Iklan

Selasa, 14 Januari 2020, 20.32.00 WIB
Last Updated 2020-01-14T13:32:59Z
Berita Hari Ini

Diamankannya Belasan Orang Pasca Kerusuhan, Muhri Fauzi : Bebaskan Warga Dan Jangan Ditahan

Berita Viral



Muhri Fauzi Hafiz (foto net) 

Langkat-Metrolangkat.com


Tokoh Pemuda dan Tokoh masyarakat Bahorok, Kabupaten Langkat, Muhri Fauzi Hafiz, angkat bicara terkait aksi kerusuhan yang terjadi di Tanjung Lenggang, Kelurahan Pekan Bahorok, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, yang terjadi pada Sabtu (11/1/2020) Dinihari lalu.

Menurutnya, ke 12 orang yang saat ini ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan pengrusakan dan pembakaran beserta ratusan masyarakat lainnya, adalah hal yang tidak adil.

Sebab, kata Muhri, 12 orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut adalah sebagian kecil dari ratusan warga yang geram karena adanya aksi penyekapan terhadap seorang Ibu dan anaknya.

"Mereka (12 orang) yang ditahan adalah sebagian kecil dari sekitar 700 masyarakat yang ingin membantu membebaskan seorang Ibu dan anak Balita yang disekap oleh orang yang disebut sebut sebagai Preman. Mereka juga melakukan aksi berdasarkan hati nuraninya," beber Muhri, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (14/1/2020) malam.

Untuk itu, sebagai Putra Bahorok, Pria yang pernah menjadi Legislator di DPRD Sumut ini meminta kepada Polisi untuk menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah, serta membebaskan 12 warga yang saat ini ditahan dan kasusnya dilimpahkan ke Poldasu.

"Bebaskan masyarakat dan jangan ditahan. Saya harap aparat penegak hukum dapat bersikap adil dalam perkara ini," pinta Muhri, yang juga penulis buku #bunuhpolitikuang ini.

Terpisah, Camat Bahorok Dameka Putra Singarimbun, saat dikonfirmasi awak media juga sudah mendengar terkait warganya yang ditahan. Untuk itu, pihaknya akan berupaya memperjuangkan nasib belasan warganya ini.

"Kita upayakan langkah perdamian. Bersama tokoh masyarakat, kita juga akan meminta masukan kepada pihak yang berwajib agar dapat keringanan..

Senada dengan Muhri, Dameka juga berharap kepada aparat Penegak hukum agar mengedepankan azas praduga tak bersalah.

"Benar, tergantung dari hasil pemeriksaaan penyidik dan keterangan saksi saksi," ungkap Dameka.

Diberitakan sebelumnya, sebuah gubuk yang dijadikan markas Preman berinisial A, didatangi ratusan warga yang berasal dari Dusun ll Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Jumat (10/1/2020) malam, atau Sabtu Dinihari.

Walau tak berhasil menemukan orang yang dimaksud, namun 3 orang anggotanya dikabarkan dihajar massa yang sudah terlanjur emosi.

Aksi amuk massa dan main hakim masyarakat yang berjumlah ratusan orang bukan tak beralasan. Selama ini, menurut warga, A memang dikenal masyarakat disana sudah sangat meresahkan. Puncaknya, A dan beberapa anggotanya melakukan penyanderaan terhadap Encak (28) dan anaknya Septiana, yang baru berusia 2 bulan.

Parahnya lagi, penyanderaan ini sudah kali kedua. Sebelumnya A pada hari Jumat tanggal 10 Januari sekitar pukul 04.00 pagi,  juga menyekap Encak.

Hal ini tentu saja sudah tidak dapat ditolelir lagi oleh masyarakat. Belum lagi aksi pemerasan dan kejahatan lain yang dilakukan A dan kroni-kroninya.

Hingga akhirnya masyarakat berkumpul. Mereka menyatukan kekuatan, sekitar 700 orang massa melakukan penyerangan markas A. Sayang, massa yang sudah beringas tidak menemukan A. Karena A, sudah keburu kabur. Namun, mereka mendapati 3 orang yang diduga merupakan kaki tangan A.

Merekapun melampiaskan amarah mereka. Ketiga orang itu habis menjadi bulan-bulanan massa yang dibakar emosi. Tidak sampai disitu, gubuk yang selama ini menjadi markas A dan kroninya dibakar. Demikian juga dengan mobil jenis Taft Rocky, nopol BK 118 ZO,  dan Sepeda Motor milik A.

Dalam aksi itu, seorang warga yang diketahui bernama Pendi, meninggal dunia. (red)