Iklan

Loading...

Data Siswa Program Kejar Paket PKBM Al Maksum 2019 Diduga Fiktif

Thursday, January 16, 2020, 3:31:00 PM WIB Last Updated 2020-01-16T08:31:10Z
Loading...
Loading...




Stabat-Metrolangkat.com


Pelaksanaan Program Kejar Paket A, B dan C yang dilaksanakan masing-masing yayasan Pelaksana Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di wilayah Langkat Tahun 2019  diduga tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Bahkan, khusus di wilayah Stabat, beberapa penyelenggara PKBM ditengarai tidak dilaksanakan dan data siswa yang seharusnya diikuti oleh masyarakat putus sekolah untuk memperoleh ijazah persamaan lewat Kelompok Belajar (Kejar) Paket A, B dan C, diduga fiktif.

Padahal pemerintah sudah mengucurkan anggaran tersebut agar masyarakat putus sekolah bisa mendapatkan pekerjaan yang layak serta untuk kepentingan mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sebagaimana yang disampaikan oleh beberapa narasumber yang dapat dipercaya kepada media ini mengatakan bahwa banyak PKBM, khususnya yang ada di Stabat dan sekitarnya tidak menyelenggarakan kegiatan program Kejar Paket A, B dan C, sebagaimana mestinya. 

"Beberapa diantaranya seperti PKBM Yayasan Al Maksum, PKBM Kurnia dan PKBM Adinda di Gebang.

"Kita sama sekali gak ada pernah dengar adanya kegiatan pelaksanaan ujian Kejar Paket ini. Sepertinya kegiatan ini pelaksanaannya seperti disembunyikan. Kalaupun ada kegiatan tersebut hanya terdengar dari kerabat pihak-pihak pelaksana. Itu pun yang mampu membayar sejumlah uang. Padahal, sebenarnya pihak penyelenggara harus menyampaikan ke pihak perangkat desa dan kelurahan tentang adanya program Kejar Paket A, B dan C bagi masyarakat yang putus sekolah. Jadi, biar masyarakat tau dan pelaksanaan itu gratis karena dibiayai pemerintah sesuai jumlah kuota yang diterima masing-masing PKBM. Ini kok kayak mendahulukan kepentingan mengejar uang bagi yang mau jadi peserta," ujar sumber yang juga merupakan pemerhati pendidikan itu sembari meminta nama serta identitasnya tidak disebutkan dalam pemberitaan kepada media ini, Kamis (16/1/2020) di sekitar Alun Alun T.Amir Hamzah, Stabat.

Sementara itu, Dana, Ketua PKBM Yayasan Al Maksum, saat beberapakali dikonfirmasi media ini terkait pelaksanaan program Kejar Paket di Bulan Desember 2019, mengatakan bahwa pihaknya sudah selesai menyelenggarakan ujian Kejar Paket B dan C sesuai dengan jumlah peserta yang telah ditentukan pemerintah.

Dana menyanggah saat  tudingan banyak pihak jika pelaksanaan program Kejar Paket di Bulan Desember 2019, fiktif.

"Gak ada yang fiktif, Bang. Semua datanya kita ada dan sudah dilaksanakan," ujarnya melalui WhatsApp menjawab konfirmasi media ini.

Saat ditanyakan mengenai data-data beripa jumlah, nama dan alamat peserta yang mengikuti program Kejar Paket B dan C yang diselenggarakan PKBM Al Maksum, Dana mengatakan untuk mengambilnya di Yayayan Al Maksum.

Namun sudah 3 hari berlalu, data peserta yang dijanjikan tidak kunjung diberikan.

Saat ditanyakan ulang mengapa dirinya takut memberikan data-data para peserta Program Kejar Paket di lembaganya, Dana malah meminta wartawan media ini untuk menghubungi Om nya yang berstatus sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Al Maksum.

"Bukan kita takut memberikan data-datanya, Bang. Pokoknya gak fiktif seperti perkiraan Abang. Kalau gak percaya silahkan tanya ke Om saya," ujarnya.

Sementara itu, saat media ini mengunjungi Yayasan Al Maksum di Stabat, ternyata Dana dan Ketua Yayasan pendidikan itu tidak berada di tempat. Bahkan, Dana langsung menonaktifkan ponselnya.

Di tempat yang sama, salah seorang staf bidang program Kejar Paket PKBM Al Maksum, Tama, mengatakan jika semua data peserta yang ikut Kejar Paket sudah diberikan kepada Dana. Namun, staf tersebut mengatakan bahwa di Bulan Desember 2019, PKBM Al Maksum tidak ada menyelenggarakan ujian Kejar Paket.

"Semua data kejar paket sudah saya serahkan sama Pak Dana, Pak. Katanya ada yang minta data. Maksudnya data peserta pelaksanaan Kejar Paket yang mana, Pak. Kita terakhir melaksanakan di Bulan Juli 2019. Kalau Desember 2019, kita kayaknya gak ada melaksanakan ujian Kejar Paket B dan C," ujarnya sedikit gugup.(rud)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+
close
Loading...