diperoleh awak media ini terkait dugaan jual beli asset tanah milik PT KAI di wilayah Kecamatan Babalan, Kamis (15/1) kemarin, bermula dari laporan petugas jaga asset milik BUMN Kereta Api di wilayah itu yang melihat spanduk bertuliskan pengumuman jual tanah kaplingan tapak rumah murah dengan harga Rp 10 jutaan.

Anehnya, pada spanduk juga tertulis bahwa tanah PT KAI diwilayah itu disebutkan berstatus surat notaris. Bahkan, di spanduk itu juga tertulis atau tercantum nama Ida yang ditengarai sebagai penjual.

Adanya temuan spanduk duduga jual beli lahan milik asset PT KAI itu,  petugas penjaga asset wilayah Babalan pun melaporkan hal tersebut kepada atasannya.

Mendapat informasi dari staf penjaga asset wilayah Desa Securai Selatan, Prayoga, Assisten Manager Asset PT KAI pun turun ke lokasi untuk memberikan  penerangan ke warga agar tidak terpengaruh bujuk rayu dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab terkait jual beli tanah kaplingan diatas lahan milik PT KAI.






Dihadapan warga, Assisten Manager Asset PT KAI tersebut menegaskan ke warga, bahwa tanah ini adalah asset milik PT KAI dan perlu diketahui meperjual belikan asset milik negara itu berarti sudah melanggar hukum.

"Kami tegaskan, bahwa tanah yang hendak dijual belikan ini adalah milik Kereta Api (negara-red).  Dan apabila kami mengetahui adanya penjualan ini baik itu dilakukan oleh oknum petugas serta warga seperti contihnya sekarang ini, adalah suatu yang melanggar hukum, terlebih terkait penjualan asset milik negara," tegas Prayoga sembari menunjukkan peta dan batas asset lahan PT KAI diwilayah Gang Pasir, Desa Securai Selatan.

Karena nama serta nomor HP nya tercatut dalam Spanduk yang ada, akhirnya pihak PT KAI mencoba menghubungi Ida, Ia pun mengaku terkejut sembari mengaku tidak mengetahui hal itu.

"Saya sama sekali tidak tau kalau tanah ini adalah asset milik PT KAI. Karena saya bukan warga setempat, saya warga Binjai dan saya selaku marketing. Diawal saya mendapat informasi bahwa tanah ini ingin di jual dan ada suratnya, yaitu Akte dari Camat," urai Ida.

Menurut Ida, sebelumnya ia sudah menanyakan asal muasal tanah itu serta meminta ijin Kepala Dusun setempat.

"Kepala Dusun pun membenarkan ke pemilikan Surat Tanah ini. Seingat saya nama pemiliknya ialah Ibu Misbah, warga Pelawi Selatan," ungkap Ida kepada Petugas PT KAI.






Tindaklanjut pun dilakukan dengan menghubungi Kepala Dusun yang dimaksud, yaitu Wirahadi. Dihadapan Petugas PT KAI, ia menegaskan bahwa sesuai Denah, tanah itu adalah milik masyarakat.

"Banyak warga Dusun saya yang saya ketahui masing masing mempunyai surat. Ada surat BPN, Notaris, Akte Camat atau Desa, yang sudah berpindah tangan," ungkap Wirahadi, sembari menambahkan jika ia siap mengumpulkannya bila perlu dibutuhkan.

Diakhir pertemuan itu, Prayoga yang menjabat sebagai Assisten Manager Asset PT KAI, menghimbau kepada  Pemerintah Desa untuk menulusuri hal itu.

"Mengenai hal ini, akan kami telusuri terlebih dahulu kebenarannya," tutupnya. (Lis/red)