Iklan

Istri Pembunuh Hakim Ini Sempat Tidur Bersama Jasad Suaminya

Thursday, January 16, 2020, 7:07:00 PM WIB Last Updated 2020-01-16T12:07:37Z




Medan-metrolangkat.com


Usai membunuh Jamaluddin, hakim PN Medan yang notabene suaminya, Zuraida Hanum sempat tidur bersama jasad korban di kasur.

Kemudian, jasad Hakim Jamaluddin lantas dibuang ke Kutalimbaru, Deli Serdang, dengan skenario kecelakaan.

Dalam rekonstruksi di rumah hakim Jamaluddin, perumahan Royal Monaco, Jalan Eka Surya, Medan Johor, Medan, Zuraida mendengarkan narasi dari berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibacakan Polisi. Salah satunya, reka adegan Zuraida Hanum tidur di samping Jamaluddin yang sudah tewas dalam satu kasur bersama anak Jamaluddin.

Zuraida Hanum kemudian bangun sekitar pukul 03.00 Wib, Jumat (29/11/2019) lalu. Zuraida lebih dulu memindahkan anaknya ke kamar lain lalu membawa jasad Jamaluddin untuk dibuang ke Deli Serdang.

"Waktu bawa turun. Saya pegang di bagian kaki," kata Zuraida.





Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian mengatakan Zuraida tidur bersama Jamaluddin yang sudah tewas antara pukul 01.00 Wib - pukul 03.00 Wib. Zuraida juga memakaikan pakaian untuk korban.

"Pertama mau dipakaikan baju batik. Karena hari Jumat. Zuraida teringat kemudian dipakaikan baju training atau seragam olahraga kemudian baru dibawa turun untuk dibuang," ujar Andi.

Sekedar diketahui, Polisi berupaya merampungkan rekonstruksi kasus pembunuhan hakim PN Medan, Jamaluddin. Polisi mempercepat penyusunan berkas perkara tersangka Zuraida Hanum serta dua eksekutor, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi, untuk dibawa ke pengadilan.

"Langkah berikutnya akan menyiapkan berkas untuk segera dilimpahkan ke JPU (jaksa penuntut umum). Kami berharap dengan tuduhan Pasal 340 KUHP pembunuhan berencana bisa diteruskan oleh JPU untuk bisa segera disidangkan di PN Medan," kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin kepada wartawan seusai rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin di Deli Serdang, Sumut, Kamis (16/1/2020).

Total ada 77 adegan yang direka ulang para tersangka, Zuraida Hanum dan dua eksekutor. Di Deli Serdang, ada 13 reka adegan peristiwa pembuangan jasad Jamaluddin dalam mobil yang diskenariokan kecelakaan.

"Seluruh rangkaian rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap hakim Jamaluddin yang dilakukan oleh tiga orang pelaku. Dan ini semua rekonstruksi akan tertuang dalam berita acara," ujar Irjen Martuani.

Dari rekonstruksi, tergambar peran Zuraida sebagai otak pembunuhan memperhitungkan soal kebiasaan suami hingga situasi dan kondisi lingkungan. Zuraida punya perhitungan-perhitungan sendiri untuk menutupi jejak pembunuhan suaminya.

"Terus dia tahu kebiasaan suaminya, tak pernah keluar malam hari. Kemudian, kalau malam di perumahan ini ada sekuriti. Kalau sekuriti tahu keluar malam jam 01.00 WIB dan yang bawa mobil itu bukan suaminya, maka dia sarankan, nanti setelah menjelang pagi," kata Martuani pada wawancara sebelumnya.

Awalnya, Zuraida ingin membuat skenario agar seolah-olah hakim Jamaluddin meninggal akibat serangan jantung. Maka dia meminta dua eksekutor, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi, membekap Jamaluddin saat tertidur.

Namun skenario itu gagal karena ada luka lebam di wajah Jamaluddin. Sempat terjadi perdebatan antara Zuraida dan dua eksekutor soal menutupi kematian Jamaluddin. Akhirnya mereka sepakat untuk membuat skenario Jamaluddin tewas akibat kecelakaan dalam perjalanan ke kantor.

Di poin ini, Zuraida pun memikirkan pakaian terakhir untuk Jamaluddin.

"Nah kedua, ada yang menarik. Bahwa pertama ingin dipakaikan baju batik, tapi istrinya ingat, hari Jumat adalah olahraga. Maka dipasangkan baju training. Sangat direncanakan dengan matang, khususnya serangan jantung," ujar Martuani. (red)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+
close